YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 139


__ADS_3

"Gio..!" teriak Mita yang nyamperin mereka di halaman belakang dan melihat putranya ingin memeluk Yasmin.


"Apa sih mah..!" sahut Gio sebal.


"Kamu habis pulang kerja, mandi dulu baru bisa peluk istrimu. Pamali Gio kata orang tua dulu. Kamu habis dari luar dan entah bertemu siapa saja di luar sana. Jadi jangan main peluk istri kamu gitu aja." ucap Mita sembari melotot ke arah Gio.


"Iya mama ku yang bawel..!" Gio pun menurut apa yang di ucapkan mamanya. Kemudian Gio berjalan kedalam rumah dengan wajah kesal, lalu masuk kedalam kamarnya. Sementara Yasmin terkekeh geli melihat raut wajah kesal suaminya yang tidak jadi memeluknya.


"Sayang ayo masuk, udah mau Maghrib. Gak baik ibu hamil sore-sore berada di luar rumah." Ajak Mita pada menantunya.


*


*


Seminggu telah berlalu.


"Sayang kamu yakin, kandungan kamu baik-baik saja?" tanya Gio Udah yang kesekian kalinya ia bertanya pada istrinya, itu. Gio benar-benar merasa kuatir, sebab beberapa menit yang lalu mereka berdua baru saja meyelesaikan hubungan suami-istri. Dokter menyarankan untuk sering bercinta mendekati lahiran. Dan Dokter juga bilang bercinta mendekati lahiran bisa mencegah komplikasi dan juga bisa mengurangi stress. Yasmin melakukan itu karena seminggu lagi ia akan melahirkan.


"Iya mas.. aku gak apa-apa." jawab Yasmin sembari tersenyum menatap, Gio. Kemudian Gio mencium kening istrinya dengan sayang. Lalu kepalanya turun ke perut Yasmin. Dan ia mengajak calon anaknya berbicara sambil mengelus nya dengan lembut. Yasmin tersenyum bahagia dengan apa yang di lakukan Gio.


"Mas, apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kembar kita?" tanya Yasmin kepada Gio.

__ADS_1


"Mas sudah ada nama untuk anak kembar kita, sayang." Jawab Gio antusias


"Oh ya? kok mas gak kasih tahu aku.. siapa namanya mas?" tanya Yasmin penasaran.


"Itu rahasia, entar kalau dia sudah keluar baru mas beritahu siapa nama anak kembar kita." ucap Gio sembari mengelus perut Yasmin.


"Oke.. nama apa pun yang mas berikan, aku akan suka dan menyetujuinya selagi arti dari namanya bagus." ucap Yasmin.


"Iya sayang. Karena ini sudah malam, waktunya ibu dari anak-anak mas tidur." Yasmin pun menurut. Kemudian Gio ikut tidur sambil memeluk Yasmin dari belakang dan seperti biasa Gio mengusap perut istrinya ketika tidur.


*


"Sayang, anak mama yang pintar.." ucap Yasmin sembari mengelus-elus perutnya.


Yasmin meringis, lagi-lagi ia merasakan perutnya kembali sakit. "Nak, apa kamu ingin keluar sekarang?" Yasmin kembali mengajak bicara anaknya." sambil terus mengelus perutnya dan menahan rasa sakit.


"Mas..." Panggil Yasmin sambil menggoyangkan tubuh Gio agar terbangun.


"Aw..!" pekiknya. "Ya Allah ini kok makin sakit banget." Yasmin kembali menggoyangkan tubuh Gio agar terbangun.


Mungkin karena kelelahan makanya suaminya itu gak juga bangun, pikirnya.

__ADS_1


Keringat Yasmin mulai bercucuran, karena ia berusaha menahan sakit yang teramat sangat. Kemudian ia berusaha turun dari ranjang, Yasmin ingin berjalan di dalam kamarnya agar mengurangi rasa sakit di perutnya. Yasmin terus berjalan, mondar-mandir di kamarnya sampai ia merasa ada yang keluar dari bawah dan memasaahi sela-sela pahanya.


"Ya ampun apa air ketubannya udah keluar?" membuat Yasmin langsung panik dan harus membangunkan suaminya itu.


"Mas... mas Gio..!" teriak Yasmin akhirnya, karena suaminya sulit di bangunkan. Seketika Gio langsung terbangun.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Gio panik yang melihat istrinya berdiri sambil memegangi perutnya. "Apa perut kamu sakit lagi?" tanyanya lagi.


"Mas, aku mau melahirkan? air ketubannya udah pecah mas.."


"A-apa! kamu mau melahirkan? bukannya hitungannya seminggu lagi ya baru lahiran? terus mas harus gimana?"


"Aku gak tahu mas, cepat perut aku sakit!" ucapnya agak sedikit kesal, karena suaminya malah banyak tanya.


"Hah! iya, iya sayang.. ayo kita langsung kerumah sakit." Gio langsung beranjak dari ranjang, lalu menggendong istrinya keluar dari kamar.


Ketika mereka udah di dalam mobil, Gio langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Tapi Gio sudah memberi pesan kepada Satpam rumahnya untuk memberitahukan kepada mamanya kalau mereka di ruamh sakit, karena Yasmin udah mau lahiran. Tak lupa Gio juga berpesan agar menyuruh mamanya memebawa perlengkapan bayi mereka ke rumah sakit.


"Mas cepatan..! ini rasanya bayinya mau keluar.."


"Sabar sayang, iya ini kita sudah mau sampai kerumah sakit." ucap Gio berusah untuk tidak panik.

__ADS_1


__ADS_2