YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab. 96


__ADS_3

Sudah seminggu Yasmin di rawat di rumah sakit, dan tepat hari ini ia sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.


"Sayang, kamu sudah siap?" tanya Gio sembari membawa barang-barang Yasmin.


"Sudah mas.." jawab Yasmin. Mereka pun keluar dari ruangan perawatan Yasmin. Yasmin menggunakan kursi roda dan perawat membantu mendorongnya. sedang Gio membawa barang-barang milik Yasmin.


"Terima kasih sus.." ucap Gio dan Yasmin pada perawat yang sudah membantunya.


"Sama-sama Pak, Bu." balas perawat tersebut sembari pergi dari parkiran dengan membawa kursi roda yang dipakai Yasmin tadi.


"Mas.."


"Iya sayang.. ada apa, hmm?" tanya Gio sembari mengelus kepala istrinya. Saat ini mereka lagi berada di jalan menuju rumah mereka.


"Aku ingin ke rumah ayah, boleh?" Gio melirik istrinya sekilas, lalu kembali fokus menyetir.


"Oke. Tapi kita pulang kerumah dulu ya.." ucpa Gio pada sang istri. Yasmin pun hanya menganggukkan kepalanya saja.


Tiba di rumah, Yasmin di kejutkan dengan kehadiran semua keluarganya dan menyambut kedatangannya. Yasmin sempat terharu, tapi seketika wajahnya berubah sendu. Membuat mereka semua heran dan bingung.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Gio yang saat ini berdiri di sampingnya.


"Seharusnya penyambutan ini, di lakukan saat anak kita lahir beberapa bulan lagi mas.." ucap Yasmin sedih sembari menitihkan air matanya. Gio langsung memeluk istrinya dengan erat.


"Sayang Uda jangan terus menangisi kepergian nya , entar anak kita sedih loh di surga sana. Mungkin anak kita lebih bahagia berada di samping Allah sayang. Semoga Allah memberikan tempat yang Indah pada anak kita di surganya Allah." ucap Gio berusaha menenangkan istrinya yang kembali sedih atas kepergian anak mereka.


"Sayang.." Mita langsung nyamperin menantunya dan memeluknya setelah Gio mengurai pelukannya dari sang istri.

__ADS_1


"Maafin Yasmin ma.. Yasmin tidak bisa menjaga cucu mama.." Yasmin membalas pelukan mama mertuanya sembari meminta maaf.


"Tidak sayang.. ini emang sudah jalan takdir dari Allah.. Gio benar, mungkin cucu mama lebih bahagia disana bersama, Allah." Reza, Indra dan juga Bima ikut sedih melihat Yasmin.


Kemudian Yasmin beralih pada Ayah, Papa dan Bima.


"Ayah, Papa. Maafin Yasmin, Yasmin tidak bisa menjaga calon cucu kalian.." ucap Yasmin dengan wajah sendu.


"Tidak sayang, itu bukan salah kamu." Indra langsung memeluk putrinya di ikuti Bima yang memeluk mereka berdua.


"Kak.." lirih Yasmin.


"Uda dek, jangan nyalahin diri kamu terus. Kita kan tidak tahu kalau semua itu bakalan terjadi dan kita juga tidk bisa mencegahnya. Ikhlaskan biar hati kamu tenang dan tidak sedih. Kami semua sayang sama kamu." jelas Bima nasehati adiknya.


"Kalian masi muda dan jalan kalian masih panjang. Jadi kalian masih bisa honeymoon lagi dan membuat cucu untuk kami kembali..!" Sambung papa Reza sembari menggoda Yasmin agar tidak sedih lagi.


"Nah itu benar sayang.." balas Gio. Sedangkan Yasmin tersenyum malu dengan ucapan papa mertuanya.


*


*


Waktu terus berjalan. Tak terasa sudah tiga bulan telah berlalu setelah kepergian anak mereka. Walaupun mereka belum lagi di kasih kepercayaan memiliki anak, tetapi hubungan mereka berdua tetap mesra dan bahkan semakin harmonis. Yasmin juga sudah tidak sedih lagi dengan kepergian anaknya.


"Sayang kamu jadi ke butik hari ini?" tanya Gio yang masih berada di ranjang. Pagi ini gak tahu kenapa ia malas untuk pergi kekantor.


"Jadi mas.. hari ini banyak barang baru yang masuk ke butik mama.

__ADS_1


Ya, sekarang Yasmin bekerja di butik mamanya dan ia dikasih kepercayaan oleh mertuanya untuk mengurus butiknya. Dengan senang hati Yasmin menerimanya, lagian ia juga bosan kalau harus ikut kekantor sang suami setiap harinya.


Sebenarnya Mita sengaja melakukan itu, agar menantunya memilik kesibukan dan menantunya bisa melupakan kesedihannya, sekaligus Mita juga sudah lelah mengurus butiknya. Jadi ia memberikan butik itu kepada menantu kesayangan nya.


Sudah dua bulan ini Yasmin mengurus butik mama mertuanya. Awalnya Gio kurang setuju, karena tidak mau Yasmin kelelahan. Tapi Yasmin terus memberikan pengertian pada Gio agar mengijinkan nya. Kemudian Gio mengiinjakkannya bekerja dengan syarat makan siang harus bersamanya, tidak boleh kelelahan dan tidak boleh mengabaikan dirinya. Yasmin pun menyanggupi syarat sang suami.


"Gak bisakah hari ini gak ke butik, sayang? mas pengen berduaan aja hari ini sama kamu." pinta Gio pada sang istri. Karena kemaren malam Gio baru saja pulang dari luar kota. Kemudian Gio beranjak dari ranjangnya, lalu mendekati sang istri yang baru saja selesai memakai pakaiannya. "Mas kangen banget sama kamu, sayang." ucap Gio sembari memeluk istrinya dari belakang. Menciumi leher jenjang istrinya.


"mas.. bukannya tadi malam kamu pulang dari luar kota langsung minta ya?" Gio tersenyum mendengar sindiran istrinya.


"Sekali aja gak akan cukup buat mas, sayang. Kamu kan tahu sendiri mas gak bisa tahan kalau Uda dekat sama kamu." bisik Gio di telinga Yasmin, membuat Yasmin merinding seketika. "Oke, kamu boleh kebutik tapi siang aja gimana? biar mas antar nanti." ucap Gio lagi sembari tangannya membuka satu persatu kancing baju kemeja warna cream milik, Yasmin.


"Mas apa kamu gak ke kantor?" tanyanya sembari menahan ******* agar tidak keluar. Karena tangan suaminya sudah merabah tubuh nya kemana-mana.


"Mas hari ini libur, sayang. Karena mas pengen berduaan saja sama kamu." ucap Gio suaranya yang terdengar serak.


"Mas stop." Tapi Gio langsung mengangkat tubuh Yasmin dan membawanya keranjang.


"mas.."


"Hmm, apa sayang?"


"Aku ma.. ehmmppp." Gio langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya.


"mas mau kamu sampai puas, Ara? please.." Kalau sudah seperti ini, Yasmin hanya bisa pasrah di bawah kungkungan suaminya. Dan Yasmin yakin suaminya melakukannya tak cukup sekali dan sudah di pastikan dirinya tidak akan jadi pergi ke butik. Ia tahu suaminya tidak akan mau melepaskan nya.


Mereka pun kembali memadu kasih melanjutkan malam tadi yang hanya melakukan penyatuan sekali. Dan kini Gio benar-benar tidak mau melepaskan sang istri. Karena ia sudah tidak sabar istrinya kembali hamil.

__ADS_1


__ADS_2