YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 121


__ADS_3

Gio terbangun dari tidurnya. Setelah ia selesai meminta maaf kepada sang istri tadi, Gio dipaksa istirahat oleh istrinya. Karena Dokter juga menyarankan agar dirinya banyak beristirahat.


Gio melihat ke seluruh ruangan tempat ia di rawat, seketika jantungnya berdetak kencang. Ia tidak melihat istrinya ada di ruangan nya. Gio langsung panik dan takut. Ia takut istrinya pergi meninggalkannya lagi.


"Sayang, kamu dimana? katanya kamu sudah memaafkan kan mas. please sayang jangan tinggalin mas, lagi." lirih Gio.


Kemudian Gio Bagun dari ranjang untuk mencari Yasmin. Ia sampai mengabaikan kepalanya yang masih sedikit pusing. Gio pun menurunkan kakinya ke bawah dengan perlahan. Saat akan mau berdiri, ia dikejutkan dengan suara lembut sang istri.


"Loh mas, mau kemana?" tanya Yasmin yang baru saja keluar dari toilet. Gio langsung merasa lega, istrinya ternyata dari toilet.


Yasmin mendekat ke sang suami. "Mas mau kemana? kok turun dari ranjang?" tanya Yasmin lagi karena suaminya tidak menjawab. Suaminya malah menatap nya dengan air matanya yang kembali jatuh. Gio langsung memeluk erat Yasmin, saat istrinya sudah ada di dekatnya.


"Mas.."


"mas turun dari ranjang mau mencari kamu sayang.. karena mas tidak melihat kamu ada didalam. Mas takut. Takut kamu ninggalin mas." Gio semakin semakin memeluk erat istrinya itu.


"Aku tidak kemana-mana mas, aku hanya ke toilet sebentar." Yasmin mengusap punggung sang suami untuk menenangkan nya.


Gio mengurai pelukannya, kemudian Gio menangkup pipi Yasmin, lalu menariknya pelan dan mencium kening Yasmin dengan sayang. Sedangkan Yasmin memejamkan matanya, menikmati saat suaminya mencium keningnya dan ia merasakan kenyamanan. "Aku sangat mencintai kamu, Yasmin. Sangat." Gio kembali menitihkan air matanya, ia tidak perduli di bilang cengeng oleh istrinya.

__ADS_1


"Mas tenang aja ya, aku tidak akan pergi lagi." ucap Yasmin sembari memegang tangan Gio yang berada di pipinya. Gio kembali mengecup kening istrinya. Kemudian Gio menyatukan keningnya ke kening istrinya,, "mas beneran sangat takut. Takut kamu pergi meninggalkan mas, sayang.." Yasmin merasakan sesak mendengar perkataan suaminya yang begitu takut ia pergi meninggalkannya.


"Maaf, sudah buat mas takut.." tangan Yasmin terulur menyentuh rahang sang suami. "Kamu kelihatan kurus mas.. apa mas tidak makan dengan benar?" tanya Yasmin yang merasa bersalah karena melihat perubahan dengan tubuh suaminya yang terlihat kurus, apalagi pipi suaminya sedikit tirus.


"Gimana mas mau makan dengan benar, mas terus kepikiran kamu dan calon anak kita." balas Gio dengan nada manja. Ia sudah sangat rindu bisa bermanja-manja dengan istrinya.


Gio duduk di pinggir ranjang, lalu ia mengelus perut istrinya, "Apa dia berkembang dengan baik, sayang..?" tanya Gio yang sedikit membungkukkan tubuhnya untuk bisa mencium perut Yasmin. "Hei anak papa.. Maafin Papa ya nak, yang sudah menyakiti hati mama dan mengabaikan kamu." ucap Gio penuh penyesalan. Ia terus mengelus perut sang istri dan mengajak calon anaknya berbicara.


"Terimakasih sayang, kamu sudah mau memaafkan lelaki bodoh ini." ucap Gio sembari menatap Yasmin dengan penuh cinta.


"Mas.."


*


*


Tiga hari telah berlalu. Dan sudah tiga hari juga Gio di rawat di rumah sakit. Tepat hari ini Gio sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter.


"Terimakasih, Dok." ucap Yasmin pada Dokter yang baru saja selesai memeriksa Gio terakhir kali, sebelum Gio pulang kerumah.

__ADS_1


"Sama-sama, Bu." balas Dokter tersebut dan langsung keluar dari ruangan Gio.


"Ayo mas.." ajak Yasmin sembari mengandeng tangan Gio keluar dari ruangan rawat, suaminya. Mereka berjalan menuju parkiran rumah sakit. Karena Edi supir Gio selama berada di Bali sudah menjemput mereka.


Setengah jam akhirnya mereka sampai di Villa milik papanya. Gio dan juga Yasmin keluar dari mobil, sedangkan mbok Ita dan suaminya menyambut kedatangan mereka dari rumah saakit.


"Selamat datang pak Gio, dan Non Yasmin.." sambut Mbak Ita dan suaminya.


"Terimakasih mbok, mang." balas Gio.


"Ayo non, pak. Masuk kedalam." Dengan menggandeng lengan suaminya, meraka masuk kedalam Villa yang di tempati oleh Yasmin. Koper Gio yang sudah di letakkan di Villa yang lainnya, sudah di pindahkan oleh suami mbok Ita dan di letakkan di kamar Yasmin.


"Sayang, apa kamu beberapa bulan ini tinggal di sini?" tanya Gio.


"Iya mas.. papa yang menyuruh aku untuk memenangkan diri sekaligus sembunyi dari kamu, di Villa ini." jawab Yasmin.


"Jadi benar ya? mereka sudah bersekongkol menyembunyikan kamu dari mas." ujar Gio yang sedikit kesal dengan papanya. Yasmin hanya tersenyum saja melihat suaminya yang kesal. "Hukuman yang mereka buat, sungguh membuat mas nyaris gila." tambah Gio lagi.


"Ya Uda, kita masuk kamar yuk?" ajak Yasmin yang langsung membawa suaminya ke kamar, agar bisa beristirahat sebelum makan siang.

__ADS_1


__ADS_2