YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 103


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir sebulan Gio berada di London. Tepat hari ini ia akan pulang ke Indonesia, ia sudah begitu merindukan istrinya. Perusahaan nya yang terbakar, Minggu depan akan mulai di bangun ulang. Sebenarnya ia bisa saja pindah atau membeli gedung lain. Tetapi Gio tidak mau, ia tetap ingin di Perusahaan sebelumnya dan ia juga mau merubah model atau desain bangunannya maupun interiornya.


"Jack sore ini saya akan terbang ke Indonesia, kamu cek lagi semuanya jangan ada yang salah. Terus awasi mereka jangan sampai lengah. Setelah membuat Perusahaan kita terbakar, saya yakin mereka pasti akan membalasnya apa yang sudah kita perbuat dengan Perusahaan mereka." ucap Gio kepada orang kepercayaan nya. "Satu lagi cepat kabari saya kalau ada masalah. Dan jangan lupa awasi terus perkembangan pembangunan Perusahaan." tambah Gio lagi.


"Baik, tuan. Saya akan laksanakan perintah tuan." balas nya. "Apakah tuan mau pergi sekarang ke Bandara?" tanya Jack.


"Ia Jack, saya tidak mau terlambat. Kamu tahu saya sudah sangat merindukan istri saya." jawab Gio sembari tersenyum menatap Jack. Jack pun ikut tersenyum mendengarnya.


*


Keesokan harinya.


"Sayang kamu mau sarapan apa hari ini?" tanya Mita pada menantunya.


"Mah Yasmin tidak berselera, Yasmin masih mual." jawab Yasmin yang memang masih mual. Ia belum bisa memakan apa pun. Pasti kalau makan, semuanya akan ia keluarkan lagi.


"Setidaknya makan roti ya.. dan minuman susunya juga." ucap Mama Mita.


"Iya mah, akan Yasmin coba makan roti." balas Yasmin.


"Iya nak, kasian dede'nya kalau kamu tidak ada makan sama sekali." sambung papa Reza yang lagi menikmati sarapannya.


Selesai mereka sarapannya, Yasmin kembali kekamar. Untuk sementara waktu ia tidak datang ke butik. Sedangkan Reza langsung pergi kekantor.

__ADS_1


Ting tong Ting tong


Terdengar suara bel berbunyi di rumah milik Yasmin.


"Bi, sepertinya ada yang datang deh. Coba kamu lihat." ucap Mita pada Art nya. Saat ini mereka lagi di taman belakang menanam bunga. "oh iya bi, entar langsung pergi kepasar aja ya.." ucap Mita lagi.


"Baik nyonya." balas Art yang kemudian berjalan kedalam rumah untuk membukakan pintu.


Bibi pun membukakan pintu, saat pintu terbuka di lihat nya seorang wanita cantik berdiri tepat di depan pintu rumah.


"Cari siapa ya mbak?" tanya Art Yasmin. Wanita itu tersenyum tipis sembari menatap Art.


"Apa Gio nya ada?"


"Tuan Gio, tidak ada di rumah mbak. Tuan lagi ada di luar negri." jawab Art.


"kalau non Yasmin ada mbak." jawabnya. "Masuk dulu mbak, biar saya panggilkan dulu non Yasmin nya." ucap Art yang mempersilahkan wanita itu masuk.


Kemudian ia pun masuk kedalam. "Duduk dulu mbak, saya akan panggilkan non Yasmin." Art pun berjalan menuju lantai dua dimana letak kamar majikannya.


Sedangkan wanita itu matanya sibuk melihat keseluruh ruangan. Rumahnya sangat bagus, andai ia yang menjadi istrinya Gio pastinya dirinya akan menempati rumah bagus ini.


"lihat saja akan aku rebut yang seharusnya menjadi milik ku!" lirih wanita itu.

__ADS_1


Tak lama Art Yasmin turun dan Langsung menghampiri tamunya kembali.


"Mbak sebentar lagi non Yasmin turun." wanita itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Saya tinggal dulu ya mbak, soalnya saya mau ke pasar." ucap Art pamit pada tamu majikannya. Lalu ia keluar dari rumah.


Wanita itu sudah menunggu lima menit tapi Yasmin belum juga turun. Kemudian ia melihat di rumah sepi, ia pun beranjak dari duduknya. Lalu ia berjalan menaiki tangga menuju lantai dua, dimana kamar Yasmin berada. Saat sudah sampai atas, pintu kamar Yasmin pun terbuka. Yasmin terkejut siapa wanita yang datang ke rumah nya. Dan wanita itu sekarang tepat berada di hadapan nya.


"Hai Yasmin!" sapa wanita itu pada Yasmin sembari tersenyum kecil.


"Sa-Salsa." Ya, wanita yang datang kerumahnya adalah Salsa.


"Ya, ini aku! kenapa? kamu terkejut aku ada di rumah mu?!"


"Ma-mau apa kamu kesini?!" tanya Yasmin.


"Wah gak nyangka ya, seorang sekretaris berpenampilan bisa seperti kamu, bisa menjadi istri pengusaha sukses." ucap Salsa sembari menatap Yasmin sinis.


"Apa maksud kamu?!"


"Hah! jangan sok berlagak polos kamu! Kamu pikir aku bodoh, pasti kamu sengaja menggoda Gio kan! aku tahu wanita sepertimu agar bisa mendapatkan lelaki kaya!" sarkas nya.


"Jaga ucapan mbak Salsa. Aku bukan wanita seperti itu." protes Yasmin yang tidak terima dengan ucapan Salsa tentangnya.

__ADS_1


"Terus wanita seperti apa, hah! Apa kamu menawarkan tubuhmu itu agar bisa bersama Gio?!"


Plak


__ADS_2