YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab. 108


__ADS_3

Setelah menunggu selama dua jam, akhirnya ruangan IGD terbuka. Seorang Dokter pun keluar dari ruangan tersebut. Reza dan Gio langsung beranjak dan mendekati Dokter yang bernama Deni.


"Dokter gimana keadaan mama saya?!" tanya Gio pada Dokter Deni.


"Alhamdulillah pasien bisa kami selamatkan, dan untungnya kami bisa menghentikan darah yang keluar dari kepala belakang nya karena robek yang lumayan parah. Tapi_-" Dokter Deni menghentikan ucapannya.


"Tapi kenapa Dok?" tanya Reza dan Gio bersamaan. Dokter Deni menghela nafasnya pelan. Kemudian menatap lelaki berbeda generasi tersebut.


"Pasien mengalami koma, karena benturan keras pada kepalanya. Membuat pasien mengalami Gegar otak dan mengakibat pasien koma." jawab Dokter menjelaskan.


"Apa! Koma Dok?!" tanya Gio tak percaya. Karena Mamanya sampai mengalami gegar otak.


"Iya pak Gio."


"Sampai berapa lama istri saya bisa sadar dari komanya Dokter?" tanya Reza yang merasa sangat kuatir.


"kalau itu belum bisa kami pastikan pak. Bisa seminggu, sebulan bahkan ada yang sampai bertahun-tahun. Yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa agar pasien cepat sadar. Dan kami akan terus memantau perkembangan nya. Kalau bapak ingin menjenguk Pasien silahkan. Tapi tidak bisa sekaligus, bergiliran jika ingin menjenguk nya. Dan sekarang pasien sudah kami pindahkan ke ruang ICU." jelas Dokter Deni. "Kalau gitu saya permisi, Pak Reza dan pak Gio." Meraka berdua hanya menganggukkan kepalanya. Dokter Deni pun langsung pergi meninggalkan mereka yang masih diam mematung setelah mendengar ucapan dari Dokter Deni.


"Pah, gimana mama? apakah mama akan cepat sadar dari komanya?" tanya Gio yang masih syok dengan kondisi sang mama.


"Kita doa akan saja nak, agar mama cepat sadar dari koma. Lebih baik kita keruangan ICU sekarang dan kita lihat mama." jawab Reza sembari mengajak putranya ke ruangan ICU.


Mereka berdua pun berjalan menuju ruangan ICU dimana letak Mita di rawat.

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang berbeda. Yasmin yang baru saja sampai dia antar oleh supir papa Reza. Yasmin pun masuk kedalam rumah Ayahnya berjalan dengan lemah. Ia masih terus mengkuatirkan mertuanya dan juga suaminya.


"Assalamu'alaikum.." ucap Yasmin saat sudah masuk kedalam rumah, yang kebetulan pintu rumah Ayahnya tidak tertutup.


"Waalaikumsalam.." jawab bibi yang lagi membersihkan ruang tamu, karena tamu dari Ayah Indra baru saja pulang.


Bibi terkejut melihat putri dari tuannya datang dengan keadaan yang sangat berantakan, dengan wajah pucat, banyaknya bercak darah di pakainya.


"Ya Allah non kenapa?" tanya bibi yang langsung nyamperin majikannya karena panik.


"Bi, apa ayah ada di rumah?" Yasmin bukannya menjawab pertanyaan pembantunya, ia malah mengajukan pertanyaan pada Art Ayahnya.


"Tuan ada di dalam kamar non." jawab Bibi. "Mari non bibi antar ke kamar nona." bibi yang tidak ingin bertanya lagi, langsung membawa Yasmin menuju kamar majikannya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Indra panik dan kuatir dengan putrinya.


"Ayah.." Yasmin langsung memeluk Ayahnya dan menangis sejadi-jadinya.


"Hei sayang kamu kenapa? Dan baju kamu kok bisa banyak noda darahnya?!" tanya Indra penasaran. Melihat Yasmin sepetinya tidak ada yang luka, Indra sedikit lega. Tapi bingung karena pakaian anaknya banyak noda darah. "Sayang kamu kenapa? coba cerita ke Ayah." Kemudian Indra melepasakan pelukan dari putrinya lalu membawanya kedalam kamar Yasmin.


"Bi, tolong buatkan teh hangat untuk Yasmin." pinta Indra pada Art nya.


"Baik tuan." balas Bibi yang langsung berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Sampainya di kamar mereka duduk di sofa. "Coba cerita ke Ayah kamu kenapa? Dan baju kamu kenapa sampai banyak noda darahnya?!" Indra kembali bertanya pada putrinya.


"Mama Mita Yah.."


"Mama Mita?! kenapa dengan mama Mita ?" tanya Indra penasaran.


"Mama Mita jatuh dari tangga yah.. hiks.. hisk.." jawab Yasmin menangis terisak.


"Jatuh dari tangga! kok bisa sayang? coba cerita ke Ayah pelan-pelan." Yasmin menatap Ayahnya, ia bingung apakah harus menceritakan kejadian sebenarnya atau tidak.


" Ayah tadinya Yasmin yang akan terjatuh. Yasmin tidak tahu, tiba-tiba saja Mama Mita sudah ada didekat Yasmin dan menolong Yasmin. Tapi.. malah mama Mita yang terjatuh Ayah.. hiks..hiks.." jawab Yasmin menceritakan ke sayang Ayh, tapi tidak semuanya.


"Terus mertua kamu dimana? apa suami kamu Uda tahu?" tanya Indra lagi.


"Mas Gio sudah tahu yah. Mama Mita sekarang ada di rumah sakit, di temani dengan papa dan mas Gio. Papa Reza nyuruh Yasmin pulang, karena Yasmin lagi hamil tidak baik kalau terlalu banyak pikiran." ujar Yasmin.


"Papa kamu benar, kamu lagi hamil jadi tidak baik kalau kamu sampai stress. Lebih baik kamu bersih-bersih dulu setelah itu, kamu baru istrahat. Biar Ayah suruh bibi buat masak bubur buat kamu." Indra pun beranjak dari sofa, saat akan keluar Yasmin memanggil Ayahnya.


"Ayah.."


"Iya ada apa sayang?"


"Apa Ayah bisa telepon papa Reza dan tanya gimana keadaan mama?" pinta Yasmin.

__ADS_1


"Baiklah, Ayah akan menanyakan keadaan mama Mita pada Papa Reza." Indra langsung keluar kamar Yasmin sembari mengeluarkan ponselnya dari kantung celananya. Kemudian Indra menelpon Reza untuk menanyakan keadaan Mita.


__ADS_2