YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 42


__ADS_3

"Tuan ini makan si_-" Yasmin langsung menghentikan ucapannya karena tengah menyaksikan bosnya itu lagi berciuman mesra dengan kekasihnya di sofa. Membuat kedua orang tersebut terkejut dan menyudahi ciuman mereka.


"Kamu bisa gak sih kalau mau masuk keruangan bos kamu, kamu itu ketuk pintu dulu!" kesal Salsa. Ya yang ada di ruangan Gio saat ini adalah Salsa. Memang saat Salsa datang ke ruangan Gio, Yasmin tidak berada di mejanya melainkan ia berada di toilet. Itu makanya Yasmin tidak tahu kedatangan Salsa ke ruangan Gio.


"Maaf Bu, tuan." ucapnya sembari membungkukan tubuhnya minta maaf.


"Kamu bawa apa itu?!" tanya Salsa ketus.


"Ini makan siang pesanan tuan, Bu." jawab Yasmin.


"Ya udah kamu letakkan di meja dan langsung keluar." Yasmin langsung meletakkan satu bungkus makan siang pesanan Gio, lalu Yasmin pergi dan tak mau berlama-lama melihat bosnya dan kekasihnya.


Gio sendiri sedari tadi menatap Yasmin sampai Yasmin keluar dari ruangannya, ada perasaan tidak enak pada Yasmin yang melihat dirinya sudah beberapa kali selalu ke pergok disaat dirinya lagi berciuman ataupun bermesraan dengan kekasihnya, Salsa. Ada rasa sesek di dadanya mendengar Salsa berbicara ketus pada Yasmin.

__ADS_1


Entah kenapa kok rasanya masih agak sulit untuk melepaskan Salsa. Padahal ia sudah di ancam mamanya, kalau masih ingin di anggap anak oleh mamanya ia harus memutuskan hubungannya dengan Salsa. Tapi sampai sekarang ia belum juga bisa melakukan itu, ia masih bingung dengan dirinya sendiri.


"Ya Allah aku ini kenapa?" tanya Yasmin pada dirinya sendiri sembari meletakkan telapak tangannya di dadanya yang terasa sesak. "ya Allah perasaan apa ini, kenapa melihat tuan Gio berciuman dengan kekasihnya ia merasakan sakit dan sesak. Apa ia dirinya sudah mulai menyukai lelaki itu tanpa ia sadari? Kenapa rasanya begitu sakit.. Ini lebih sakit dari pada ia melihat mas Rangga yang lagi bercinta dengan Citra." monolog Yasmin yang saat ini lagi duduk di kursi nya. 'Yasmin sadar, buang jauh-jauh rasa itu jika memang ada. Jangan menjadi orang ketiga di hubungan orang lain. Lagian gak mungkin tuan Gio suka sama kamu. Dia Uda mempunyai kekasih. Ya Allah kenapa rasanya begitu sesak sekali..'ucap Yasmin dalam hati.


"Hei kok bengong, lagi mikirin apa?" tanya Leo yang tiba-tiba sudah ada di depan meja Yasmin. Membuat Yasmin terkejut.


"Eh pak Leo, gak kok. Lagi gak mikirin apa-apa." jawab Yasmin sembari memperlihatkan senyum manisnya.


"Kita makan siang yuk Yas.. di Cafe depan." ajak Leo pada Yasmin.


"Biasanya kamu makan siang sama sahabat kamu. Siapa namanya ?" tanya Leo.


"namanya Sarah pak.. hari ini dia gak masuk lagi sakit." jawabnya. Mereka berdua pun jalan bersama menuju lift.

__ADS_1


Beberapa menit mereka sampai di Cafe yang letaknya tak jauh dari kantor ADIJAYA GRUP. Saat sedang asik makan, mata Yasmin tidak sengaja melihat seorang laki-laki dan wanita masuk kedalam Cafe yang sama dengannya. Mereka terlihat mesara, membuat Yasmin yang melihat itu timbul lagi rasa sesak di dadanya. Tanpa Yasmin sadari Leo terus memperhatikan Yasmin yang menatap sepasang kekasih yang memasuki Cafe. Siapa lagi kalau bukan Gio dan Salsa. Tadinya Gio ingin memakan makanan yang sudah ia pesan melalui Yasmin, tapi karena sang kekasih maksa ingin makan di luar, dengan terpaksa Gio menyetujuinya dan disini lah mereka sekarang. Dan Gio juga memilih makan siang di Cafe yang tak jauh dari kantornya.


"Kamu suka dengan pak bos ya?" tanya Leo tiba-tiba pada Yasmin. Membuat Yasmin terkejut, lalu menatap Leo bingung.


"Maksud nya?!" Leo tersenyum menatap Yasmin.


"gak ada, Uda cepat makan waktu istrahat Uda mau habis." balas Leo yang melanjutkan makan siangnya lagi. Sebenarnya Leo ada perasaan pada Yasmin, tapi setelah melihat Yasmin yang sepertinya cemburu melihat kemesraan bosnya itu, Leo yakin kalau Yasmin memiliki perasaan pada bosnya itu. Sama hal nya dengan bosnya, Leo tahu kalau bosnya itu suka dengan Yasmin. Kelihatan kalau dirinya selalu mengajak Yasmin ngobrol atupun bercanda, pasti bosnya langsung marah-marah tidak jelas. Kelihatan kalau bosnya cemburu. Hanya saja bosnya tidak sadar akan perasaan nya pada Yasmin.


Selesai makan siang, Yasmin dan Leo kembali kekantor. Yasmin agak sedikit aneh dengan Leo, yang biasanya selalu menggodanya ataupun bercanda dengannya kini Leo banyak diam. Sampai Uda mau mau masuk ke ruangan nya Leo pun masih diam.


"Pak Leo.." sapa Yasmin yang ingin bertanya ada apa pada bosnya itu.


"Yas, saya duluan ya.. lagi banyak kerjaan." ucap Leo langsung masuk keruangan nya tanpa mendengar jawaban dari Yasmin.

__ADS_1


Yasmin menghela nafasnya, lalu berjalan menuju mejanya. Ia bingung dengan perubahan sikap Leo barusan.


__ADS_2