
"Tawaran apa ya yang tuan maksud?" tanya Yasmin penasaran.
Gio menatap Yasmin sembari tersenyum kecil.
"kamu harus membantu saya, menjadi calon istri pura-pura di depan Mama saya." ucap Gio memberitahu tawaran yang di ajukan ke Yasmin.
"Apa?! menjadi calon istri pura-pura tuan..!" ucap Yasmin terkejut dengan penawaran yang di berikan oleh bosnya itu. "Gak mau ah tuan. Saya tidak mau berbohong sama orang tua, apa lagi berbohong dengan mamanya tuan." ucap Yasmin menolak tawaran dari Gio.
"Oke kalau kamu tidak mau, kamu tinggal pilih. Mau ganti ponsel saya sekarang juga.. atau_-"
"baiklah, saya mau bantu tuan." potong Yasmin langsung yang sudah takut jika tidak bisa mengganti ponsel bosnya ia akan di pecat, untuk itu ia mau menerima tawaran Gio dengan sangat terpaksa. Sedangkan Gio langsung tersenyum kecil mendengar ucapan Yasmin setujuh dengan tawaran nya. "Tapi ini hanya sementara kan tuan?" tanya Yasmin
"Iya ini hanya sementara." jawab Gio. "Tapi.. kalau sampai beneran terjadi kamu menjadi istri saya beneran bagaimana?" tanya Gio sembari menaikan satu alisnya.
"Enggak!" tolak Yasmin langsung.
"kamu nolak saya?!" tanya Gio tak terima
__ADS_1
"Lah kan saya tidak suka dengan tuan.. jadi untuk apa saya harus menerima menjadi istri tuan beneran.."
"apa kamu bilang?! kamu gak suka sama saya? kamu yakin? kalau saya gak yakin tuh, kalau kamu gak suka, gak tertarik dan gak terpesona dengan ke tampanan yang saya memiliki." ujar Gio dengan percaya diri. "Kamu tahu hampir semua wanita tergila-gila dengan saya dan menginginkan saya menjadi kekasih mereka maupun suaminya." tambah Gio lagi.
"Maaf tuan jangan samakan saya dengan wanita-wanita yang tuan sebutkan. Kalau memang banyak wanita yang menginginkan tuan, kenapa gak mereka saja yang tuan jadikan calon istri. Dan kenapa harus saya yang menjadi tumbalnya.." ucap Yasmin yang tak terima dirinya disamakan dengan wanita di luaran sana yang tergila-gila pada CEO nya itu. Dan entah keberanian dari mana ia membalas apa yang di ucapkan oleh Gio.
"Cih, sombong banget kamu! di bibir aja bilang gak tertarik sama saya, tapi hati kamu mengatakan lain, siapa yang tahu..!" balas Gio yang masih tak terima nyatanya Yasmin tidak tertarik dengannya. "Soal kenapa saya memilih kamu untuk menjadi istri saya, itu bukan urusan kamu. Kamu cukup ikuti apa yang saya perintahkan ke kamu, dan saya paling tidak suka di bantah."
"Ralat tuan, bukan istri tapi calon istri bohongan." sambung Yasmin membenarkan kata calon istri bohongan. "Tapi jika suatu saat mama tuan mengetahui kebohongan kita.. tuan tanggung sendiri akibatnya." tambah Yasmin lagi yang tidak mau di salahkan jika hubungan bohongan mereka di ketahui.
"biar itu menjadi urusan saya, kamu cukup patuh dengan apa yang saya ucapkan. Mengerti?!"
"Kamu boleh keluar dan kamu harus selesaikan pekerjaan kamu kemaren. Ingat.. sore ini harus selesai, nanti saya suruh Leo, asisten saya untuk bantu kamu biar kamu mengerti." Yasmin pun mengangguk kepalanya mengerti. Yasmin langsung melangkah kan kakinya meninggalkan Gio, tapi saat akan keluar dari ruangan Gio, Yasmin menghentikan langkahnya karena ada yang harus ia perjelas lagi tentang ganti rugi ponsel bosnya itu.
"Tuan.." Gio yang tadinya mengetik sesuatu dilaptopnya, langsung menghentikan nya kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Yasmin, karena mendengar suara Yasmin memanggil nya.
"iya ada apa?" tanya Gio sembari menatap wajah cantik Yasmin.
__ADS_1
"I-itu soal ponsel tuan gimana? apakah dengan saya membantu tuan menjadi calon bohongan, tuan akan membebaskan saya untuk tidak ganti rugi..?" tanya Yasmin agak sedikit takut.
Gio masih diam dan terus menatap Yasmin, Gio bisa melihat wajah sendu Yasmin dan mata teduhnya, membuat jantung Gio berdegup kencang. 'Ya tuhan apa ini.. kenapa jantungku selalu seperti ini saat melihat wajahnya, melihat mata teduh nya.' Gumam Gio dalam hati.
"Tuan." Sapa Yasmin lagi yang melihat bosnya tidak menjawab apa yang ia bicarakan dan hanya diam saja menatapnya.
"Eh iya." jawabnya yang tersadar dari lamunannya. "Hmm.. soal ponsel ya?" Gio menjadi bingung dan gugup sendiri mau menjawab. "I-iya saya tidak akan meminta kamu mengganti ponsel saya yang rusak, karena kamu bersedia membantu saya." ucap Gio akhirnya.
"Terimakasih tuan.." ucap Yasmin senang, sembari tersenyum manis menatap Gio. "Kalau gitu saya permisi tuan." Yasmin pun membuka pintu ruangan Gio, lalu keluar dan jalan menuju mejanya.
Melihat senyum manis Yasmin, jantung Gio kembali berdegup kencang dan membuat sesuatu yang ada di balik dalam celananya meminta di bebaskan.
'oh ya tuhan.. kenapa gue jadi seperti ini? melihat senyum manisnya dan bibir pink nya saja gairah gue langsung muncul, apalagi adik gue langsung tegak gitu aja.' gumam Gio dalam hati membuatnya kesal dan frustasi.
"Aaaah!" teriak Gio sembari membanting berkas ke mejanya.
Gio langsung menutup laptopnya dengan kesal, karena ia tidak lagi fokus mengerjakan sesuatu. Yang ada dipikirannya sedari tadi selalu aja Yasmin, membuat Gio semakin kesal dan frustasi.
__ADS_1
Kemudian Gio menelpon asisten nya. Soalnya masih banyak pekerjaan yang menumpuk, ia akan meminta Leo untuk menyelesaikan nya. Karena ia akan pergi ke sesuatu tempat untuk menghilangkan Yasmin dari pikirannya.
'Le.. tolong keruangan gue sekarang!'