
Satu setengah jam akhirnya mereka sampai di rumah orang tua Gio. Hari ini di jalan sangat macet, makanya mereka baru tiba satu jam setengah.
"ayo turun, kita Uda sampai." ucap Gio sembari membuka seat belt nya. Saat akan membuka pintu mobil, Gio melihat Yasmin masih diam.
"Kamu kenapa kok diam aja?!" tanya Gio yang tak jadi membuka pintu mobil.
"ini serius tuan? saya gak enak tuan harus bohong dengan keluarga tuan.." ucap Yasmin merasa tidak tenang kalau harus berbohong.
"Jadi kamu mau menolak bantu saya?" tanya Gio lagi. "Oke, kalau gitu kamu harus ganti rugi ponsel saya sekarang juga." tambah Gio. Membuat Yasmin berdecak kesal kalau mengingat dirinya harus ganti rugi ponsel bosnya itu.
"Ya uda iya.." Yasmin menghela nafasnya panjang. Yasmin pun langsung membuka seat belt nya.
"Good girl." ucap Gio menyeringai kecil. "O iya satu lagi, di depan orang tua saya kamu jangan panggil saya tuan."
"Terus saya harus panggil tuan apa?! Sayang gitu maksudnya..!" ucap Yasmin kesal.
"Nah itu kamu sudah tahu.. tanpa harus saya bilang." ucap Gio tersenyum menatap Yasmin. Yasmin sempat membeku di tempatnya karena melihat bosnya itu tersenyum, Ia baru pertama kali melihat bosnya tersenyum dan itu menurut nya terlihat sangat tampan dari biasanya.
"Ya uda ayo keluar jangan malah diam aja." ucap Gio yang langsung membuka pintu mobilnya. "Yasmin.. hei, kok malah bengong." ucap Gio lagi.
"Eh iya tuan," jawab Yasmin yang tersadar. 'Lo apaan sih Yas.. bisa-bisanya nyebut tuan Gio itu tampan, tapi.. iya sih emang dia tampan, apalagi lihat dia tersenyum tadi tampan banget. Oh ya ampun Yasmin.. sadar-sadar, jangan sampai Lo jatuh cinta dengan bos mesum itu. Lagian dia juga Uda punya pacar.' ucap Yasmin dalam hati.
__ADS_1
Kemudian Yasmin keluar dari mobil Gio, lalu mendekat ke Gio.
"Ayo? kamu Uda siap kan? kita mulai aktingnya dari sekarang.." ucap Gio sembari Gio menggenggam tangan halus milik Yasmin.
Deg
Jantung Gio kembali berdegup kencang setelah menggenggam tangan Yasmin yang begitu lembut menurutnya dan ada perasaan aneh yang muncul di dalam hati seorang Gio yang tak tahu apa itu. Sedangkan Yasmin langsung melihat tangannya yang di genggaman oleh Gio, lalu beralih menatap Gio yang bersamaan Gio juga menatap Yasmin. Beberapa menit mereka saling menatap dan gak tahu kenapa Gio enggan untuk melepaskan tatapannya dari mata Yasmin.
"Tuan apaan sih pegang tangan saya..." ucap Yasmin yang langsung tersadar dan begitu juga dengan Gio.
"Jangan di lepas, ini hanya sementara di depan papa dan mama saja." ucap Gio yang merasakan Yasmin ingin melepaskan genggaman tangannya.
ini setelan pakaian yang di gunakan Yasmin di kantor. Dan seperti ini juga penampilan Yasmin saat di ajak Gio kerumah orangtuanya. Inilah si Yasmin yang apadanya, tanpa mau memakai make up yang berlebihan sepeti kekasih Gio, Salsa.
"Asslmu'allaikum.. selamat malam Pa.. ma.." sapa Gio yang sudah masuk kedalam rumah bersama dengan Yasmin.
"Waalaikumsalam..." jawab Papa dan mama Gio bersamaan, mereka pun berdiri lalu menghampiri Gio dan Yasmin. Mama Mita langsung menatap Yasmin dari atas sampai bawah, membuat Yasmin yang di tatap merasa tidak nyaman. Mengingatkan ia akan mamanya Rangga yang tidak suka dengan dirinya, apakah mama dari bosnya itu sama tidak suka dengan dirinya dan menganggap nya rendah..
"Ma.. pah.. kenalin ini Yasmin, wanita yang ingin Gio perkenalkan ke mama dan Papa." ucap Gio. "Dan dia calon Gio." tambah Gio lagi.
__ADS_1
"Malam Tante.. om.." Sapa Yasmin sembari mencium tangan kedua orangtua Gio.
"Malam.. saya Reza Papanya Gio." balas Reza sembari tersenyum. Sedangkan mama Mita masih terus menatap Yasmin, ia seperti mengenal seorang Yasmin, tapi gak tahu dimana.. apalagi setelah melihat mata milik Yasmin, mengingatkan ia kapada seseorang yang ia rindukan.
"Ma..." Reza menyenggol lengan istrinya yang hanya diam saja menatap Yasmin.
"Eh, iya..maaf siapa tadi namanya nak?" tanya mama Mita setelah sadar dari lamunannya.
"Saya Yasmin Tante.." jawab Yasmin tersenyum manis menatap Mita. Kemudian Mita memeluk Yasmin dan menyambutnya dengan hangat.
"nama yang cantik sama seperti orangnya.." puji mama Mita.
"Terimakasih Tante.."
"Ayo duduk dulu, entar lagi kita makan malam, soalnya bibi lagi siapin makan malamnya." ucap Mita yang membawa Yasmin untuk duduk di sofa ruang tamu.
Sedangkan Gio di cuekin gitu saja dengan mamanya yang masih berdiri dekat papanya.
"Mam.."
"Oh ya Allah anak mama yang tampan, mama sampai lupa." ucap mama Mita yang langsung beranjak lalu memeluk anaknya. "Mama suka dengan Yasmin, kali ini mama setuju," bisik mamanya. Gio langsung tersenyum senang sembari menatap mamanya. Dari awal ia meminta Yasmin untuk menjadi calon istri bohongannya, ia sudah yakin kalau mamanya tidak akan nolak. Ia tahu keteria menantu mamanya adalah wanita seperti Yasmin. Wanita yang sederhana dan tidak memakai pakaian seksi.
__ADS_1