
Dua bulan kemudian. Kini kandungan Yasmin sudah menginjak 7 bulan. Tapi perut Yasmin kelihatan seperti hamil sembilan bulan, mungkin karena hamil anak kembar makanya ia seperti hamil sudah sembilan bulan dan apalagi berat badannya juga bertambah. Gio sendiri semakin hari juga sikapnya menjadi lebih protektif terhadap Yasmin. Karena Gio tidak ingin Yasmin dan calon anaknya terjadi sesuatu dan kelelahan. Saat ini mereka juga masih tinggal di rumah mama Mita dan mereka akan pindah ke rumah baru setelah Yasmin lahiran.
"Mas, yang ini bagus gak?" tanya Yasmin. Karena mereka tengah memilih pakaian bayi di salah satu Mall di Jakarta. Dan Gio berdiri tepat di samping Yasmin yang juga ikut memilih pakaian bayi. Gio, Yasmin sengaja memilih warna-warna yang netral. Karena sampai saat ini mereka belum mengetahui jenis kelamin calon bayi mereka. Dan mereka tidak mempermasalahkan jenis kelaminnya, yang terpenting bagi mereka calon anak kembar mereka sehat dan tanpa ada kurang suatu apapun.
"Itu bagus sayang. Apapun yang kamu pilih mas selalu suka." Jawab Gio sembari tersenyum menatap istrinya.
Troli yang mereka bawa sudah penuh dengan baju-baju bayi yang sangat lucu dan tak lupa segala macam keperluan bayi mereka.
Setelah selesai memilih pakaian bayi, kini mereka berjalan untuk melihat-lihat ranjang bayi, stroller bayi dan ayunan nya juga.
"Kamu suka yang mana, sayang..?" Gio bertanya pada sang istri sembari meneliti berbagai macam ranjang bayi.
"Emm.. aku bingung mas. Soalnya bagus-bagus, semua." saut Yasmin. "Mas bagus kita beli dua ranjang bayi atau satu?" tanyanya.
"Dua aja sayang, calon anak kita kan kembar jadi lebih baik kita beli dua saja." jelas Gio.
"Ya sudah, aku ikut mas aja." Gio langsung mengecup kening Yasmin. "Mas, malu ih sama karyawan tokonya.." Gio seakan tidak perduli ia malah menciumnya kembali.
"Auu..!" pekik Gio karena Yasmin mencubit pinggangnya. "Sakit sayang.." adu nya.
"Makanya jangan mesum." kesal Yasmin. Kemudian Yasmin berjalan menuju Stroller bayi.
__ADS_1
"Sayang, tunggu.." ucap Gio mengikuti istrinya dari belakang sembari tersenyum melihat kekesalan sang istri.
"Stroller nya yang ini aja ya, mas?" tunjuk Yasmin pada Gio.
"Apapun itu yang kamu pilih mas selalu suka, sayang.." saut Gio.
Setelah selesai membeli ranjang dan stroller bayi, mereka pergi makan siang di Mall tersebut. Barang-barang yang mereka beli sudah di bawah oleh supir mamanya dan langsung di bawa pulang ke rumah mamanya. Tetapi keranjang bayi dan stroller nya akan di antar oleh orang toko tersebut.
"Sayang, kamu duduk dulu ya? dan pesan makanan nya, mas mau ke toilet sebentar." ucap Gio sembari menuntun istrinya duduk di salah satu meja.
"Iya mas.. jangan lama-lama ya?"
"Iya sayang.." Gio mencium kening istrinya sebelum ke toilet.
"Mas Gio kok lama ya?" lirih Yasmin. Karena hampir 15 menit Gio belum juga kembali dari toilet. Sedangkan makanan yang Yasmin pesan sudah datang.
"Yasmin..!" sapa seorang wanita yang sudah berdiri di dekat mejanya. "Iya kan Lo Yasmin?! wah gak nyangka ya kita ketemu disini.." ucap Wanita itu dengan menatap Yasmin tak suka.
"Le-Leni.." Yasmin terkejut melihat Leni ada di tempat yang sama dengannya.
Leni adalah teman satu sekolah Yasmin saat SMA dulu di Surabaya. Leni seringkali menghina dan mengejek Yasmin karena tidak memilik orangtua, apalagi Yasmin saat itu masih tinggal di panti asuhan. Membuat Yasmin sering di bilang anak haram dan anak yang tidak diinginkan oleh orang tua nya dengan teman SMA nya dulu.
"Leni Lo apa kabar?" tanya Yasmin yang masih selalu bersikap baik pada wanita yang ada di depannya itu.
__ADS_1
"Hahaha.. Lo tanya babar gue?! yang pastinya gue baiklah. Apa Lo selama ini tidak pernah lihat tv atau media sosial?! Asal Lo tahu aja gue itu model, sekarang." jawab Leni dengan sombong.
Yasmin pun menatap Leni dari atas kepala sampai bawah, Leni semakin cantik dan seksi. Apalagi dia memakai baju tanpa lengan dan rok pendek yang menurutnya sangat pendek sampai terlihat setengah paha mulusnya.
"Maaf Len, sayangnya gue jarang lihat tv. Jadi gue gak tahu kalau lo itu seorang Model." balas Yasmin sambil tersenyum manis menatap Leni.
"Ck, dasar kampungan! Dari dulu Lo itu selalu saja norak dan kampungan." Leni menatap Yasmin sinis, kemudian Leni fokus menatap perut Yasmin yang besar membuat nya terkejut. "Lo hamil?!" tanya Leni.
"Iya, Alhamdulillah gue hamil." jawab Yasmin santai.
"Apa Lo udah nikah?!"
"Sud_-"
"Atau jangan-jangan Lo hamil di luar nikah?!" sela Leni. "Hahaha.. berarti sama aja dong dengan lo, anak haram." tambahnya lagi dengan berbicara agak kuat membuat pengunjung yang lain pada ngelihatin mereka.
Yasmin yang mendengar itu menghela nafas sambil mengucap istighfar dalam hati. "Gue udah nikah Len, dan sudah hampir setahun malah." ucap Yasmin.
"Oya.. selamat kalau gitu, tapi mana suami Lo? Kok Lo hanya sendirian makan disini?" tanya Leni.
"Suami gue lagi ke toilet." saut nya.
"Suami Lo kerja dimana? pengusaha atau orang biasa?" tanya Leni yang masih ingin terus mempermalukan Yasmin. "Gue tahu, pasti suami Lo orang biasakan? lagian mana ada lelaki kaya, tampan, dan pengusaha yang mau sama anak yang tinggal di panti asuhan dan apalagi Lo itu anak haram!" Hina Leni pada Yasmin. "Oh iya, apa lo dan suami Lo mampu membayar makanan disini? makanan di mall kan mahal-mahal." ucap Leni yang masih terus menghina Yasmin.
__ADS_1
"Saya mampu membayar nya, bahkan saya bisa membeli mall ini jika Yasmin yang memintanya!" sambung seseorang yang baru saja datang.