YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 52


__ADS_3

Yasmin membuka matanya perlahan saat matahari masuk ke sela-sela jendela kamar.


"Astaghfirullah." Ucap Yasmin terkejut melihat kamar yang bukan kamarnya. "Aku ada dimana?" tanyanya bingung. Melihat pakaian nya yang masih ia pakai kemaren, Yasmin baru ingat kalau dirinya di paksa ikut dengan..


"Mas Rangga!" lirih Yasmin.


Yasmin beranjak dari ranjang, kemudian berjalan menuju pintu dan bertepatan pintu kamar terbuka. Rangga pun masuk kedalam. Dengan membawa buah di piring untuk Yasmin. Karena Rangga belum sempat membelikan makanan untuk Yasmin.


"Kamu Uda bangun sayang?" tanya Rangga sembari tersenyum menatap Yasmin dan lalu meletakkan buah itu ke meja.


"Ini dimana mas?! dan kenapa aku di bawa kesini!" Rangga bukannya menjawab ia malah mendekat ke Yasmin lalu mencoba meraih pipi mulus Yasmin. Namun sayang Yasmin langsung menghindar.


"Jangan sentuh aku!" ucapnya datar. Rangga tidak memperdulikan ucapan Yasmin, ia malah terus mendekat ke Yasmin sampai tubuh Yasmin mentok ke dinding. "Ka-kamu mau apa mas! jangan macam-macam kamu mas!"

__ADS_1


"kamu semakin cantik sayang, padahal beberapa bulan aja kita gak ketemu." ucap Rangga sembari mengelus pipi Yasmin. "Kamu tahu sayang, kalau mas masih sangat mencintai kamu. Tapi kamu tega, pergi ninggalin mas gitu aja. Mas yakin, didalam hati kamu masih mencintai mas, kan?"


"Kamu salah besar mas. Disaat kamu melukai hati dan menodai cinta tulus ku, disaat itu cinta ku hilang untuk lelaki brengsek seperti kamu!" Jelasnya.


"Aku gak percaya tuh!" desis Rangga sembari merapatkan tubuhnya ke pada Yasmin.


"Jangan seperti ini mas, aku mohon. Hubungan kita sudah berakhir. Berbahagialah kamu dengan Citra, dia juga kan mencintai kamu tulus. Dan belajarlah mas untuk bisa mencintainya."


Mendengar Yasmin berbicara seperti itu, Rangga langsung emosi. Kemudian Rangga menarik tengkuk Yasmin kuat, lalu mencium bibirnya kasar. Yasmin berusaha memberontak, ia gak terima di perlakukan kasar oleh Rangga. Yasmin gak menyangka kalau seorang Rangga yang ia kenal baik, akan jadi menjadi seperti ini.


Sebuah tamparan langsung mendarat di pipi Rangga dengan keras yang di lakukan oleh Yasmin. Rangga semakin emosi setelah mendapat tamparan dari Yasmin. Kemudian dengan kasar Rangga menarik tangan Yasmin, lalu mendorongnya Yasmin kuat keranjang. Rangga langsung menindihnya dengan kedua tangan di angkat keatas dan di cengkram kuat. Lalu menarik ikat pinggang nya dan ia langsung mengikat tangan Yasmin pakai ikat pinggangnya.


"Lepasin! kamu mau apa mas!!" teriak Yasmin, yang mulai takut Rangga berbuat macam-macam padanya.

__ADS_1


"Kamu sudah beranih menampar aku ya! Dan kamu harus di hukum sayang!" ucap Rangga menyeringai licik.


"Enggak mas, jangan. aku mohon sama kamu." ucap Yasmin memohon, karena Rangga mulai membuka kancing blazer nya.


"Selama ini kamu selalu menolak kan saat aku terus memintanya. Jadi sebelum kita pergi dari sini, apa salahnya kalau mas menikmati tubuh kamu dulu, sayang." Dengan amarah dan penuh gairah ingin menikmati tubuh Yasmin, Rangga kembali membuka kancing kemeja Yasmin. Yasmin sendiri terus memberontak dari kukungan Rangga.


Rangga kembali mencium bibir Yasmin kasar, karena Yasmin terus berteriak.


"Aaaww!" Teriak Rangga, yang kesakitan karena Yasmin menggigit bibinya Rangga hingga berdarah. Itu membuat Rangga semakin marah dan emosi. Rangga pun menampar pipi Yasmin.


"Oh, jadi kamu ingin aku main kasar ya?!" Rangga langsung menarik kuat kemeja Yasmin, sampai kancing kemeja nya terlepas semua. Hancur sudah hati Yasmin, karena sudah di perlakukan seperti ini pada orang yang dulunya pernah ia cintai.


"Tolong jangan mas, aku mohon. Jangan lakukan ini pada aku." Yasmin sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk melawan. Tenaganya habis karena ia terus memberontak. "Mas hiks.. aku hiks.. mohon." Rangga benar-benar kalap, ia terus mencumbu Yasmin hingga tak mendengar tangisan Yasmin.

__ADS_1


Saat akan membuka rok milik Yasmin, pintu kamar langsung terbuka.


__ADS_2