
Saat ini Yasmin sudah berada di sebuah makam. Ya, saat Yasmin bertanya, dimana Ibu kandungnya dan gimana keadaan nya? Mama Mita langsung membawa Yasmin ke sebuah salah satu pemakaman umum di Jakarta. Awalnya Yasmin bingung kenapa membawanya ke makam.
"Ma kenapa mama membawa Yasmin kesini?" tanyanya Bingung.
Mama Mita pun langsung menceritakan kejadian tentang Ibunya yang meninggal karena kecelakaan. Akibat ulah mantan istri ayahnya yang tidak terima di ceraikan.
Singkat cerita.
Indra Prasetyo, itulah nama ayah dari Yasmin. Indra adalah seorang Dokter jantung yang hebat. Indra juga sudah memiliki rumah sakit sendiri di salah satu kota Jakarta. Sebelum bersama dengan Nilam, Indra memiliki istri bernama Rina. Saat itu rumah tangga Indra bersama Rina sangatlah harmonis.
Dari pernikahannya bersama Rina, Indra memiliki seorang anak lelaki tampan bernama Bima Prasetyo. Di usia pernikahan mereka yang ke Lima tahun, Rina selingkuh dari Indra. Dikarenakan kesibukan Indra sebagai Dokter, dan Indra juga sering pergi keluar Kota. Membuat Rina kesepian dan memilih mencari kesenangan dengan lelaki lain. Setelah Indra mengetahui istrinya selingkuh darinya. Indra marah dan memilih pergi ke kota Surabaya untuk menenangkan diri dan sekaligus ia memang di minta untuk menggantikan salah satu Dokter jantung yang sudah meninggal di rumah sakit di kota itu. Rina sendiri tidak mengetahui kalau Indra pergi meninggalkannya karena marah yang sudah mengetahui perselingkuhan Rina. Tetapi yang Rina tahu, kalau Indra ada pekerjaan di luar kota. Sedangkan Bima anaknya, Indra titipkan sementara kepada orang tuanya.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, Indra bertemu dengan Nilam. Wanita manis yang lemah lembut, penyayang, sabar dan pengertian. Waktu itu Nilam seorang dokter anak di rumah sakit yang sama dengan Indra. Indra pun jatuh cinta kepada Nilam karena lemah lembut nya. Awalnya mereka hanya berteman biasa aja, namun karena sering nya bertemu lama kelamaan, Indra nyaman pada Nilam dan iapun jatuh cinta padanya. Mereka berdua pun menjalin hubungan selama satu tahun. Karena merasa cocok, Indra menikahi Nilam. Kemudian Indra pun memutuskan untuk membawa Nilam ke Jakarta.
Sampainya di Jakarta, alangkah terkejutnya Nilam. Kalau ternyata Indra sudah memiliki istri dan anak. Dan di depan Nilam, Indra langsung mentalak Rina dan menceraikanya. Karena Rina tak mau di ceraikan dan tidak mengakui kalau ia berselingkuh, Indra pun menunjukkan bukti-bukti perselingkuhan Rina dengan kelaki lain. Bahkan Indra tahu kalau Rina sering membawa selingkuhannya ke rumah mereka kalau Indra keluar kota. Rina pun tidak bisa mengelak lagi dan di saat itu juga Indra langsung mengusir Rina.
Nilam sendiri bingung harus gimana. Satu sisi ia sangat mencintai Indra. Tapi satu sisi lainnya, Nilam tidak mau di sebut wanita perebut suami orang. Walau kenyataan nya ia sama sekali tidak tahu kalau Indra sudah memiliki keluarga. Karena Indra sendir tidak jujur padanya. Namun saat Nilam meminta untuk di pulangkan ke rumah orang tuanya karena kejadian itu, Indra meminta maaf padanya dan memohon pada Nilam untuk tidak meninggalkan nya, kerena Indra sangat mencintai Nilam dan Indra tidak mau kehilangan Nilam. Nilam pun jadi tidak tega dan Iba melihat Indra dan juga kasihan dengan anaknya Indra, yaitu Bima. Rina sendiri telah tega pada anaknya yang tidak mau merawat Bima. Nilam pun memutuskan mencoba menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Indra dan merawat anak Indra dengan penuh kasih sayang.
Beberapa bulan mereka menikah, awalnya kehidupan mereka adem ayem saja. Mereka semakin mesra, bahkan Indra tak sanggup tanpa Nilam. Sedangkan Bima, sangat menyukai Nilam ibu barunya yang penuh perhatian dan kasih sayang. Namun di bulan berikutnya, Rina mulai mengusik kehidupan rumah tangga Indra dan Nilam. Rina seringkali mencoba ingin menyingkirkan Nilam, dan memfitnah nya agar Indra membencinya. Namun semua itu gagal. Hingga akhirnya Rina menjebak Indra, dengan memberikannya obat tidur saat Indra datang ke sebuah pesta temannya bersama Nilam.
Saat Rina berhasil menjebak Indra. Rina langsung membawa Indra ke hotel di tempat diadakan pesta itu juga. Sebulan kejadian itu, Rina mengirimkan foto-foto dirinya bersama Indra yang seolah-olah mereka habis melakukan hubungan intim. Mendapatkan foto-foto Indra dan Rina, membuat Nilam marah dan kecewa pada Indra. Nilam pun meminta cerai dari Indra dan memilih pergi dari rumah dan meninggalkan Indra dan Bima.
Setelah Yasmin berusia dua bulan, Nilam berniat untuk memberitahukan Indra kalau dia memiliki putri cantik bernama Yasmin. Namun sayang Rina yang masih terus berusaha mendapatkan hati Indra kembali, mengetahui kalau ternyata Nilam memiliki anak dari Indra. Karena takut warisan yang harusnya untuk anaknya Bima di bagi oleh anaknya Nilam, Rina berusaha merencanakan pembunuhan Nilam dan anaknya, Yasmin.
__ADS_1
Nilam yang mengetahui rencana dari Rina, yang selalu menggagalkan Nilam untuk bertemu dengan Indra. Membuat Nilam takut, Nilam takut anaknya di celakain oleh Rina. Akhirnya Nilam memutuskan menitipkan Yasmin pada sepupunya yang ada di Surabaya. Karena orang tua dari Nilam sudah meninggal dunia setelah Indra membawa Nilam pindah keJakarta.
Setelah beberapa kali ingin menemui Indra selalu gagal, karena di halangi oleh Rina. Pada hari itu akhirnya Nilam bisa menemui Indra, meraka pun janjian bertemu di sebuah Cafe. Namun sayang, saat Yasmin akan menyebrang menuju Cafe tersebut ada sebuah mobil malaju begitu kencang, lalu menabrak Nilam dan itu tepat di depan mata Indra sendiri, karena bertepatan Indra baru nyampai di Cafe itu dan melihat Nilam akan menyebrang. Sayangnya Indra tak sempat menyelamatkan nya.
Sempat beberapa hari di rawat di rumah sakit, Nilam pun meninggal dunia. Itu membut Indra sangat-sangat terpukul. Dan setelah tahu Rina adalah orang yang menabrak Nilam. Indra langsung memasukkan Rina kedalam penjara dan di hukum penjara seumur hidup.
Mereka saat ini sudah berada di pemakaman.
Yasmin bisa melihat nama seseorang yang terukir di batu nisan itu. Nilam Puspita. Itulah nama yang ada di batu nisan itu. Air mata Yasmin langsung jatuh, tubuhnya lemah setelah melihat makam wanita yang melahirkannya. Wanita yang di tunggu-tunggu selama ini. Wanita yang ia tunggu kedatangannya dulu di panti untuk menjemputnya kelak. Yasmin bersimpuh di makam Ibu kandungnya, wanita yang sudah melahirkannya.
"Ibu.." Yasmin menangis terisak sembari menyentuh batu nisannya. "Ibu.. ini aku Yasmin, putri Ibu. Maafkan Yasmin Bu.. Yasmin baru lihat Ibu sekarang. Yasmin gak tahu kalau ternyata ibu sudah meninggal dan tenang di rumah Allah." ucapnya sembari terus menangis. "Ibu kenapa dulu tidak mengajak Yasmin aja Bu.. bersama Ibu, kenapa harus dititipkan pada orang lain. Ibu tahu, Yasmin selalu di ejek sama teman-teman Yasmin karena tidak memiliki keluarga, dan tidak ada Ibu di samping Yasmin. Mereka selalu mengejek dan menghina Yasmin Bu.. hiks.. hiks.. kenapa Ibu tidak membiarkan Yasmin bersama ibu saja. Setidaknya Yasmin juga ikut pergi ke rumah Allah bersama ibu. Hiks..hiks.." Yasmin terus menangis di makam Nilam sembari bercerita masa lalunya yang kerap kali di bully, dihina oleh temannya. Karena tidak memiliki Ayah dan Ibu.
__ADS_1
"Sayang, uda yuk. Hari Uda mau gelap." ucap Mama Mita mengajak Yasmin pulang. "Ibu kamu pasti senang dan tenang disana, sayang. Setelah melihat putrinya sudah datang menjenguk nya. Apalagi melihat putri yang ia lahirkan sudah tumbuh menjadi wanita cantik, kuat dan baik hati." tambah Mama Mita sembari mengelus kepala Yasmin lembut.
"Ibu, Yasmin senang bisa bertemu dengan Ibu walaupun itu hanya bisa melihat makam Ibu. Ibu, Yasmin pamit, besok Yasmin kembali kesini jenguk Ibu lagi." Ucap Yasmin yang masih menangis menatap makam Ibu kandungnya. Kemudian Yasmin mencium batu Nisan Ibunya. Seolah-olah ia sedang mencium kening Ibunya. Ingin rasanya ia berlama-lama di makam Ibunya, menceritakan pengalamannya selama ia di panti. Tapi sayang, hari semakin larut dan akhirnya ia menyetujui mama Mita untuk pulang.