YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 101


__ADS_3

"Sayang, kamu didalam? ini mama.." ucap Mita memanggil Yasmin sembari mengetuk pintunya kamar menantunya. Beberapa kali mengetuk Yasmin baru membuka pintunya.


"Loh mama kesini? bukannya mau pergi keluar kota?" tanya Yasmin terkejut mamanya udah ada di depan kamarnya.


"Kamu kenapa sayang? kok mata kamu bengkak gitu? pasti kamu habis menangis ya?" mama Mita bukannya menjawab pertanyaan menantu nya. Iya malah balik bertanya ke menantunya itu.


"Itu mah, mas Gio gak ada kasih kabar ke Yasmin, Uda gitu dari kemaren tidak bisa di hubungi..hiks.." ucap Yasmin yang kembali menangis sembari memeluk Mita.


"Anak itu emang kebiasaan kalau sudah banyak masalah dengan pekerjaannya." ucap Mita kesal pada putranya. "Ya Uda jangan nangis, mama disini nemenin kamu." Mita mengelus pundak Yasmin menenangkan menantunya agar tidak menangis lagi.


"Maaf ya mah aku jadi nangis di depan Mama. Yasmin juga gak tahu mam, kok jadi mudah marah, sedih dan menangis gini." ucap Yasmin merasa malu dan tidak enak pada mertuanya.


"Marah, sedih, Menangis? atau jangan-jangan.." batin Mita.


"Apa kamu ada mengalami mual sayang?" tanya mama Mita untuk memastikan sesuatu.


"Mual? gak ada mam." jawabnya.


"Atau kamu ada telat datang bulan sayang?" tanya Mita lagi.


"Telat datang bulan?" Yasmin berpikir sejenak. "Bulan ini memang Yasmin belum ada datang bulan Mah." ucap Yasmin pada Mita. "kenapa rupanya mah?" tanyanya.


"Sepertinya kamu hamil deh." ucap Mita.


"Hamil?"


"Iya sayang.."ujar nya. "Apa kamu masih ada menyimpan testpack, nak?" Yasmin pun berjalan menuju meja riasnya, untuk mencari testpack. Yasmin ingat sepertinya dia masih menyimpannya beberapa.


"Ada mah." jawab Yasmin saat menemukan testpack nya dan menunjuk ke pada mamanya.

__ADS_1


"Ya udah kamu coba, siapa tahu aja kamu beneran hamil. Lagian masih pagi juga, pasti hasilnya akurat." saran mama Mita.


"Iya mam." Yasmin langsung masuk kedalam kamar mandi.


Tak berapa lama Yasmin keluar kamar mandi. Mama Mita yang tadinya duduk di sofa langsung beranjak.


"Gimana sayang?" tanya Mita penasaran.


"Gak tahu mam. Soalnya Yasmin langsung tinggal keluar. Yasmin deg-degan mah, gak berani lihat. Takut hasilnya tidak sesuai harapan." jawab Yasmin.


"Kok malah di tinggal testpack nya.. Ya udah biar Mama yang lihat." Mita pun masuk kedalam kamar mandi untuk melihat hasilnya. Dan Yasmin mengikuti di belakang tubuh mama Mita.


"Alhamdulillah.. sayang kamu beneran hamil. Nih lihat testpack nya." Mita menyerahkannya ke pada Yasmin. Dengan ragu-ragu Yasmin mengambil nya. "Jangan di tutupi matanya. Kamu gak percaya sama mama? buka dulu matanya dan lihat hasilnya." ucap Mita yang gemas melihat menantunya. Dengan perlahan Yasmin membuka matanya, lalu melihat testpack yang ia pegang dan..


"Ya Allah Alhamdulillah.. mah ini beneran Yasmin hamil?" tanyanya tak percaya. Yasmin langsung memeluk Mita senang.


"Boleh mam." jawab Yasmin.


"Mama bilang sama papa dulu ya..?" Mita pun langsung keluar dari kamar menantunya.


Yasmin pun bersiap-siap untuk pergi ke Dokter. Saat masih memilih baju terdengar suara ponsel Yasmin berbunyi.


Drrt Drrt drrt


Dilihatnya ada nama (Suamiku) di layar ponselnya. Karena masih kesal, Yasmin membiarkannya saja dan tidak mengangkatnya. Tapi sampai panggilan ke 5 Yasmin mengangkatnya karena tidak tega.


"Assalamu'alaikum.."


"(...)"

__ADS_1


"Apa? kamu lupa mas.. sekalian aja gak usah pulang!"


"(...)"


"Aku gak mau."


"(...)"


"Mas aku hukum, kerena sudah lupa ngasih kabar ke istri mas sendiri."


"(...)"


"No! itu hukumannya. Mas kapan pulangnya?"


"(...)"


"Apa masalahnya sangat besar, mas?"


"(...)"


"iya aku maafin, tapi pulangnya jangan lama-lama ya mas? Aku Uda kangen kamu."


"(...)"


"Iya mas.. Love you to."


Selesai berbicara pada suaminya, Yasmin mengelus perutnya yang masih rata.


"Pasti kamu senang mas, aku udah hamil lagi. Aku akan kasih tahu kamu kalau sudah balik ke Indonesia. Pasti disana kamu masih sibuk. Dan aku tidak mau ganggu kamu dulu." monolog Yasmin sembari tersenyum lebar. Ia sangat bahagia Allah memberikan kepercayaan lagi untuk memiliki anak kembali.

__ADS_1


__ADS_2