
"Malam Ma.. pah.." sapa Gio yang baru saja tiba di rumah orangtuanya.
"Malam sayang.. kamu sudah sampai." balas mamanya.
Gio langsung memeluk Mamanya dan mencium kening mamanya. Kemudian Gio memeluk Papanya.
"Papa sehatkan?" tanya Gio yang sudah duduk di samping Papanya.
"Alhamdulillah.." jawab Papanya. "gimana dengan kantor?" tanya Reza pada anaknya.
"Kantor baik Pah.. papa tenang aja." jawab Gio jujur pada papanya.
"Ya uda jangan bahas kantor atau kerjaan, kita makan malam dulu yuk.. Makan malamnya Uda di siapin sama bibi." ucap mamanya mengajak suami dan anaknya makan malam.
Mereka bertiga pun berjalan menuju meja makan. Selesai makan malam kini mereka berbincang-bincang di ruang tv sembari makan cemilan buatan mamanya.
"O iya ma.. ada yang mau Gio bicarakan ke mama." ucap Gio sembari menatap mamanya.
"Apa itu nak.."
"Ada seseorang yang ingin Gio kenalkan ke mama." ucap Gio. Mita menatap anaknya serius sembari menautkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Mama jangan menatap Gio seperti itu.. Gio serius mam, Gio mau memperkenalkan calon bo.. eh maksudnya Gio calon istri Gio ke mama dan papa." ucap Gio yang hampir saja keceplosan ngomong calon bohongan.
"Kamu serius Gio?!" tanya mama dan papanya serentak. Sebenarnya ia gak tega harus bohongin orangtuanya, terutama mamanya yang paling ia sayangi. Tapi ini hanya sementara agar mamanya tidak menjodohkan dirinya pada anak teman mamanya.
Padahal Gio pernah niatan ingin memperkenalkan Salsa ke mamanya, tapi mamanya tidak pernah setuju. mamanya tidak suka dengan wanita yang berpenampilan seksi dan matre. Tapi menurut nya Salsa tidak matre, dan dia sangat mengerti dirinya, ya memang sih penampilan Salsa selalu memakai pakaian seksi. Pernah sekali mamanya melihat Salsa dan dirinya jalan berdua ke mall, pada saat itu mamanya langsung marah padanya. Jadi sebelum mamanya menolak, akhirnya Gio tak mau dulu memperkenalkan Salsa ke mamanya.
"Kalau kamu mau memperkenalkan kekasih kamu yang berpakaian seksi itu, maaf mama menolaknya." tolak mamanya langsung.
"Mama, bukan dia yang mau Gio kenalkan ke mama. Wanita yang mau Gio kenalkan ke mama adalah wanita cantik, berpakaian sopan, dan juga tidak matre. Gio yakin setelah mama melihat orang nya, mama langsung menyukainya." ucap Gio menjelaskan ke mamanya.
"Ma.. biar kita lihat dulu orangnya gimana. Kasih kesempatan Gio memperkenalkan kekasihnya kepada kita." sambung Papanya, Gio. Mamanya Langsung menghela nafas panjang.
"Oke kali ini mama akan kasih kamu kesempatan, tapi kalau menurut mama wanita itu tidak pantas untukmu, maaf mama tidak menyetujuinya." ujar mamanya
*
Tepat pukul 10 malam Gio sampai di Apartemen nya. Kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi, setengah jam Gio keluar dari kamar mandi nya dengan keadaan sudah segar.
"Dia lagi ap ya?" tanya Gio pada dirinya sendiri sembari memandang layar ponselnya.
"Ya ampun.. ngapain juga gue mikirin dia.." Monolognya sembari mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Kemudian Gio baru ingat, kalau dirinya belum ada menghubungi Salsa, kekasihnya. Begitu juga dengan Salsa tumben dia tidak ada menghubungi nya ataupun kirim pesan padanya. Gio pun langsung menekan nomor kekasihnya sekalian ia ingin memberitahukan pada Salsa kalau besok ia akan terbang keluar negri untuk bertemu dengan klien nya.
'Iya sayang.. kok kamu baru hubungin aku sih?!'
tanya dari seberang telepon dengan nada yang sedikit manja.
'Hahaha maaf sayang, hari ini aku sangat sibuk.'
bohong Gio, ia tidak mau memberitahu kekasihnya itu kalau dirinya habis pulang dari rumah mamanya, Gio tidak mau kalau dia cerita Salsa akan maksa untuk minta diperkenalkan dirinya pada mamanya.
'Sayang aku kangen kamu.. kamu terlalu sibuk sampai kita jarang bertemu.'
'aku juga, maaf.. o iya besok aku terbang ke Paris, biasa perjalan bisnis. Kamu mau aku bawakan oleh-oleh apa dari Paris?'
'Kok kamu ngabarinnya baru sekarang sih.. aku kan belum ada bertemu sama kamu. Biasanya sebelum berangkat kita pergi jalan dulu.'
'Iya maaf ini sangat mendadak, gini aja setelah pulang dari luar negeri aku akan jemput kamu kita akan jalan seharian dan membeli barang yang kamu inginkan, gimana?.'
'Ehmm, oke kalau begitu. Da sayang love you..'
'hmmm..'
__ADS_1
Sambung telpon terputus, kemudian Gio merebahkan tubuhnya keranjang. Karena besok pagi-pagi harus sudah terbang ke Paris.