
"Sayang, kalian sudah kembali dari Singapura?" tanya mama yang langsung memeluk Yasmin.
"Mama kangen banget sama kamu. Walaupun sering telponan tapi beda rasanya kalau bertemu langsung." Yasmi pun membalas pelukan hangat dari mama Mita.
"Ma..! Uda dong jangan Yasmin terus yang di peluk, anak tampan mama juga mau di peluk.." rajuknya. Mita melepaskan pelukannya dari Yasmin. Kemudian menjewer telinga Gio.
"Aduh. Sakit mah.. Gio kan minta di peluk bukan pulang-pulang malah di jewer." ucap Gio sembari berusaha melepaskan tangan mamanyadari telinga nya.
"Dasar kamu ya, anak nakal! ngerjain mama aja! untung mama gak punya penyakit jantung, kalau ada apa gak langsung kena serangan jantung mama." kesal Mita yang masih menarik telinga anaknya.
"Mah udah dong, iya Gio minta maaf. Sayang, bantu mas telinga mas sakit nih. Gak kasian apa sama calon suaminya?" Yasmin hanya tersenyum saja mendengar rengekan Gio minta tolong padanya.
Kemudian Yasmin meninggalkan Gio dan mama Mita masuk kedalam.
"Sayang.. kok malah di tinggal sih!" teriak Gio.
"Sayang, sayang! kepala mu peyang?!" Mama Mita pun melepasakan telinga Anaknya itu lalu meninggalkan Gio masuk kedalam.
*
"Mas apa gak terlalu cepat?" Saat ini mereka tengah membahas pernikahan setelah selesai makan malam.
"Enggak, sayang? kamu tahu, usia mas Uda 29 tahun. Jadi emang sudah waktunya mas menikah. Terlalu lama kalau kita menikah satu atau dua tahun lagi. Mas gak mau kamu nantinya di ambil orang." jelas Gio.
"Iya Yasmin, Gio benar. Apalagi Papa dan Mama uda semakin tua. Kalau kalian terlalu lama menikah, takutnya di usia kami saat ini tidak bisa menyaksikan pernikahan kalian." sambung mama Mita.
"Mama jangan ngomong seperti itu? Iya, Yasmin mau kok menikah dengan mas Gio." ucap Yasmi setujuh kalau sebulan dari sekarang mereka akan menikah.
"Tapi gimana dengan wali dari Yasmin ?" tanya Yasmin bingung, karena dia tidak memiliki siapapun lagi.
__ADS_1
"Yasmin, kamu kan masih memiliki ayah ? mau tidak mau kamu harus bertemu dengan ayah kandung kamu." jawab Reza akhirnya buka suara. Karena sedari tadi hanya menyimak saja.
"Papa benar sayang. Kamu harus tunjukkan ke Ayah kamu, yaitu om Indra kalau kamu adalah anak kandungnya. Lagian ayah kamu berhak tahu kalau dia juga memiliki anak perempuan dari Tante Nilam. Mas yakin, om Indra sangat senang kalau ternyata dia memiliki putri cantik dari Tante Nilam, istri yang sangat ia cintai." ujar Gio memberi saran ke Yasmin.
"Ta-tapi, Yasmin takut kalau Ayah memiliki istri lagi dan Yasmi malah merusak kebahagiaan mereka." balas Yasmin.
"Sayang, siapa bilang ayah kamu sudah menikah lagi?" tanya Gio. Yasmin hanya menggelengkan kepalanya saja. "sayang, semenjak Ibu kamu meninggal dunia, Ayah kamu tidak pernah menikah lagi. Karena ayah kamu sangat mencintai ibu mu." tutur Gio menjelaskan.
"Kamu tahu darimana nak?" tanya Reza.
"Sejak Gio mencari keberadaan Yasmin, Gio mencari tahu dulu tentang Tante Nilam, pah. Dan saat itu Gio jadi mengetahui kalau ternyata Tante Nilam istri dari om Indra Prasetyo, ayah dari Bima Prasetyo." jawab Gio menjelaskan.
"Yasmin apa kamu siap nak, bertemu dengan Ayah dan kakak kamu?" tanya Reza sembari menatap Yasmin. Gio pun langsung menggenggam tangan Yasmin, memberikan semangat. Yasmin sendiri sedang berpikir sanggup atau tidak nya ia bertemu dengan Ayah kandungnya sendiri selama 23 tahun tidak pernah bertemu.
"Sayang.." Gio mengelus kepala Yasmin dengan lembut dan sayang. Kemudian Yasmin menatap Gio dengan raut wajah sendu. "Gimana? Apa kamu siap, sayang?" tanya Gio. "Kita mau nikah, kamu harus ada walinya, sayang.. Kecuali kamu benar-benar tidak memiliki siapapun lagi, baru bisa di wakilkan oleh Penghulu. Tapi ini, ayah kamu masih hidup." tambah Gio lagi.
"Baik, Yasmin mau bertemu dengan Ayah kandung Yasmin." Ucap Yasmin akhirnya.
*
*
Tiga hari telah berlalu, tepat hari ini mereka semua akan bertemu dengan Indra Prasetyo setelah Reza sudah membuat janji pada Indra sendiri tiga hari yang lalu. Dengan alasan ingin mengecek kesehatan jantungnya pada Dokter Indra dan Reza tidak mau dengan Dokter lain kecuali Dokter Indra. Indra pun menyetujui nya. Karena kesibukan dan seringnya Indra keluar kota, membuat Indra baru bisa bertemu sekarang dengan Reza. Dan mereka akan bertemu di Rumah sakit milik Indra sendiri.
Sampainya disana dan setelah bertanya dimana ruangan milik Dokter Indra pada Resepsionis, mereka semua di antar oleh salah satu perawat ke ruangan Dokter Indra.
"Ini tuan ruangan, Dokter Indra." ucap perawat yang mengantar mereka.
"Baik, suster. Terimakasih.."
__ADS_1
"Sama-sama tuan." perawat tersebut langsung meninggalkan mereka.
Tok Tok tok
Reza mengetuk pintu ruangan Dokter Indra. " Masuk.." Indra menjawab dari dalam.
Reza dan Mita memutuskan masuk terlebih dahulu. Dan setelah mereka bicara baru Gio akan membawa Yasmin masuk.
"Sayang, tenang jangan gugup gitu." ucap Gio sembari mengelus pipi Yasmin dengan lembut. Gio bisa merasakan Yasmin gemetaran, telapak tangannya sedikit berkeringat. Yasmin pun tak mau melepaskan genggaman tangannya dari Gio.
"wah ternyata pak Reza sudah datang.." ucap Indra langsung berdiri menyambut dan bersalaman dengan Reza dan Mita. kemudian menyuruh tamunya duduk.
"Sibuk banget Dokter Indra, sampai saya harus menunggu tiga hari baru bisa bertemu." ucap Reza basa-basi.
"Ah, biasalah pak Reza." balasnya. "Siapa nih yang mau di cek kesehatan jantungnya?" tanya Dokter Indra langsung.
"Jangan buru-buru Dok, kita ngobrol-ngobrol dulu." jawab Reza.
"Hahaha.. iya, iya. Benar juga kata pak Reza." Setelah mengobrol hal tidak penting, berapa menit mereka sempat diam. Kemudian Reza mulai berbicara serius dengan Dokter Indra.
"Dokter Indra, sebenarnya kedatangan saya dan istri saya kesini bukan untuk mengecek kesehatan kami." ucap Reza dengan menatap Dokter Indra serius.
"Maksud Paka Reza pa nih? kalau buka mengecek kesehatan jantung, lalu ada hal apa sampai pak Reza ingin bertemu saya?" Tanya Dokter Indra bingung.
"Sebelum kami minta maaf, karena apa yang mau kami bicarakan ini menyangkut almarhum Nilam, istri Dokter." ini Mita yang menjawab.
"Nilam? apakah kalian kenal dengan Almarhum istri saya? apa sebelum meninggal istri saya memiliki utang atau masalah pada keluarga pak Reza atau istri pak Reza?"
"Saya tidak terlalu mengenal Nilam, tapi istri sayalah yang sangat kenal dan begitu dekat dengan Nilam." jawab Reza. Dan itu membuat Indra penasaran. "Dan Nilam tidak memiliki masalah apapun dengan kami. Hanya saja ada satu rahasia yang belum Dokter Indra ketahui soal Nilam." sambung Mita.
__ADS_1
"Rahasia? tentang Nilam! Rahasia apa?" tanya Indra. Sakin penasaran.
"Sebenarnya Nilam memiliki_-"