
"Sayang, apa Mama boleh masuk?" tanya Mita yang sudah berdiri di depan pintu kamar anaknya.
"Masuk aja ma.." saut Yasmin dari dalam. Cepat-capat Yasmin menghapus air matanya. Karena pas masuk kedalam kamarnya ia kembali menangis, ia masih merasakan sesak atas ucapan sang suami. Lagian selama hamil yang kedua ini ia mudah kali menangis.
Mita membuka pintu kamar anaknya, kemudian Mita masuk kedalam. Dilihatnya Yasmin tengah duduk di tepi ranjang dengan menundukkan kepalanya. Mita mendekat ke menantunya, ia pun ikut duduk di samping Yasmin.
"Sayang, sebenarnya ada apa?" tanya Mita dengan lembut.
Yasmin mengangkat kepalanya, ia menatap Mita sejenak setelah itu langsung memeluk mamanya sambil menangis terisak. "Loh kok nangis? coba cerita ke mama. Apa kalian bertengkar?" tanya Mita lagi.
"Mas Gio mah.."
__ADS_1
"Iya kenapa dengan mas mu? apa dia menyakiti kamu?" Yasmin menganggukkan kepalanya. "Memangnya apa yang di perbuat anak nakal itu, sampai kamu menangis kaya' gini, hmm?" tanya Mita sembari mengelus kepala menantunya dengan sayang.
Kemudian Yasmin menceritakan ke mama Mita dari ia bertemu dengan Citra dan putrinya, lalu menjenguk Yusman yang di rawat di rumah sakit dan sampai ke permintaannya pada suaminya yang meminta untuk membebaskan Shila dan Rangga, sampai membuat Gio mengucapkan sesuatu yang membuatnya sakit hati.
Mita yang mendengar penjelasan dari menantunya itu, menghela nafasnya pelan. "Sayang, mama tahu kamu sangat baik pada orang sekitar kamu dan kamu orang nya juga tidak tegaan. Tapi, kalau kasus seperti ini memang tidak bisa di anggap sepele nak.. wanita itu sudah melakukan pembunuhan berencana namanya. Dan akibat ulahnya calon anak pertamamu sampai tidak bisa di selamatkan. Kalau dia masuk kedalam penjara itu memang sudah hukumannya yang harus ia jalani." ucap Mita menjelaskan ke menantunya dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Kamu juga harus memikirkan perasaan Gio, yang frustasi saat tahu kamu mengalami kecelakaan, gimana hancurnya suami kamu mendengar calon anak kalian yang tiada. Dan kamu juga harus mikirin ayah Indra juga yang sakit melihat putrinya hampir meredang nyawa karena ulah wanita itu. Sayang, kalau wanita itu hanya sekedar marah-marah ke kamu, menghina atau mengancam kamu atau sebagainya, kita masih bisa memaafkannya. Tapi apa yang sudah dia lakukan kepadamu sudah sangat keterlaluan. Oke. Dia bisa kita maafiin, tapi proses hukum tetap berjalan, sayang.. Dan soal putra wanita itu, sama saja nak? Perbuatannya juga tidak di benarkan karena dia hampir saja memperkosa mu dan dia juga sudah menusuk Gio. Dan perbuatannya itu bisa menghilangkan nyawa orang lain, juga." tambah Mita lagi menasehati menantunya. "Gini aja, kalau kamu memang kasian dengan keluarga mereka.. Minta ke suami kamu untuk meringankan hukumannya, tapi jangan meminta membebaskan mereka. Karena dengan mereka di hukum, mereka akan mendapatkan efek jera dan tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari."Ucap Mita memberi saran. "Kamu paham kan, sayang..?" tanya Mita.
"ngerti ma.." saut Yasmin.
"Iya mah."
"Ya udah, kamu istirahat gih. Pasti kamu sangat lelah habis dari rumah sakit." perintah Mita "Mama kaluar dulu ya.. soalnya mama mau memberi pelajaran anak nakal mama yang udah buat kamu menangis." ucapnya bergurau.
__ADS_1
"Mama.." panggilnya sembari tersenyum.
"Nah gitu dong senyum, jadi baby nya di dalam perut ikut senang. Kalau mamanya sedih, baby nya ikut sedih, juga." Yasmin langsung tersenyum lebar menatap mamanya. Mertuanya ini paling bisa membuat dirinya tersenyum dan tertawa kalau ia lagi sedih.
Setelah Mita selesai berbicara pada menantunya. Kini Mita berjalan menuju ruangan kerjanya putranya untuk menasehatinya juga.
Ceglek
Mita pun masuk kedalam ruangan kerja putranya tanpa ketuk pintu dulu. Gio yang memejamkan matanya tapi tidak tidur, langsung membuka matanya untuk melihat siapa yang masuk, kedalam.
"Mama.." ucap Gio setelah melihat siapa yang masuk kedalam ruangan kerjanya.
__ADS_1
Kemudian Gio bangun dan duduk dengan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Mita duduk di samping putranya, lalu menjewer telinga putranya sangat kuat. Membuat Gio mengadu kesakitan.