YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 50


__ADS_3

"Hei, kenapa muka di tekuk gitu?" tanya Leo yang sudah berdiri depan meja Yasmin.


"eh, pak Leo. Gak apa kok pak. Lagi gak mood aja." balas Yasmin asal sembari tersenyum.


"Yas, pak bos Uda datang belum?"


"Uda. Tuh ada di dalam." jawab Yasmin lagi.


"sarapan bentar yuk di kantin. Kan masih jam 7 pagi.." ajak Leo pada Yasmin.


"Boleh. Saya juga belum sarapan pak. Tapi si bos gimana?"


"Biarin aja. Jam kantor kan belum mulai, jadi masih ada waktu." Yasmin dan Leo pun berjalan berdua menuju kantin kantor.


Sampai di kantin, mereka berdua langsung pesan makanan. Lalu duduk di salah satu meja. Lima menit pesanan mereka pun datang.


"Yas, boleh saya tanya sesuatu?"


"Emmh mau tanya pa ya pak leo." balas Yasmin sembari mengunyah makanannya.


"Apa kamu suka dengan pak bos?" tanya Leo to the point.


Uhuk uhuk


Yasmin langsung tersedak mendengar pertanyaan Leo. Leo pun langsung memebrikan minum kepada Yasmin. "kamu gak apa-apa kan?" tanyanya kuatir.


"Tidak apa-apa pak. Terimakasih." ucap Yasmin sembari minum air putih yang di berikan Leo.


"Jadi beneran kamu suka sama pak bos?!" tanya Leo lagi. "Kalau kamu diam berarti iya." tambah Leo. Yasmin menghela nafasnya pelan, kemudian menatap Leo. "kalau pak Leo Uda tahu, kenapa tanya lagi..!" Leo terkekeh mendengarnya.


"Saya cuman mau mastiin aja lagi.."


"Tapi saya hanya bisa mencintai dalam diam." ucap Yasmin. "Dan saya juga tau diri siapa saya pak Leo dan siapa tuan Gio." tambah Yasmin lagi.

__ADS_1


"loh emang kenapa dengan diri kamu? sampai kamu merasa tidak pantas mendampingi seorang Gio Faresta Adijaya?" tanya Leo yang mengerti maksud perkataan Yasmin dan tak setujuh kalau Yasmin merendahkan dirinya.


"Saya hanya wanita biasa yang tinggal di panti Asuhan dan tidak jelas asal usulnya. Jadi.. kalau bersanding dengan tuan Gio rasa saya tidak pantas." jawab Yasmin.


"Misalnya nih, kalau pak bos suka juga sama kamu gimana? kan pak bos Uda putus dari Salsa..!" Yasmin tersenyum menanggapi pertanyaan Leo yang menurutnya tidak mungkin.


"Itu gak akan mungkin, nih ya Pak Leo saya tuh bukan wanita tipe tuan Gio.. tipe wanita pak bos itu yang cantik dan seksi. Tidak seperti saya, yang biasa saja." tutur Yasmin. 'kamu gak tahu aja Yas, kalau pak Gio itu uda jatuh cinta sama kamu. Aku bisa melihat rasa cemburunya kalau aku dekat sama kamu.' gumam Leo dalam hati.


Di ruangan. Gio tengah berbicara pada seseorang di telfon dan kelihatan serius.


"Terus awasi dia! jangan sampai lengah! satu lagi, cepat kamu kirim data tentang lelaki itu. Saya tunggu!" Sambungan telepon pun terputus.


Kemudian Gio menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya sembari memikirkan sesuatu. 'Ara aku pernah berjanji padamu akan menemukanmu dan menjadikan mu sebagai istriku. Tapi aku harus gimana Ara.. kalau ternyata aku sudah jatuh cinta pada wanita lain sebelum aku menemukanmu? Ara maafkan aku, jika aku tak bisa menepati janjiku padamu. Dimana pun kamu berada, mudah-mudahan kamu bahagia.' gumam Gio.


"Yasmin." lirihnya. Setelah itu Gio beranjak dari kursinya dan berjalan keluar ruangan menghampiri Yasmin. Sekarang ini yang ada isi di otaknya hanya Yasmin dan Yasmin. Padahal ia belum lama putus dengan Salsa, ya bisa dibilang ia juga sayang dengannya walaupun belum ketahap cinta. Tapi sejak ia dekat dengan Yasmin, bisa sekejab melupakan Salsa di hati maupun otaknya. Seperti hilang tak berbekas.


Saat membuka pintu, Gio menautkan kedua alisnya bingung. Kok sekretarisnya itu tidak ada di tempat nya. Gio jalan menuju pantry siapa tau aja Yasmin ada di sana dan ternyata tidak ada. 'kamu kemana Yas?' batin Gio. Gio pun mengambil ponselnya sembari kembali ke meja sekretarisnya. Dan bertepatan Gio melihat Yasmin dan Leo sedang berjalan bersama yang ia tidak tahu mereka dari mana. Gio menatap mereka berdua, kesal. Gio pun langsung masuk kedalam ruangnnya. Itu membuat Yasmin bingung dengan bosnya itu. Berbeda dengan Leo, ia tahu bosnya pasti cemburu melihat Yasmin dan dirinya berjalan berdua, walupun itu hanya jalan dan tidak melakukan apa-apa. Tapi bosnya itu kelihatan sangat marah dan cemburu.


Sedangkan Gio di ruangannya. Sudah mengumpat karena kesal, dan marah. Hatinya serasa panas melihat Yasmin dekat dengan Leo, padahal mereka tidak melakukan apapun. Hanya melihat mereka berdua jalan saja, ia Uda panas. Tetapi walaupun begitu ia tidak marah dengan Leo hanya saja ia kesal pada dirinya sendiri kenapa sampai bisa semarah ini melihat Yasmin di dekati lelaki lain. Kenapa pada saat bersama Salsa ia malah biasa-biasa saja setelah di bohongi atau di selingkuhi oleh mantannya itu.


Jam sudah menunjukkan pukul jam lima sore. Yasmin bingung dengan bosnya itu. Dari pagi sampai Uda waktunya pulang kerja, Gio tidak ada keluar dari ruangnnya. Sebenarnya Yasmin kuatir, tapi bosnya itu sudah mengirim pesan padanya sekitar jam 9 pagi tadi, bosnya bilang hari ini ia tidak mau di ganggu. Untung saja jadwal bosnya itu, hari ini kosong.


"Alhamdulillah.. akhirnya selesai juga." Monolog Yasmin. Ya, hari ini Yasmin memutuskan lembur karena pekerjaan begitu banyak.


Yasmin melihat jam di tangannya sudah menunjukkan jam 7 malam. Ia pun membereskan mejanya bersiap untuk pulang kerumah.


Yasmin berjalan menuju pintu untuk berpamitan pada Gio. Satu kali, dua kali dan tiga kali ia mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Yasmin menghela nafasnya panjang, iapun memutuskan langsung pulang. Sedangkan Leo sendiri sudah pulang dari jam 6 sore tadi.


Sampai di depan Gedung Perusahaan, Yasmin langsung memesan taksi. setelah menunggu beberapa menit taksi pun datang, Yasmin langsung masuk ke dalam taksi. Taksi pun jalan melaju ke alamat yang sudah di sebutkan Yasmin. Di tengah jalan, tiba-tiba saja ada yang menghadang taksi yang di naiki Yasmin.


Chiiiiiittt


Taksi yang di naiki Yasmin tiba-tiba berhenti.

__ADS_1


"Ada apa pak kok berhenti?" tanya Yasmin panik.


"I-itu mbak ada mobil yang berhenti tiba-tiba di depan." jawab Supir taksi yang juga panik.


Seseorang keluar dari mobil yang berhenti di depan taksi yang di naiki Yasmin. Kemudian orang tersebut mengetok jendela kaca taksi.


"Buka!" teriak lelaki itu.


"Mbak disini aja ya, biar saya keluar." ucap supir taksi tersebut.


"Pak jangan keluar, takutnya begal." ujar Yasmin yang mulai ketakutan. Yasmin bingung harus gimana, sedangkan lelaki tersebut terus mengutuk jendela kaca taksi. Seketika Yasmin ingat Gio, ia pun langsung meraih ponsel di dalam tasnya, lalu menelpon Gio untuk minta bantuan. Tapi sayang, Uda panggilan ke 5 kali Gio tak kunjung mengangkat telpon nya. Yasmin semakin panik, tubuhnya getaran, takut dan bingung mau melakukan apa.


"mbak serahkan Sama Allah. Saya keluar dulu dan mbak jangan sampai keluar ya.."ucap supir taksi itu memberanikan diri.


"Pak jangan.." larang Yasmin.


"Gak apa-apa mbak.."


Supir taksi itu pun membuka pintunya, lalu ia keluar dari taksi. Supir taksi itu menatap seorang yang menghentikan taksinya adalah lelaki tampan. "A-ada apa tuan?" tanya supir itu takut-takut.


"Penumpang yang ada di dalam adalah calon istri saya, jadi saya mau bawa dia." ucap Lelaki tersebut. "Ini uang, untuk bayar taksinya. Dan cepat buka kuncinya." Ragu-ragu supir taksi itu buka pintunya.


"Mas Rangga!" ucap Yasmin terkejut saat pintu taksi penumpang di buka.


Rangga pun menarik Yasmin untuk keluar dari taksi.


"Bapak boleh pergi sekarang." ucap Rangga pada supir taksi.


"pak jangan. Mas apaan sih! aku mau pulang." protesnya.


"Iya biar aku yang antar kamu." balas Rangga. "Bapak boleh pergi." ucapnya lagi pada supir taksi.


Tadinya supir taksi itu ragu, tapi setelah penumpang nya mengenal lelaki tampan itu. Akhirnya ia percaya. Mungkin mereka lagi bertengkar pikir supir taksi itu. Supir tersebut pun pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2