
"Pagi Pah, mah.." sapa Gio yang baru saja duduk di meja makan.
"Pagi sayang.." balas mereka berdua.
"Loh kok kamu sendiri, mana Yasmin?" tanya Mita.
"Yasmin sakit mah. Kaya nya dia masuk angin, soalnya menantu mama muntah-muntah terus." jawab Gio sembari mengoleskan roti untuk sang istri.
"Muntah-muntah?!"
"Iya mah. Tapi yang anehnya kalau setiap dekat dengan Gio, Yasmin langsung mual dan muntah. Apalagi kalau Gio mau cium, pasti mual. Emangnya ada ya mah orang masuk angin seperti itu?!" tanya Gio yang bingung dengan sikap istrinya. Tadi selesai ia mandi Gio mau peluk dan cium, istrinya itu mual dan mau muntah lagi. Padahal ia sudah mandi dan memakai parfum banyak. Tetap saja istrinya masih mual jika dekat dengannya.
"Mama kok senyum-senyum gitu." kesal Gio. "Mama pasti senang kan kalau anaknya menderita. Mama bukannya menjawab dan ngasih saran ke Gio, eh ini malah di ketawain." rajuk Gio.
"Kamu tahu nak? Sepertinya istri kamu bukan masuk angin, tapi_-"
"Tapi apa mah?" potong Gio langsung.
"Dengar dulu, jangan main potong aja kalau orang bicara." ucap Mama Mita. "Sepertinya menantu mama hamil deh." ucap Mita lagi sembari tersenyum senang.
"Ha-hamil? Yasmin hamil mah?" tanya Gio meyakinkan.
__ADS_1
"Dari apa yang di alami menantu mama, kayanya sih gitu." ujar Mama Mita.
"Ma-mama serius?! Beneran mah kalau Yasmin sudah hamil?" tanya Gio lagi tak percaya. Alhamdulillah kalau memang benar istrinya hamil. Ia tidak menyangka akan di beri kesempatan secepat ini sama Allah. "Mah Gio antar sarapan Yasmin dulu, sekalian kasih tau dia." ucap Gio antusias.
"Biar Mama saja yang antar sarapannya, kamu sarapan aja dulu. Lagian istri kamu juga gak bisa dekat-dekat sama kamu kan? nanti yang ada menantu mama mual terus." Mita pun beranjak dari kursinya lalu mengambil nampan yang sudah ada roti dan teh hangat untuk Yasmin.
Sedangkan Gio wajahnya langsung cemberut, mendengar ucapan mamanya.
"Uda, jangan di tekuk gitu mukanya. Itu biasa bawaan ibu hamil. Papa dulu lebih parah, saat mama hamil kamu." ucap Reza pada putranya.
*
"Sayang, kata Gio kamu mual terus, ya?" tanya Mita yang sudah berada di kamar anaknya.
"Mas mu ada, lagi sarapan. Tadi kata Gio kamu selalu mual kalau ada di dekat mas kamu, beneran?"
"Iya mah, Yasmin juga bingung bisa seperti itu." Mama Mita tersenyum menatap menantunya.
"Kamu Uda pernah tes gak?" tanya Mita lagi.
"Tes? tes apa mah?" tanya Yasmin bingung.
__ADS_1
"Tes kehamilan, sayang? apa kamu ada telat?"
"Tes hamil? telat?" Seketika Yasmin menutup mulutnya terkejut. Kemudian ia mulai mengingat-ingat kapan dirinya terkahir datang bulan. "Kayanya bulan kemaren uda telat deh mah. Tapi entah lah Yasmin lupa mah." ucap Yasmin yang tidak begitu yakin.
"Ya uda tidak apa-apa. Entar Gio mama suruh beli tes kehamilan di apotik. Entar Kalau memang positif baru kita periksa ke Dokter." kemudian Mama Mita memberikan teh hangat kepada menantunya.
Selesai sarapan Gio masuk kedalam kamar, dilihat istrinya tengah berbincang-bincang dengan mamanya.
"Sayang gimana keadaan kamu? apa uda lebih baik?" tanya Gio yang masih terlihat kuatir.
Mita dan juga Yasmin serentak menatap Gio yang sudah ada di dalam kamar. "lumayan mas."jawab sang istri.
"apa mas boleh dekat kamu, sayang..? mas kangen." rengek Gio. Membuat Yasmin tidak tega dan merasa bersalah.
"Boleh, sini." Gio langsung tersenyum senang. Gio pun berjalan mendekat ke istri. Tapi baru ingin duduk di sebelah istrinya, Yasmin langsung mual. Yasmin pun berlari ke kamar mandi. Gio yang melihat itu hanya bisa diam mematung. Sedangkan Mama Mita tersenyum senang melihat calon cucunya menyiksa papanya.
"Sabar ya nak? sepertinya calon cucu mama tidak menyukai papanya dekat-dekat dengan maminya." ucap Mita yang langsung menyusul menantunya kekamar mandi.
*
*
__ADS_1
πΉHei teman-teman dan kakak-kakak author tersayang.. terimakasih pada kalian yang masih mau membaca karya author dan memberi komentar, like dan Vote nya.. π Author punya karya terbaru nih. Judulnya PERJUANGAN CINTA JUNA. Jangan lupa mampir ya..πβ€οΈπΉ