
Pagi harinya sekitar jam lima pagi Yasmin sudah bangun. Sebelum ia turun kebawa membantu bibi buat sarapan, Yasmin melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu. Selesai sholat Yasmin turun kebawah menuju arah dapur. Dilihat sudah ada bibi yang lagi siap-siap untuk membuat sarapan majikannya.
"bi, mau masak apa buat sarapan?" tanya Yasmin yang baru masuk kedalam dapur.
"Ya ampun non, bikin bibi kaget aja." ucap Bibi yang terkejut dengan suara Yasmin yang tiba-tiba.
"maaf Bi.." Yasmin mendekati bibi sembari tersenyum.
"Apa Mama Mita belum bangun bi?" tanya Yasmin yang ikut membantu bibi memasak buat sarapan.
"gak tahu juga non, tapi biasanya kalau pagi nyonya keluar kamar setelah sarapan sudah siap di sajikan." Jawab bibi tersenyum.
"Mam Gio keluar sebentar ya.. soalnya ada perlu." ucap Gio pamit pada mamanya setelah mereka selesai sarapan pagi.
"ada perlu apa Gio.. masa kamu tega ninggalin Yasmin." cicit mama Mita.
"Gak lama kok mam, lagian Mama juga mau ke mall kan dengan Yasmin..?" Gio menatap Yasmin sekilas, sebenarnya ia juga tidak ingin pergi ninggalin Yasmin, kalau boleh memilih ia lebih baik duduk santai sambil bercerita dengan Yasmin, Karena ia begitu nyaman berada di dekat Yasmin. Tapi ia juga Uda ada janji sama pacarnya, Salsa. Kemaren ia sudah berbohong pada Salsa dan ia juga gak mau buat Salsa kesal padanya. Tadi malam Gio benar-benar tidak dapat tidur nyenyak, ia bingung dengan hati dan pikirannya. Satu sisi ia masih mau mempertahankan Salsa. Tapi disisi yang lain ada Yasmin gak tahu kenapa membuat hatinya porak poranda. Dan di sisi lainnya lagi, ada seseorang yang Uda lama ia tunggu yang sayangnya belum ia temukan. Ia selalu berharap bisa bertemu dengannya kelak.
"Gimana Yasmin.. gak apa-apa kamu di tinggal sama Gio?" mama Mita tanya kepada Yasmin.
"Iya, gak apa-apa kok ma kalau mas Gio mau pergi. Mungkin memang urusannya penting. Kan dirumah Yasmin sama mama.."Jawab Yasmin dengan memberikan senyum termanisnya.
Deg
__ADS_1
Jantung Gio lagi-lagi berdegup kencang, gairahnya tiba-tiba saja langsung naik hanya melihat senyum manis Yasmin saja. Gio harus cepat-cepat pergi, kalau tidak takut menyerang Yasmin saat ini juga dan membawanya ke dalam kamarnya.
"Ya uda ma, Gio pergi ya.." tak lupa Gio mencium punggung tangan dan pipi mamanya. "Aku pergi dulu sayang.." ucap Gio santai. Gio sengaja memanggil Yasmin sayang agar mamanya tidak curiga dengan hubungan bohongan mereka.
"I-iya mas.." balas Yasmin gugup. Jantung Yasmin langsung berdegup kencang dengan panggilan sayang dari Gio. Padahal ia tahu itu hanya akting aja di depan Mama Mita, tapi jantungnya kok bisa jadi berdebar seperti ini.
Dengan gaya yang sudah oke, Gio langsung berjalan keluar rumah sembari menyunggingkan senyumnya. Entah kenapa ia begitu bahagia Yasmin memanggil nya dengan sebutan mas.
"Yasmin,.." panggil Mama Mita.
"Iya ada pa mam.." jawabnya abadi menatap Mama Mita.
"Gimana kalau kita pergi aja sekarang, sekalian mama mau ke butik mama.." ajak mama pada Yasmin untuk berangkat jalan sekarang juga.
"Alhamdulillah ada beberapa butik mama di kota ini." jawab Mama Mita sembari beranjak dari sofa ruang tengah.
Selesai mengganti pakaian, Mama Mita dan juga Yasmin akhirnya pergi kebutik mama Mita. Lalu setelahnya baru jalan ke mall.
Penampilan Yasmin pergi jalan bersama mama Mita.. walaupun sederhana tapi tetep keliatan cantik.
Sedangkan Gio saat ini masih berada di apartemen kekasihnya, Salsa. Sepertinya biasa mereka selalu bercumbu mesra di sofa milik Salsa sebelum mereka berdua pergi jalan ke mall. Setelah beberapa saat akhirnya Gio dan juga Salsa keluar dari apartemen.
__ADS_1
Ini dia Salsa, pacar Gio yang cantik dan selalu berpakaian seksi. Yang membuat mama Mita tidak suka dengan Salsa. Mama Mita kurang suka melihat wanita yang selalu berpakai seksi dan memperlihatkan buah dadanya.
Gio dan Salsa memasuki setiap toko yang ada di mall tersebut. Setiap keluar dari toko Salsa selalu membawa paper bag. Salsa sangat senang karena saat ini Giolah yang menawari Salsa untuk berbelnaja sesuka hati. Salsa pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Karena selama ini Gio hanya sebulan itu, sekali memberikan uang padanya dan Salsa gak berani untuk meminta-minta banyak pada Gio, ia tahu sifat Gio gimana. Gio akan mencampakannya seperti pacar-pacar yang lain yang selalu meminta uang atau barang 2 mahal setiap harinya. Ia tidak mau nasibnya sama seperti mereka, itu makanya ia masih dipertahankan oleh Gio.
"Sayang kita makan yuk? aku Uda lapar nih." ucap Salsa mengajak Gio makan siang.
"Oke, mau makan dimana?" tanya Gio
"Dilantai dua, ada loh mas tempat makan yang enak.. kita makan disana aja ya sayang.." rayunya sembari tangannya memeluk pinggang Gio. Gio hanya tersenyum saja melihat Salsa yang manja padanya.
"Terserah kamu aja..." balas Gio lalu mencium pipi Salsa. Mereka pun berjalan menuju lantai dua dengan Salsa yang tak mau melepas kan tangannya dari lengan Gio. Mereka berdua tidak menyadari sedari tadi ada wanita paruh baya yang melihat mereka dengan wajah yang sudah merah karena marah. Untung saja ini di mall, kalau tidak ingin sekali wanita itu menampar wajahnya wanita matre yang bersama Gio. Tapi ia tidak mau mempermalukan mereka berdua.
"Mam.."
"Eh iya sayang.." ucapnya yang terkejut.
"Uda selesai dari toiletnya?"tanya wanita itu.
"Uda mam.. maaf ya mam lama."
"Gak apa-apa.." balasnya. "Ya uda ayo kita cari makan siang di luar. Enggak ada lagi yang mau di carikan?" tanyanya yang langsung mengajak wanita yang bersamanya makan siang di luar, tadinya mau ngajak makan di lantai dua tempat yang di sebutkan oleh Salsa. Tapi di urungkan niatnya karena tidak mau bertemu dengan Gio dan wanita matre itu.
"enggak ada kok mam.. ya Uda terserah mama saja, saya ngikut aja." ucapnya sembari tersenyum menatap wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Mereka pun berjalalan keluar dari mall untuk mencari makan siang di luar.
Ya wanita paruh baya tersebut adalah mama Mita bersama dengan Yasmin. Dan yang melihat anaknya, Gio bersama wanita matre itu. Mama Mita sangat marah pada Gio yang sudah berbohong padanya dan juga Yasmin. Katanya ada urusan penting, tapi gak tahunya anaknya itu jalan bersama wanita yang sebelumnya pernah ia liat di mall ini juga jalan bersama Gio. Ia akan ngasih pelajaran sama anaknya nanti.