
"Non malam ini mau makan apa,?" tanya mbok Ita. "Biar mbok masakin sekarang, non.."
Meraka saat ini sudah berada di Villa. "Mbok aku pengen makan tumis kangkung sama telur dadar.." Pinta Yasmin.
"Siap non. Mbok akan akan masakin makanan ke sukaan non." ujar mbok Ita.
"Ya udah, Yasmin masuk kedalam kamar dulu ya mbok.. mau shalat Maghrib."
"Iya non." balas mbok Ita
Mbok Ita sendiri adalah penjaga dan pengurus Villa milik keluarga Gio. Ia menjaga Villa tersebut bersama sang suami. Villa tersebut di bangun oleh Reza, dan disana ada lima Villa yang letaknya berdekatan. Reza sengaja membuat beberapa karena memang sekalian di sewakan untuk turis ataupun keluaga yang ingin berlibur di Bali.
Selesai memasak kesukaan majikannya, mbok Ita menyiapkan susu hamil untuk Yasmin.
"Udah selesai sholatnya non?" tanya mbok Ita yang melihat Yasmin masuk ke ruangan meja makan.
"Udah mbok." jawabnya sembari tersenyum menatap mbok Ita. Kemudian Yasmin melihat di meja makan sudah tersaji tumis kangkung dan telur dadar kesuksesan nya. Ia pun langsung duduk.
"Mbok, panggil suami mbok. Kita makan sama-sama." ajak Yasmin.
"Baik non, mbok panggil dulu." balasnya.
Seperti itulah mereka selalu makan bertiga di Villa milik keluarga Gio.
*
__ADS_1
*
Pagi harinya Gio sudah siap akan terbang ke Bali. Ia berangkat jam 10 pagi. Rasanya malas untuk pergi ke sana. Ia juga merasa tubuhnya kurang fit hari ini. Tetapi mau gimana lagi ini sudah pekerjaan yang harus ia lakukan dan selesaikan.
"Sarah mungkin besok Leo akan kembali dari Singapura, ada beberapa berkas yang belum saya selesaikan. Besok kamu serahkan ke Leo dan suruh ia menyelesaikan semuanya." pesan Gio sekaligus perintah.
"Baik, pak."
Gio pun keluar dari ruangannya dengan membawa koper yang berisi pakaian dan beberapa berkas untuk ia bawa' ke Bali dan ia akan seminggu berada disana untuk meninjau pembangunan Resort disana. Dan Gio ke bandara di antar dengan supir kantornya.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, akhirnya Gio sampai juga di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Di Bandara pun sudah ada yang menjemput nya untuk mengantarkan ke Villa miliknya.
"Pak Gio mau langsung ke Villa atau kemana dulu?" tanya lelaki yang menjemput Gio yang bernama Edi.
"Baik." Mobil yang di naiki Gio melaju menuju pembangunan proyek Resortnya.
Sampainya disana Gio di sambut hangat dengan kepala proyek.
"Selamat datang pak Gio, senang bisa berjumpa dengan pak Gio secara langsung." ucap Kepala proyek yang bernama Rusdi sembari mengulurkan tangannya.
"Sama-sama Pak Rusdi." balas Gio menyambut tangan Rusdi. "Gimana pembangunan nya?" tanya Gio.
"Alhamdulillah lancar pak,"
"Bagus." ujar Gio sembari melihat-lihat area pembangunan Resort nya. Gio tersenyum menatap proyek bangunan yang ia kerjakan. Dan tak lama lagi Resort yang ia bangun akan rampung.
__ADS_1
"Oh iya pak Gio, bertepatan jam makan siang sudah waktunya. Kami sudah menyiapkan makan siang di kantor, Pak." ajak pak Rusdi.
"Emm, oke." balas Gio sembari mengikuti Rusdi berjalan menuju kantor yang tak jauh dari area pembangunan. Mereka pun berbincang-bincang di sela-sela makan siangnya.
Tepat pukul 4 sore Gio selesai mengecek pembangunan Resort. Kemudian ia meminta Edi untuk di antar ke Villa papanya. "Ed, kita ke Villa ya?" ujar Gio pada supir yang siap mengantar kan Gio selama berada di Bali.
"Baik, pak." jawab supir tersebut.
Setengah jam mereka pun sampai di Villa Papanya. Gio pun menempati salah satu Villa milik papanya dan akan tinggal disana selama seminggu ini.
Gio keluar dari mobil, matanya memandang sekeliling Villa papanya. Sudah lama ia tidak pernah ke Villa ini. Villa yang di bangun oleh Papanya saat ia masih sekolah di bangku SMA. Mereka sering berlibur di Villa ini, dulu. Dan terakhir ia kesini satu tahun yang lalu, soalnya kalau ada bisnis di Bali ia sering tinggal di hotel. Karena Villa papanya sering di sewa oleh orang yang berlibur di Bali.
"Loh pak Gio kesini?" tanya Mbok Ita yang melihat mobil berhenti tepat di Villa salah satu majikannya. Dan setelah di lihat, ternyata Gio, anak dari Tuan Reza.
"Eh mbok, ia nih lagi pengen nginap disini. Soalnya ada pekerjaan di Bali." jawab Gio. "Oh iya mbok, Villanya ada yang kosongkan?" tanya Gio.
"Ada pak, ada dua yang kosong." jawab Mbok Ita sedikit was-was karena takut anak majikannya tahu kalau Yasmin, istrinya berada di sini juga. Mbok Ita tahu masalah yang terjadi antara Gio dan Yasmin. Karena Reza sudah menceritakannya semua dan menyuruhnya untuk menjaga Yasmin selama berada di Villa ini.
"Ya ampun gimana ini kalau pak Gio tahu, non Yasmin ada di Villa ini juga. Atau ini memang sudah saatnya mereka bertemu ya.." gumam mbok Ita dalam hati.
"Hei mbok, kok malah bengong.." ucap Gio menyentuh bahu mbok Ita.
"Eh, iya pak." Mbok Ita pun tersadar dari lamunannya. "Mari pak, saya antar ke Villa yang masih kosong." Gio lalu mengikuti mbok Ita menuju Villa yang masih kosong. Edi pun mengikuti mereka dengan membawa koper milik Gio.
Gio baru saja selesai membersihkan dirinya dan tubuhnya sudah lebih segar, sekarang. Karena masih jam 5 sore, Gio memutuskan melihat pantai yang letaknya tak jauh dari Villa. Agar pikirannya lebih sedikit tenang. Dengan menggunakan kaos polos berwarna hitam dan celana pendek, Gio keluar dari Villa berjalan kaki menuju pantai.
__ADS_1