YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 87


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu, kini kandungan Yasmin sudah menginjak usia 12 Minggu. Dan sekarang kondisi Yasmin Uda lebih baik. Dirinya sudah tidak mual lagi kalau berada di dekat sang suami. Ternyata hanya sebulan Yasmin mengalami itu.


"Sayang mau ikut mas kekantor gak?" tanya Gio pada sang istri sembari memberikan susu yang baru saja ia buat untuk Yasmin.


"Ikut mas.." jawabnya yang menerima susu dari Gio lalu meneguk susunya sampai tandas. "Terimakasih mas.." ucap Yasmin.


"Iya ,sayang.." Gio mengecup kening istrinya lembut. Gio sangat bersyukur sekarang dirinya sudah bisa dekat istrinya kembali. Setelah satu bulan ia merasakan rindu yang teramat sangat karena sang istri yang tidak mau berdekatan dengannya. Akhirnya semua itu sudah berakhir. Dan sekarang Gio bisa puas memeluk istrinya dan tak lupa ia bisa mengelus perut sang istri, mengajak anaknya berbicara walaupun masih dalam kandungan. Bahkan sekarang Yasmin tidak mau lepas darinya, istrinya selalu saja ikut kekantor. Terkadang Gio kuatir istrinya kelelahan, tapi Yasmin tetap kekeh mau ikut dirinya kekantor. Mau tidak mau Gio menyetujui nya, dari pada istri nya akan menangis dan gak mau tidur dengannya. Benar kata mertuanya waktu itu, pasti nantinya bakalan Yasmin sendiri yang menempel terus kepadanya. Dengan Yasmin tidak mau jauh darinya dan selalu manja padanya, itu sangat menyenangkan bagi Gio sendiri.


"Ayo mas, aku sudah siap." ucap Yasmin. Gio langsung beranjak dari sofa lalu mereka berjalan keluar kamar sembari bergandengan tangan.


"Sayang, kamu di ruangan mas dulu tidak apa-apa kan? mas mau meeting sebentar." ucap Gio yang menuntut istrinya untuk duduk di sofa. Ya, saat ini mereka sudah sampai di kantor.


"Iya mas.. ya Uda sana kamu meeting." balas Yasmin sembari tersenyum manis menatap Gio.


Gio mencium kening dan bibir istrinya singkat kemudian ia mengambil berkas di mejanya.


"Mas meeting dulu, sayang.." pamitnya sembari berjalan keluar ruangan menuju ruangan meeting. Sembari menunggu, Yasmin melihat-lihat media sosial diponselnya, saat melihat makanan yang sangat enak di Instragam Yasmin langsung menginginkan makanan tersebut. Dan Yasmin mau Gio yang memasak makanan tersebut.


"sabar sayang, kita tunggu papa dulu ya.. kamu mau papa yang masak makanan itu kan?" monolog Yasmin sembari mengelus perutnya.

__ADS_1


Satu jam Gio baru selesai meeting. Dengan cepat Gio berjalan menuju ruangan nya. Karena istrinya pasti sudah bosan menunggu nya lama. "Le, hari ini kamu yang meeting di luar ya? Soalnya Yasmin gk mau di tinggal." ucap Gio jujur dan benar adanya kalau Yasmin sangat manja dan tidak mau di tinggal.


"Baik, bos." jawab Leo.


"Oh iya Le, gimana hubungan lo dengan Sarah?" tanya Gio.


"Sarah? maksud bos?" tanya Leo pura-pura tidak mengerti.


"jangan pura-pura tidak tahu lo Le.. gue Uda tahu kalian berdua menjalin hubungan, kan?"


'Perasaan gue Uda nutupi hubungan gue dengan Sarah, tapi kenapa pak Bos bisa tahu ya?' batin Leo.


Sedangkan Gio sudah tersenyum lihat Leo gugup dan langsung masuk ke ruangan nya.


"Sarah tolong kamu pesankan makan siang saya dan Yasmin ya?"


"Baik Pak." jawab Sarah.


"Oh iya Sarah, ada yang titip salam sama kamu." gurau Gio.

__ADS_1


"Titip salam? siapa pak?" tanya Sarah antara bingung dan penasaran.


"Menurut kamu siapa lelaki yang dekat dengan kamu sekarang?" tanya Gio sembari tersenyum menyeringai.


"Siapa ya?" Sarah berpikir sejenak siapa lelaki yang dekat dengannya. "Maksud Pak Gio, Le_-" Sarah langsung menutup mulutnya dengan tangan, yang hampir keceplosan.


Sedangkan Gio langsung tertawa, melihat Sarah. "Gak usah di tutup-tutupi, saya sudah tahu hubungan kalian." ucap Gio yang langsung berjalan masuk kedalam ruangan nya.


"Pak bos kok bisa tahu ya? apa Yasmin yang memberitahukan tentang hubungan kami? tapi gak mungkin, aku saja belum ada cerita ke Yasmin. Aaah! kan aku jadi malu sama pak Bos..!" monolog Sarah.


"Sayang, ma_-" Gio menghentikan ucapannya karena melihat istrinya tertidur di sofa. Gio langsung tersenyum dan nyamperin istrinya.


"Pasti kamu bosen ya nunggu mas.. " Gio mengelus kepala istrinya, kemudian Gio mengangkat Yasmin lalu masuk ke ruangan pribadinya.


Setelah meletakkan istrinya di ranjang. Gio beralih ke perut sang istri. " Hei anak papa.. jangan nakal ya, mama lagi tidur. Papa mau kerja dulu ya sayang.." ucap Gio berbicara pada anaknya sembari mengelus dan mencium perut istrinya. Selesai berbicara dengan calon anaknya, Gio kembali beralih ke istrinya. Gio menatap wajah cantik Yasmin. Ia tidak pernah bosan menatap wajah sang istri, di cium kening istrinya dengan lembut. Tak lupa Gio selalu berdoa untuk hubungan mereka, agar baik-baik saja dan di jauhkan dari hal buruk.


"Mas sayang banget sama kamu, sayang." lirih Gio.


Kemudian Gio keluar dari ruangan pribadinya meninggalkan istrinya yang sedang tidur. Karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.

__ADS_1


__ADS_2