
Sampainya di kantor polisi. Yasmin melihat keluarga dari Rangga sudah ada di sana. Yasmin tidak terkejut karena kehadiran mereka. Tapi yang membuat Yasmin terkejut adalah perut Citra yang kelihatan membesar, ia yakin kalau Citra tengah mengandung. Yasmin gak menyangka ternyata hubungan mereka dan melakukannya sudah sejauh itu sampai Citra mengandung.
Tetapi yang gak habis pikir, kenapa Rangga sampai melakukan seperti ini. Apa dia tidak berpikir, dia akan memiliki anak.
Bisa dilihat tatapan dari mamanya Rangga, sinis padanya. Dengan adanya kejadian yang terjadi sekarang ini, Yasmin yakin mantan calon mertuanya itu semakin membencinya.
Melihat Yasmin mendekat kearah mereka, mamanya Rangga langsung menampar Yasmin. Membuat orang Yanga ada disana terkejut.
"Ini semua gara-gara kamu, anak saya jadi masuk penjara!" ucap mamanya Rangga emosi. "Kamu itu memang wanita pembawa sial!" Mama Shila tak mau berhenti menyalahkan Yasmin. "Tapi saya sangat senang Rangga tidak jadi menikah dengan wanita yang tidak tahu darimana asal-usulnya! puas kamu Uda masukan anak saya kepenjara! puas!" Shila mau menarik rambut Yasmin, namun langsung di halangi oleh Suaminya,Yusman.
"Mama tenang, jangan seperti ini. Yasmin tidak salah, tapi memang Rangga lah yang salah mah.. Rangga menculik Yasmin dan mau memperkosanya. Apalagi Rangga sampai menusuk orang pakai pisau." Ucap Yusman.
"Enggak Pah. Ini semua gara-gara wanita murahan ini, pasti dia yang menggoda anak kita. Pokoknya mama gak mau anak kita di penjara." Ucap mama Shila yang belum bisa terima anaknya masuk penjara.
__ADS_1
Sakit rasanya di bilang wanita pembawa sial, di bilang wanita murahan dan wanita yang tidak jelas asal-usulnya di depan banyak orang. Sakit, itulah yang Yasmin rasakan saat ini.
'Ya allah apa yang aku lakukan? apa benar kalau aku pembawa sial? gara-gara aku mas Rangga jadi seperti ini dan gara-gara menolong aku tuan Gio masuk rumah sakit.'gumam Yasmin dalam hati.
"Nyonya tolong jaga ucapan anda! calon menantu saya bukan wanita seperti itu!" sambung Papa Reza tak terima.
"Apa calon menantu!"
"Iya. Yasmin adalah calon menantu saya."
"Maaf nyonya, saya tidak seperti anda. Saya maupun keluarga saya tidak pernah memandang orang dari status sosialnya. Karena pada dasarnya manusia derajat nya itu sama di mata Allah." tutur Reza.
"Pak Reza tolong maafin ucapan istri saya. Kami sekeluarga memita maaf atas apa yang dilakukan anak saya kepada Yasmin dan juga putra pak Reza." mohon Yusman.
__ADS_1
"Tolong Pak Aditama, di kasih tahu istri anda. Jangan suka merendahkan orang lain. Kalau istri anda berbicara yang macam-macam lagi pada calon menantu saya, Pak Aditama pasti tahu apa yang bisa saya lakukan." Ucap Reza memberi peringatan. "Dan satu lagi, saya memang memafkan putra anda, tapi proses hukum tetap berjalan." tambah Reza lagi yang kemudian meninggalkan mereka. Lalu menghampiri pengacaranya yang sudah datang.
Ya, ternya Reza Adijaya dan Papanya Rangga saling mengenal. Walaupun mereka tidak dekat, tapi setiap ada pesta kalangan Pengusaha, mereka sering bertemu. Yusman, Papa dari Rangga tahu siapa Reza Adijaya, dan dia tidak akan bisa melawan pengusaha sukses itu.
"Papa kenal dengan Lelaki itu?!" tanya Shila pada suaminya.
"Mah dia adalah Syahreza Adijaya. Pemilik Perusahaan ADIJAYA GRUP. Dan yang di tusuk pisau oleh Rangga adalah putra semata wayangnya bernama Gio. Putranya juga pengusaha muda yang sukses. Kamu tahu, di semua majalah bisnis selalu ada foto putranya. Kalau di bandingkan dengan Perusahaan yang kita miliki, kita kalah jauh dari Perusahaan mereka. Jadi papah mohon jangan cari masalah lagi dan jangan buat papah malu. Cukup anak yang kamu sayangi itu yang berbuat papa malu sekarang." Ucap Yusman kesal pada istrinya.
Kemudian Polisi menyuruh Yasmin dan juga Leo masuk kedalam ruangan untuk menjawab pertanyaan dari pihak polisi. Dua jam mereka baru selesai dan keluar dari kantor Polisi. Pada saat Yasmin akan masuk kedalam mobil Leo, Citra menghampirinya.
"Bisa kita bicara sebentar, sentar saja. Aku mohon." Yasmin pun menyetujui nya. Lalu Citra mengajak Yasmin ke Cafe yang tidak jauh dari kantor polisi. Leo sendiri memilih menunggu Yasmin di mobilnya. Sedangkan Papa Reza sudah kembali ke rumah sakit dianatar oleh supirnya.
"Apa yang mau di bicarakan?" tanya Yasmin. Mereka sudah duduk di salah satu meja yang ada di Cafe tersebut.
__ADS_1
Tapi sudah lima menit, Citra tak kunjung mengeluarkan satu kata pun. Citra bingung mau mulai dari mana berbicara pada Yasmin. Ia malu, sangat malu pada wanita yang ada di depannya.