Wedding Disaster

Wedding Disaster
Taman Kota


__ADS_3

Sinar mentari yang menyusup lewat celah gorden kamar hotel membuat si pemilik kamar itu mengerjapkan matanya, dia tersenyum melihat sang istri yang tertidur pulas di pelukannya. Setelah semalaman penuh memadu kasih, mencicipi manisnya surga dunia keduanya langsung tertidur karena kelelehan.


Alvero yang terbangun terlebih dulu memilih membersihkan tubuhnya ke kamar mandi. Sementara Diandra masih terlelap dengan selimut membalut tubuh polosnya. Suara gemercik air di kamar mandi membuat Diandra memicingkan matanya, dia terkejut karena waktu sudah menunjukan angka sebelas siang.


Diandra tersenyum jika teringat kejadian semalam, Alvero menggempurnya berkali-kali tanpa rasa lelah hingga pukul tiga pagi. Pengalaman pertama bagi keduanya membuat Alvero dan Diandra merasa tidak puas. Mereka ingin mengulangnya lagi dan lagi hingga tubuh keduanya kelelahan. Bahkan kini Diandra merasakan perih pada pusat intinya.


Ceklek!


Mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Diandra beringsut menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Alvero keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Dia tersenyum melihat sang istri yang sudah terbangun.


"Morning sayang..." sapa Alvero dia lalu mengecup puncak kepala Diandra.


"Ini udah siang yank. Kamu kenapa gak bangunin aku?" gerutu Diandra dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kamu tidurnya pules banget sayang, kecapean ya. Apa mau nambah lagi?" goda Alvero dengan menaik turunkan alisnya.


Diandra langsung mencubit perut Alvero dan mengerucutkan bibirnya "ini aja masih perih, bisa-bisanya kamu ngajakin aku main lagi."


"Hahaha...masa sih? Coba sini aku periksa!" Alvero hampir menyingkap selimut yang membalut tubuh Diandra, tapi Diandra buru-buru menahannya.


"Alvero....!!!" teriak Diandra kesal. Dia buru-buru turun dari ranjang sebelum Alvero kembali melancarkan aksinya.


Namun baru satu langkah berjalan, Diandra merasakan perih pada area intinya dia meringis menahan rasa sakit. Alvero yang melihat buru-buru menghampiri Diandra dan menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi.


Setengah jam kemudian Diandra sudah selesai dengan ritual mandinya. Dia keluar hanya menggunakan bathrobe yang membalut tubuhnya. Diandra membelalakan matanya begitu melihat Alvero duduk santai menggunakan celana pendek dan kemeja yang terbuka seluruh kancingnya. Tatapan mata Alvero begitu tajam membuat hati Diandra berdebar kencang.



"Ya ampuun Al..kamu sexy banget sih." gumam Diandra. Matanya tak henti menatap kearah perut Alvero yang menampakan roti sobeknya.


"Sini sayang!"Alvero melambaikan tangannya menyuruh Diandra mendekat. Dia sengaja menggoda Diandra dengan mengedipkan sebelah matanya.


Diandra tidak menggubris Alvero dia memilih menuju kopernya untuk mengambil baju yang akan dia pakai.


"Aku laper yank kamu jangan macem-macem!" sungut Diandra, dia lalu membuka bathrobenya dan berpakaian di hadapan Alvero tanpa ada rasa canggung atau malu.


Alvero langsung beranjak dari duduknya melihat keindahan alami yang tersaji di depan mata. Dia meneguk salivanya dengan cepat ada rasa ingin kembali mencicipi dan mereguk sebuah kenikmatan.


Grep!

__ADS_1


"Akhhhh...." Diandra terkejut begitu tangan besar Alvero melingkar di perutnya. Baju yang hendak dia pakai pun terlepas begitu saja saat tangan Alvero dengan lihai membelai seluruh permukaan kulit di tubuh Diandra.


"K-kamu mau apa yank?" tanya Diandra gugup. Niat hati ingin membalas Alvero yang menggodanya malah dia yang terkena imbasnya.


"Kamu sengaja menggoda aku yank?" bisik Alvero di telinga Diandra. Alvero lalu membalikan tubuh Diandra hingga kini berhadapan dengannya.


"A-aku..." ucapan Diandra langsung terputus ketika Alvero langsung membungkam mulutnya dengan mulut Alvero. Diandra tidak bisa menolak dia pun mengikuti keinginan Alvero membalas setiap ******an di bibirnya. Bahkan tangannya kini sudah melingkar di leher Alvero. Baju Diandra yang baru di pakai sebagian pun kini teronggok begitu saja di lantai, bahkan dengan cepat Alvero pun kini sudah melepas seluruh pakaiannya.


Keduanya hanyut saling mengecap dan membelit lidah, bahkan kedua kaki Diandra kini sudah menaut di pinggang Alvero. Dengan hati-hati Alvero membawa tubuh Diandra menuju sofa besar yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Alvero membaringkan tubuh Diandra, melepas tautannya dan menatapnya dengan penuh cinta.


Siang itu di kamar yang di tempati sepasang pengantin baru, hanya suara desa*han dan lenguhan yang terdengar. Keduanya kembali bergumul untuk mencapai puncak nirwana melupakan rasa lapar yang beberapa menit lalu mendera keduanya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Melupakan kisah pengantin baru yang tengah memadu kasih, kini beranjak pada dua sejoli yang tengah di mabuk asmara. Malam mulai menyapa, mobil yang di kendarai Tristan kini membawa tubuh keduanya menuju pusat taman kota yang baru hari ini di resmikan. Berbagai acara di helat untuk memeriahkan peresmian tersebut, kabarnya dalam penutupan acara akan ada pesta kembang api di tempat tersebut.


"Waw..ini ramai sekali Tan," Azura berdecak kagum melihat suasana yang begitu ramai dengan berbagai acara disana. Bahkan artis ibu kota turut menjadi pengisi acara di atas panggung memamerkan suara emasnya.


Tristan meraih tangan Azura untuk dia genggam "kamu suka?"


Azura mengangguk, matanya berbinar "ayo kita kesana!"


Sebuah kedai yang menjual seblak menjadi pilihan pertama bagi Azura, dia memesan dua porsi untuk dirinya dan juga Tristan.


"Ini apa?" Tristan hanya mengaduk-aduk makanan tersebut tanpa ada rasa ingin mencicipinya. Makanan itu terlalu aneh bagi dirinya yang memang sudah lama tinggal di dataran Eropa.



"Itu seblak Tan, makanan khas dari kota Bandung. Hey ..apa di Jerman kamu tidak menemukannya?" tanya Azura yang sibuk menikmati sensasi pedas dari seblak tersebut.


Tristan menggeleng, tapi melihat Azura yang menikmati makanan itu dengan lahap membuat rasa penasarannya tumbuh.


Satu suap.


Dua suap.


Tristan mulai menikmati makanan tersebut, rasa pedas di padukan rasa gurih dengan aroma kencur yang khas membuat Tristan mengakui jika makanan ini sangatlah enak. Azura hanya tersenyum melihat Tristan yang memakannya dengan lahap.


"Enak kan?"

__ADS_1


"Hmmm...huh....ini pedas sekali, kenapa selama di Jerman aku tidak menemukan makan ini."


"Suruh penjualnya untuk membuka cabang baru di Jerman...hihihi."


Tristan hanya tertawa menanggapi ucapan Azura. Keduanya kembali menikmati makanan tersebut hingga tandas tak tersisa.


"Kamu kok bisa bawa aku ke tempat ini Tan? aku udah lama banget loh tidak mencicipi aneka jajanan ini." kali ini Azura mengajak Tristan menuju penjual cilok, ada beraneka ragam cilok dari cilok goang dan cilok bumbu kacang. Namun kali ini Azura memesan satu porsi cilok bumbu kacang untuk di makan sepiring berdua.



"Kalau cilok ini dulu sewaktu kecil kita sering memakannya kan Ra, meskipun aku gak bisa lihat tapi aku tahu gimana rasa dan tekstur dari cilok ini."


Azura mengangguk membenarkan ucapan Tristan, kenangan di masa kecil yang pernah mereka lalui berdua terlintas begitu saja dalam pikiran Azura dan Tristan.


"Katanya di penghujung acara ini akan ada pesta kembang api Ra, aku mau menagih janjiku dulu saat kita kecil kamu janji akan menemaniku melihat kembang api setelah aku bisa melihat."


"Masih inget aja." cebik Azura seraya memasukan suapan terakhir ciloknya.


Tristan tersenyum melihat Azura yang sangat lahap "apa mau nambah?"


Azura menggeleng cepat dia melihat sekeliling mencari makanan yang akan kembali menggugah seleranya "kita kesana!"


Gerobak es doger menjadi pilihan Azura kali ini, dia memesan dua gelas es doger untuk dirinya dan Tristan.



"Seger nih..."


"Habis ini kamu mau makan apalagi Ra?"


"Cukup Tristan! kamu pikir perutku ini apa, bisa menampung semua banyak makanan." bibir Azura mengerucut membuat Tristan gemas melihatnya. Dia mencuri ciuman pada pipi Azura saat Azura tengah lengah dan lahap menikmati es doger.


"Tristaaann..!!"


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Image source : google

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2