
"Sayang mas tahu, buat kamu mas bukan orang yang pertama dalam hidup kamu. Begitu pun sebaliknya. Tapi asal kamu tahu, yang ada di hati mas sedari dulu cuma kamu. Hati mas, dari dulu hanya milik kamu seorang. Mungkin kamu bingung dengan kata-kata mas. Tapi memang itu kenyataannya. Sejak kamu bayi, mas sudah jatuh cinta dengnmu. Mungkin orang bilang cinta pada pandangan pertama. Kala itu mas masih berusia 7 tahun, tapi mas bisa langsung suka sama kamu. Dan itulah yang mas rasakan padamu saat mas melihat mu pertama kali. Kamu tahu, dulu mas pernah berjanji kepada kamu saat kamu masih bayi didepan mama dan Tante Nilam. Bahwa mas akan menjadikan kamu istri mas, kalau sudah dewasa nanti. KIARA, itulah nama panggilan kamu dulu. Bayi cantik dan menggemaskan yang selalu Tante Nilam bawa ke butik mama." Gio menghentikan ucapannya sejenak dan lalu melanjutkan lagi.
"Sebelum mencari kamu di empat bulan ini, mas sudah bertahun-tahun mencari kamu, sayang? Sengaja dari mas kuliah dulu, mas sudah berkerja dan membangun Perusahaan sendiri. Mas ingin menjadi Pengusaha sukses. Agar mas dengan mudah bisa mencari kamu tanpa bantuan dari papa dan mama. Tapi sayang, mas tak juga menemukan kamu. Mas sengaja mengkecani para wanita di luaran sana, dengan harapan salah satu dari mereka itu adalah kamu. Tapi tanpa mas sadari ternyata kamu ada di hadapan mas, menjadi sekretaris mas. Saat mas tahu kamu adalah Kiara, mas bahagia banget. Jadi perjuangan mas selama ini gak sia-sia. Tuhan akhirnya mempertemukan kita tanpa di duga." posisi Gio saat ini sudah duduk dibawah didepan Yasmin sembari tangannya masih menggenggam tangannya.
"Yasmin. Aku yakin Tuhan memang sudah menciptakan kamu untuk aku cintai. Tuhan juga sudah memilihmu dari pada wanita lain, karena Tuhan paling tahu akulah lelaki yang paling mencintaimu dengan tulus. Dengan itu aku ada di hadapanmu ingin mengutarakan niat ku padamu." Gio berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang kemudian menghembus nya perlahan. Lalu Gio mengeluarkan cincin berlian dari dalam jaketnya yang sudah ia persiapkan sudah jauh hari.
"Yasmin Kiara Prasetyo. Will You Marry Me..?" Yasmin sendiri sudah meneteskan air matanya sedari tadi sekaligus terkejut mendengar Gio sudah mencintai nya sejak bayi dan mencarinya sudah bertahun-tahun. Dan Yasmin semakin di buat terkejut dengan Gio melamarnya dengan cincin berlian yang indah ada di hadapannya. Ia tidak menyangka Gio akan secepat ini mengajak nya menikah.
"Yasmin, maukah kau menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku?" ucap Gio lagi karena Yasmin diam saja.
"Mas Yakin.."
"Iya ,sayang. Mas Yakin pakai banget!" balas Gio. "Will You Marry Me?" tanya Gio yang ke tiga kalinya. "Sayang.. kasian cincinnya, dia Uda gak sabar mau masuk kejari manis kamu." ucap Gio memelas. Dan itu terlihat sangat menggemaskan menurut Yasmin.
Yasmin pun tak sanggup lagi untuk tidak memeluk Gio, sangking senang, bahagia, dan terharunya. Yasmin pun langsung memeluk Gio. Dan Gio membalasnya.
"Yes, I Will!" jawab Yasmin akhirnya. Gio langsung menarik Yasmin duduk di pangkuannya. Kemudian menghujani kecupan di wajah Yasmin sangking bahagianya. Setelah itu Gio memasangkan cincin berlian ke jari manis Yasmin, lalu Gio mencium punggung tangannya.
__ADS_1
"Terimakasih, sayang.. I love you."
"I love you to, mas.." balas Yasmin.
*
Keesokan harinya, Gio dan Yasmin siap-siap untuk pulang ke Jakarta pagi ini juga, pesawat mereka berangkat jam 10 pagi. Awalnya Yasmin menolak untuk balik ke Jakarta begitu cepat dan ia masih mau di Singapore. Yasmin juga bilang, sayang pekerjaannya. lagian dia masih butuh pekerjaan untuk membantu panti asuhan.
Gio sendiri bicara ke Yasmin, mau setiap bulannya mendonasikan uang ke panti asuhan tempat Yasmin dibesarkan dulu. Dan meminta Yasmin tidak bekerja lagi. Tetapi Yasmin tidak mau, ia masih mau bekerja dan membiayai panti dengan hasil jerih payahnya sendiri. Akhirnya Gio meminta Yasmin untuk bekerja menjadi sekretaris nya kembali. Yasmin sempat menolak, menjadi Sekretaris nya Gio lagi. Yasmin maunya di tempatkan di bagian administrasi. Karena ia mau supaya dekat dengan sahabatnya, Sarah. Tapi giliran Gio yang menolak, alasannya ia tidak mau jauh dari Yasmin. Mau tidak mau, Yasmin yang mengalah.
"Udah siap, sayang?" tanya Gio yang menarik koper milik Yasmin.
"Enggak ada yang ke tinggalan lagi kan?"
"Gak ada kok mas, Uda semua aku bawa. Lagian barang aku gak banyak kok." balas Yasmin.
"Oke, Ayo kita berangkat ke bandara sekarang, takut telat." ucap Gio.
__ADS_1
Sampainya di bandara, mereka harus menunggu setengah jam lagi, baru pesawatnya berangkat. Sedari tadi Gio tidak mau melepaskan genggamannya dari tangan Yasmin. Dari apartemen sampai menunggu pesawat tangannya tak lepas dari tangan Yasmin. Seolah ia takut Yasmin akan pergi lagi darinya.
"Loh mas, kamu Uda bilang sama mama apa gak ? kalau kita balaik ke Jakarta?" tanya Yasmin. Saat ini mereka sudah sampai di bandara internasional Soekarno Hatta.
"Gak sayang, kita langsung kerumah mamanya aja kasih kejutan buat mama." balas Gio lembut sembari tersenyum menatap Yasmin. Gio sengaja mengajak ke rumah mamanya langsung, karena ada yang harus ia bicarakan pada mamanya soal pernikahannya dengan Yasmin. Gio tidak mau berlama-lama lagi untuk menikahi Aranya, wanita yang sangat ia cintai.
"Gak apa-apa kan, sayang?"
"iya gak apa-apa kok mas.."balasnya.
"Kamu tahu, sayang. Pasti mama senang banget, mas bawa kamu pulang ke Jakarta. Ia senang anak perempuan nya kembali." ucap Gio sembari menarik Yasmin kedalam pelukannya, lalu mencium keningnya.
"Mas malu ih, ini di dalam taksi loh." kesal Yasmin. Karena Gio main peluk dan cium dirinya di depan orang.
Ya, saat ini mereka Uda didalam taksi, menuju ke rumah orangtuanya, Gio.
"Biarin aja." jawab Gio santai.
__ADS_1
Satu jam akhirnya mereka sampai di rumah mewah milik orangtuanya.