
"Sayang kamu sudah sadar.." ucap Mama Mita yang baru saja masuk ke dalam ruangan rawat Gio.
"Mam.." Gio tersenyum kecil melihat kedatangan mamanya.
"Sayang, gimana keadaan kamu? lukanya gimana apa masih sakit?" tanya mama Mita.
"Alhamdulillah mam uda lebih baik, hanya ngilu sedikit." jawab Gio sembari matanya menatap ke arah pintu. Berharap seseorang yang ia harapkan datang. Papanya tadi bilang, kalau mamanya pergi bersama Yasmin. Tapi kenapa Yasmin tidak ada, sedangkan mamanya sudah masuk ke ruangannya. 'kamu kemana Yas.. apa kamu tidak ingin melihat keadaan saya..' gumam Gio dalam hatinya.
Mama Mita yang memperhatikan Gio, tersenyum melihat anaknya terus saja menatap kearah pintu.
"Sayang, hei kamu kenapa?" tanya Mama Mita.
"Mam,"
"iya sayang.. ada apa?" tanya mama Lagi.
"apa tadi mama bersama Yasmin?"
"Iya." jawab Mama Mita singkat.
"Sekarang dia kemana mam? kok gak kesini. Yasmin baik-baik aja kan mam?" Mama Mita tersenyum menatap anak yang paling ia sayangi.
"Dia baik-baik saja. Hanya saja dia sedikit trauma karena kejadian kemaren yang hampir di nodai sama mantan tunangannya." jawab Mama Mita. Mengingat kejadian itu lagi, Gio langsung mengepalkan kedua tangannya. Rasanya ia belum puas menghajar lelaki brengsek itu. Apalagi lelaki itu sudah membuat dirinya sampai seperti ini.
__ADS_1
"Apa Yasmin tahu, kalau Gio Uda sadar mam?" tanya Gio kembali. Karena sudah satu jam ia sadar, tapi Yasmin belum juga menjenguknya.
Kemudian Mita menghela nafasnya pelan.
"Yasmin tahu sayang.. Tadi dia titip salam buat kamu dan juga dia bilang sama mama, kalau dia belum bisa lihat kamu, karena masih ada urusan." jelas mama Mita.
Mendengar jawaban dari mama nya, Gio mendesah kecewa. Karena Yasmin tidak datang kerumah sakit.
"Nak kamu harus banyak istirahat dulu."sambung Papa Reza yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan istri dan anaknya. "Soal Yasmin, pagi tadi dia sempat kesini jenguk kamu, tapi kamunya belum sadar."ucap Reza lagi.
"Beneran mah,?" tanya Gio meyakinkan.
"iya sayang.." jawab Mita.
"Apa? Yasmin donorkan darahnya untuk Gio?" tanyanya terkejut.
"Iya sayang, karena kemaren kamu harus di Operasi dan membutuhkan banyak darah. Dan, karena stok darah dirumah sakit tidak cukup, jadi Papa dan Yasmin yang mendonorkan darahnya untuk kamu." jelas Mama Mita.
Deg
Jantung Gio berdegup kencang mendengar apa yang di ucapkan oleh Papa dan mamanya. Gio tidak menyangka, Yasmin mau memberikan darahnya untuk dirinya. Membuat ia semakin tidak sabar ingin bertemu dengan Yasmin. Entah kenapa ia jadi begitu merindukan Yasmin dan ingin memeluk erat Yasmin, serta menjaganya lebih ektra lagi.
Malam harinya, Gio hanya di temani oleh Papa Reza di ruangan nya. Sedangkan Mama Mita sudah pulang kerumah. Gio menyuruh mamanya untuk pulang dan istrahat di rumah. Gio tidak mau mamanya leleh menjaganya. Entar yang ada mamanya juga ikut sakit. Lagian dirinya sudah lebih baik. Dan kata Dokter beberap hari kedepan Gio sudah di perbolehkan pulang kerumah.
__ADS_1
Tok tok tok
Terdengar ketukan pintu dari luar ruangan rawat Gio. Dalam hati berharap itu adalah Yasmin yang datang menjenguknya.
"Masuk." ucap Papa Reza yang lagi asik melihat ponselnya.
Seseorang pun membuka pintunya, lalu masuk kedalam. Melihat siapa yang masuk kedalam ruangan nya, wajah Gio tadinya ingin tersenyum pun tidak jadi. Dan Gio langsung menunjukkan wajah datarnya.
"Kenapa mukanya jutek gitu bos? kaya gak senang gitu kalau saya datang." sindir Leo.
Ya, yang baru saja datang adalah Leo asisten dari Gio, untuk menjenguk bosnya itu. Leo sendiri jam 8 malam baru saja pulang dari kantor, solanya ia lembur. Karena Gio masuk rumah sakit, jadi semua pekerjaan dan meeting hari ini di handel oleh Leo semua.
"Ck! ngapain Lo kesini?!" tanya Gio ketus.
"Ya jenguk bos lah! habis ngapain lagi saya kesini." jawabnya sembari tertawa.
"Malam tuan.." sapa Leo pada Reza.
"Malam Le.." balas Reza. "Gimana kantor Le?" tanya Reza pada Leo.
"Kantor aman, tuan." jawab Leo sembari berjalan menuju sofa. Lalu Leo duduk di sebelah Reza.
"Yasmin sebenarnya kamu kemana sih? sampai sekarang kamu belum juga datang lihat saya. Ponsel kamu juga tidak aktif. Aku disini nunggu kamu Yas.. please datang, saya kangen kamu." gumam Gio dalam hati.
__ADS_1