YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 120


__ADS_3

"Bagaimana kondisi suami saya Dok?" tanya Yasmin pada Dokter yang menangani suaminya. Lelaki berjas putih itu pun tersenyum tipis menatap Yasmin.


Saat ini Gio sudah berada di rumah sakit. Pada saat Yasmin teriak minta tolong, mbok Ita yang akan memanggil Yasmin di pantai mendengar suara terikan Yasmin. Dan Mbok Ita langsung menghampirinya karena takut terjadi sesuatu. Melihat Yasmin duduk di pasir, sembari menangis dengan seorang yang tergeletak di pasir yang ternyata Gio, anak dari majikannya. Mbok Ita pun meminta bantuan suaminya untuk membawa Gio ke rumah sakit.


"Pasien mengalami dehidrasi, dan kekurangan cairan. Jadi untuk sementara waktu pasien harus di infus dan dirawat beberapa hari di rumah sakit." jelas Dokter.


"Dehidrasi Dok?"


"iya Bu," jawab sang Dokter. "Baik, Bu kalau gitu saya permisi." pamit Dokter pada Yasmin.


"Baik Dok, terimakasih." balas Yasmin. Dokter tersebut langsung pergi meninggalkan Yasmin.


"Ya Allah mas, kenapa kamu sampai jadi seperti ini?" ucap Yasmin menatap sedih, suaminya. "Apa kamu tidak mengurus dirimu dengan baik, mas?" ujar Yasmin sembari menggenggam tangan suaminya. Yasmin menjadi merasa bersalah karena sudah meninggalkan suaminya beberapa bulan ini. Membuat keadaan suaminya sampai seperti ini. Ia yakin pasti suaminya kelelahan, dan kurang istirahat.


Yasmin mengusap rambut suaminya dengan sayang. Ia benar-benar menyesal sudah mengikuti rencana keluaga nya. "Maafkan aku mas, yang sudah meninggalkan mu hanya untuk memberi hukuman padamu." Yasmin mencium tangan suaminya. "Mas, bangun ya.. aku tidak pernah marah pada kamu, mas.. dan aku sudah memaafkan mu. Please cepat bangun.. apa kamu tidak ingin mengelus perut ku mas.. anak kamu sudah sangat merindukan papanya." ucap Yasmin sembari meletakkan tangan Gio ke perutnya.

__ADS_1


Setelah dua jam, akhirnya Gio sadar dengan perlahan ia membuka matanya. Gio menatap keseluruhan ruangan, ia bingung dirinya ada dimana. "Aku ada dimana?" tanyanya lirih. Saat Gio akan mengerahkan tangannya, ia meringis merasakan sakit pada punggung tangan nya dan ia melihat tangannya terpasang jarum infus.


"Apa aku ada di rumah sakit?" Gio mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya, sampai ia masuk rumah sakit.


"Yasmin..!" ucap Gio yang sudah mengingat saat di pantai tadi. "Ya aku tadi melihat Yasmin." kemudian Gio melihat lagi keseluruh ruangan. Kosong. Tidak ada siapa-siapa, hanya ada dirinya di dalam ruangan ini. Air matanya mengalir lagi, dadanya terasa sesak. Ternyata ia hanya halusinasinya saja. Tetapi tadi, Yasmin ada di hadapannya seperti nyata. "Enggak, ini nyata tadi itu beneran Yasmin. Isstt..!" Gio merasakan kepalanya sangat pusing saat mencoba untuk bangun. Gio memejamkan matanya merasakan kepalanya sangat pusing dan tubuhnya juga terasa lemas..Gio pun merebahkan lagi tubuhnya.


"Aku yakin itu tadi beneran istriku, saat aku memeluknya terasa nyata." lirih Gio yang masih memejamkan matanya. "Gak, aku harus bangun dan mencari Yasmin. Aku yakin itu tadi beneran istriku." Gio mencoba bangun, dan berusaha mengabaikan rasa pusing di kepala nya.


"Isstt.. auw! Kenapa kepalaku sakit banget." kesal Gio yang kembali memejamkan matanya.


Deg


Jantung Gio berdetak kencang mendengar suara lembut yang sangat ia kenal.


"Mas kamu Uda bangun.." ucap Yasmin lagi yang baru saja masuk keruangan rawat suami nya. Yasmin sendiri habis dari luar menelpon keluarganya, memberitahukan kalau Gio ada di Bali dan sudah bertemu dengan nya sekalian ia memberitahukan saat ini suaminya itu masuk rumah sakit.

__ADS_1


Ia juga baru mengambil makanan untuk makan malam yang sudah mbok Ita bawakan untuknya. Tadinya mbok Ita mau ikut menemani Yasmin menjaga Gio, tapi Yasmin melarangnya dan menyuruh mbok Ita untuk pulang ke Villa.


"Alhamdulillah, mas kamu sudah sadar.." ucap Yasmin lagi sembari berjalan menghampiri ranjang suaminya.


Gio yang tadinya memejamkan matanya karena menahan sakit di kepalanya, langsung membuka matanya. Kemudian ia melihat wanita yang ia cintai ada di hadapannya.


"Sayang ini beneran kamu kan..?" tanya Gio dengan airmatanya sudah mengalir. Ia belum terlalu yakin, ia takut ini hanya halusinasinya saja.


"Mas..ini benaran aku, Yasmin, istri kamu." jawabnya sembari duduk di samping ranjang suaminya. "Maaf mas karena aku, kamu sampai sakit seperti ini." ucap Yasmin merasa bersalah pada sang suami.


Gio masih terus memandang wajah istrinya, ia sama sekali tidak mau berpaling. Dirinya takut saat ia berpaling, istrinya akan menghilang dari pandangannya.


"Mas.. apa ada yang sakit?" tanya Yasmin lembut sembari menghapus air mata suaminya yang mengalir terus.


Kemudian Gio meraih tangan Yasmin lembut, lalu menciuminya. "sayang.. mas minta maaf atas kesalahan yang mas lakukan padamu, maaf sayang." ucap Gio menangis terisak. Membaut Yasmin merasakan sesak. "Jangan tinggalkan mas, sayang.. mas mohon?" rintih Gio. "mas mencari kamu kemana-mana. Sayang, maafkan kesalahan mas yang sudah menyalahkan kamu atas yang terjadi pada mama. Padahal kamu juga nyaris celaka. Maafkan mas yang sudah egois yang kekeh gak mau menemui kamu. Mas benar-benar merasa sudah menjadi suami yang tidak berguna untuk kamu dan calon anak kita. Sayang.. mas mohon maafkan mas. Tolong maafkan lelaki yang bodoh ini. Sayang.. hukum saja mas, tampar saja mas, pukul saja mas. Tapi mas mohon jangan pernah tinggalkan mas. Mas gak bisa, mas gak kuat dan mas bisa gila tanpa kamu sayang.." ucap Gio menyesali semua kesalahan nya. "Sayang, beri mas kesempatan untuk memperbaiki apa yang sudah mas lakukan padamu." rintih Gio lagi.

__ADS_1


Yasmin menjadi tidak tega dengan suaminya. Ia bisa melihat penyesalan di mata suaminya.


__ADS_2