YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 61


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu. Gio sendiri sudah di ijinkan pulang oleh Dokter. Dan uda satu minggu juga, Gio belum ada bertemu dengan Yasmin. Rasanya kepalanya ingin meledak menahan rindu yang teramat sangat pada Yasmin. Apalagi Yasmin juga tidak pernah menjenguk dirinya di rumah sakit dalam seminggu ini. Anehnya ponsel milik Yasmin tidak bisa di hubungi. Gio juga sudah bertanya pada Leo maupun Sarah. Kalau Leo dia tidak mengetahuinya, karena semenjak kejadian itu Yasmin tidak pernah masuk ke kantor. Sarah sendiri juga tidak tahu dimana perginya sahabatnya itu. Karena Yasmin hanya bilang padanya ke suatu tempat untuk menenangkan diri.


"Sayang, kamu benaran mau masuk kerja hari ini?" tanya Mita pada anaknya.


"Iya mam, kasihan Leo. Lagian Gio sudah lebih baik kok." jawab Gio sembari siap-siap akan pergi kekantor. "Oh iya mam, apa waktu itu Yasmin tidak ada ngomong apa-apa sama mama?" tanya Gio.


"Gak ada tuh." jawab Mama Mita. "Apa Yasmin belum ada kabar juga?" tanya mama Mita


"Gak ada mam, ponselnya juga tidak aktif." Jawab Gio dengan nada sedih.


"Eh, mama hampir lupa mau kasih tau kamu, sayang. Kamu tahu nak, kalau ternyata Yasmin itu, anaknya temen mama." tutur mama Mita.


"anak teman mama, maksudnya?! bukannya Yasmin yatim-piatu?" tanya Gio, bingung.


"Kamu masih ingat gak sama Tante Nilam? Teman Mama yang sering ngajak kamu main, kalau kita ke butik mama.." Gio berpikir sejenak.


"Tante Nilam." mama Mita pun menganggukkan kepalanya.


"Ya ingatlah mah. Tante Nilam kan mamanya Ki_-" Gio menghentikan ucapannya, dan tersadar akan sesuatu. "KIARA! berarti Yasmin itu Kiara mam?! anak almarhum Tante Nilam. Mama ini beneran, mama gak bohong kan?!" tanyanya yang masih tak percaya.


"Iya sayang.. beneran mama gak bohong. Waktu Kiara baru lahir, mama pernah memberikan gelang emas sebagai hadiah. Nah kamu tahu, gelang itu ada pada siapa? ada di Yasmin, sayang. Dan Yasmin bilang itu miliknya." ucap Mama Mita dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ya ampun mam, kenapa mama baru bilang sekarang. Mama tau, Gio sudah mencari Kiara selama ini. Tapi tidak pernah menemukannya." ujar Gio dengan mata yang berkaca-kaca juga.

__ADS_1


Gio tidak menyangka ternyata wanita yang selama ini ia tunggu-tunggu, ada di depan matanya sendiri. Dan bodohnya ia tidak menyadari itu.


"Ara.. akhirnya aku menemukanmu." batin Gio.


"Kamu juga mencarinya sayang..?" tanya Mita.


"Iya mam. Mama ingat gk, waktu pertama kali mama mengajak Gio melihat Kiara. Kalau bisa dibilang, Gio jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah mam yang Gio rasakan saat pertama kali melihat, Kiara. Bayi cantik, mungil dan mengemaskan itu. Gio Uda sangat menyukai Kiara dari ia masih bayi, ma.. Mungkin mama masih ingat, Gio pernah bilang waktu itu. Suatu saat kalau Gio sudah dewasa, Gio akan menjadi Kiara istri Gio." ucap Gio lagi.


"Iya sayang mama masih ingat. Tapi waktu itu mama gak terlalu menanggapi nya, soalnya waktu itu kamu masih umur 7 tahun. Jadi mama kira kamu asal bicara saja." sambung mama Mita. "Tapi.. waktu itu kalau kamu gak ngomong seperti itu pun, mama juga sudah berniat menjadikan Kiara atau Yasmin, istri kamu." tambah mama Mita lagi.


"Gak mam, Gio serius kaya ngomong gitu." ucap Gio yang cepat-cepat beranjak dari sofa, karena ia Uda tidak sabar ingin sampai kekantor dan bertemu dengan Yasmin. Berharap Yasmin masuk kerja hari ini.


"Mah, kalau gitu Gio pergi dulu. Gio Uda gak sabar bertemu Kiara atau Yasmin."


"Kamu yakin, kalau hari ini Yasmin masuk kerja?" tanya Mita.


Satu jam Gio baru sampai di kantor. Di Loby para karyawan menyapa Gio, dan Gio pun membalas sapaan mereka dengan senyuman manisnya. Karyawan yang melihat bosnya tersenyum begitu manis. Membuat mereka terheran-heran,ada apakah gerangan bosnya itu. Setahu mereka CEO mereka kalau membalas sapaan mereka jarang tersenyum, tapi sekarang bosnya itu sangat berbeda. Para karyawan wanita sampai terpesona dengan senyuman yang jarang di tunjukkan oleh lelaki itu.


Sesampai di lantai di mana letak ruangannya. Gio mendesah kecewa, karena tidak melihat adanya Yasmin berada di mejanya. Kemudian Gio menelpon Leo untuk segera keruangannya.


"Pagi Bos.." sapa Leo yang sudah masuk ke ruangan Gio.


"Pagi." balas Gio.

__ADS_1


"Gimana keadaan bos? apa sudah sehat?" tanya Leo.


"Alhamdulillah, sudah lebih baik Le.." jawabnya. "Le, apa Lo tahu kenapa Yasmin tidak masuk lagi hari ini?" tanya Gio.


Mendengar pertanyaan bosnya itu, Leo langsung menghela nafasnya pelan. Sebenarnya dua hari setelah kejadian itu, Yasmin sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya dan Yasmin menitipkannya pada Sarah. Leo ingin sekali langsung memberitahukan surat itu pada bosnya. Tapi kalau ia beri tahukan. Leo yakin, pasti Bosnya itu akan langsung mencari dan menjumpai Yasmin. Sedangkan keadaan bosnya masih dalam masa penyembuhan lukanya. Jadi Leo mengurungkan niatnya itu. Leo akan menyerahkan surat pengunduran diri Yasmin, kalau bosnya itu sudah benar-benar pulih dan sudah masuk ke Kantor nanti.


"Bos ini, ada surat untuk bos dari Yasmin." ucap Leo sembari menyerahkan dua surat pada Bosnya dan di terima oleh Gio.


"Surat dari Yasmin?" tanya Gio bingung. "Surat apa Le.."


"bos buka aja sekarang." jawab Leo.


Gio pun membuka salah satu surat yang di berikan olah Leo.


"Surat resign? Yasmin resign?!"


"Iya bos." jawab Leo.


"Kapan Yasmin kasih ini ke kamu?" tanyanya lagi.


"Dua hari setelah kejadian itu bos. Tapi yang memberikan surat itu sahabatnya, Sarah." Jawab Leo was-was, karena ia tahu pasti dia akan dapet omelan dari Gio.


"Apa Lo bilang?! kenapa Lo baru kasih tahu sekarang soal ini! kenapa Uda seminggu baru Lo kasih ke gue surat resign Yasmin sama gue!" Gio terlihat kesal dan emosi dengan asistennya.

__ADS_1


"Maaf bos." hanya kata itu lah yang bisa diucapkan Leo saat ini.


Kemudian Gio membaca surat yang satunya lagi.


__ADS_2