
Sudah dua Minggu Gio berada di Bali, tepat hari ini Gio akan pulang ke Jakarta karena pekerjaan nya sudah selesai di Bali dan pekerjaan yang di Jakarta sangat menumpuk karena sudah ia tinggalkan selama dua Minggu, tapi untungnya masih ada Leo. Tak lupa Gio mengajak istrinya untuk ikut dirinya pulang, karena mamanya sudah sangat merindukan putrinya.
Selama di Bali, Gio tak mau melewatkan untuk berjalan-jalan. Gio mengajak Yasmin mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah dan kulineran. Membuat wanita hamil itu sangat bahagia. Soalnya selama ia berada di Bali Yasmin tidak pernah keluar kemana pun. Ia hanya pergi ke pantai yang tidak jauh dari Villa milik keluarga suaminya.
"Sayang, jangan capek-capek. Mas kan sudah bilang biar mas saja nanti yang akan menyusun pakaian kamu ke koper." ujar Gio yang melihat istrinya sibuk menyusun pakaian nya. Gio sangat kuatir istrinya kelelahan.
"Gak apa-apa mas, hanya menyusun pakaian saja gak akan capek." balas Yasmin.
Gio yang masih disibukkan mengetik sesuatu di laptopnya, langsung meletakkan laptopnya di atas meja. Kemudian berjalan mendekat ke istrinya.
"Jagan bantah, mas gak mau kamu kelelahan. Soalnya besok kita pagi-pagi harus sudah siap. Kita kan berangkat pagi sayang.." ucap Gio sembari menarik lembut tangan istrinya, menjauh dari kopernya. Gio membawa istrinya ke ranjang, dan merebahkan tubuh Yasmin ke atas ranjang tak lupa ia menyelimuti tubuh istrinya.
"Kamu istirahat ya sayang, biar semua mas yang menyelesaikan." Gio mengecup kening Yasmin, lama.
"Tap_-" Gio langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya.
"Tidak ada bantahan, sayang.." Yasmin mengerucutkan bibirnya sebel pada suaminya.
"Hahaha.. jangan digituin bibirnya, entar mas cium sampai bibir kamu bengkak, loh." ucap Gio yang berjalan menuju sofa dan melanjutkan pekerjaannya lagi.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan kamu, mas." kesal Yasmin.
"Sayang.."
"Iya mas ku yang bawel.." Gio hanya terkekeh geli dengan jawaban istrinya.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, mereka sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dan supir kantor Gio sudah menjemput mereka di Bandara.
"Sayang, kalau kamu capek tidur saja. Soalnya kerumah mama satu jam lagi." ucap Gio yang menatap wajah istrinya terlihat lelah. Gio pun menyandarkan kepala Yasmin ke bahunya, sembari mengelus lembut perut istrinya.Yasmin yang merasa lelah langsung saja memejamkan matanya.
*
"Alhamdulillah baik mah. Yasmin juga sangat merindukan mama." jawab Yasmin dengan tersenyum lebar menatap mamanya. "Mama gimana kabarnya?"tanya Yasmin yang langsung menundukkan kepalanya, ia sedih mengingat apa yang telah terjadi dengan mamanya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Mita.
"Ma-maaf mah, maafin Yasmin. Andai mama tidak menyelamatkan Yasmin, mama tidak akan sampai jatuh dari tangga dan masuk rumah sakit." ucap Yasmin merasa bersalah. "Maa_-"
"Stop Yasmin!" potong Mita. "Mama gak suka kamu menyalahkan dirimu sendiri. Kalau saat itu mama tidak menyelamatkan kamu, pasti yang akan jatuh dari tangga itu kamu. Dan calon cucu mama tidak akan selamat. Begitu juga dengan kamu. Pasti kalau sampai itu terjadi, mama yang akan menyesal sayang." beber Mita menjelaskan ke menantunya agar tidak menyalakan dirinya sendiri. "Jadi sayang, mama mohon jangan mengingat dan membahas itu lagi. Buat mama kamu dan calon cucu mama, baik-baik saja. Lagian Mama sudah tidak apa-apa dan sudah sehat dan baik." Tambah Mita lagi. "udah ah jangan nangis, entar kalau menangis anak mama yang cantik ini jadi jelek loh." goda Mita.
__ADS_1
"Mama.." Yasmin langsung memeluk Mita sembari menangis.
Gio yang sedari tadi berdiri tak jauh dari istri dan mamanya. Ikut menitihkan airmatanya. Karena itu membuatnya megingatkan dirinya yang menyalahkan istrinya. Dan sampai membuatnya mengabaikan istrinya yang lagi hamil.
"Mama.." panggil Gio. Karena sudah dari tadi ia sampai kerumah mamanya, mamanya belum juga mau berbicara padanya.
Mita langsung menoleh ke arah putranya. Saat ini mereka lagi duduk di ruang tengah sembari berbincang, sedangkan Reza tidah ada di rumah dan lagi ada keperluan di luar. "Apa Mama belum mau juga memaafkan anak mama yang bodoh ini?" tanya Gio dengan wajah sendu.
Gio beranjak dari sofa, kemudian menghampiri mamanya. Gio bersimpuh di depan mamanya sembari meminta maaf.
Mita menghela nafasnya, kemudian melirik menantunya sejenak. "Mah please..," ucap Yasmin tanpa suara, lalu mamanya menatap putranya lagi.
"Baiklah, mama akan maafkan kamu. Tetapi ini yang terakhir kamu menjadi lelaki tidak peka dan suami yang bodoh." ujar mamanya yang memberi senyuman lembut kepada anaknya. "Dan satu lagi, jaga menantu mama dan calon cucu mama dengan baik. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan sampai kamu mengabaikan istrimu yang lagi hamil." tambah Mita lagi.
"Baik mah. Gio akan menjaga istri dan calon anak kami. Dan Gio tidak akan mengabaikan mereka. Terimakasih mama." Gio beranjak, lalu memeluk mamanya dengan erat. "Mama tahu, kalau Gio sangat menyayangi mama." Lalu Mita membalas pelukan anaknya.
"Iya, mama tahu itu."
Yasmin pun tersenyum senang melihat Mama Mita sudah memaafkan putranya.
__ADS_1