YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 136


__ADS_3

Leni langsung menoleh kebelakang dan ia terkejut saat melihat siapa yang baru saja membalas ucapannya.


"Gio..!" ucap Leni lirih.


"Sayang, maaf mas lama. Toilet yang di lantai ini tadi lagi dalam perbaikan, jadi mas pindah ke toilet yang berbeda di bawah." ucap Gio pada Yasmin, yang melewati Leni gitu saja dan kemudian duduk di sebelah Yasmin tak lupa ia mengecup kening istrinya.


"Gak apa-apa, mas.." balas Yasmin.


"Ini gak mungki, Gio suaminya Yasmin?! Gimana bisa mereka bersama?" Gumam Leni dalam hati yang masih tidak percaya kalau Yasmin istri dari Gio Faresta Adijaya.


"Oh iya mas, kenalin ini teman SMA aku dulu. Leni." ucap Yasmin memperkenalkan Gio pada Leni. "Dan Leni ini mas Gio, suami ku." ucapnya lagi yang membuat Leni semakin terkejut.


"A-apa! Gio beneran suami kamu?!"


"Iya." jawab Yasmin. "Mas.." panggil Yasmin, karena suaminya cuek saja dan tak mau menatap Leni. Gio malah langsung menyantap makanan yang ada di depannya.


"Iya sayang.." sahut Gio sembari tersenyum manis menatap istrinya.


"Mas tidak mau kenalan dengan teman, ku?" tanyanya.


"Tidak perlu! mas sudah mengenalnya." jawab Gio santai.


"Apa? mas sudah mengenal Leni?"


"Iya. Kami sudah saling kenal." sambung Leni yang terus menatap Gio.


"Mas.." Yasmin menatap suaminya.


"Oh ya ampun.. sayang maaf, kamu terpaksa harus mendengar nya. Wanita ini, yang kamu bilang teman kamu adalah mantan pacar mas." ucap Gio jujur. Sambil mengecup tangan istrinya. Lebih baik istrinya mendengar dari mulutnya, dari pada mendengarnya dari wanita yang ada di depan mereka saat ini.

__ADS_1


Sementara Leni yang melihat itu, merasa sangat kesal. Gio terlihat begitu sangat mencintai dan menyayangi Yasmin. Berbeda saat Gio berpacaran dengan nya. Dulu Gio sangat cuek dan tak peduli. Bahkan Gio dulu yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


"Gio, kamu mau menikah dengan Yasmin?! Apa kamu tahu Gio, wanita yang sudah kamu nikahi itu adalah anak haram! anak yang tidak tahu asal usulnya?!" ucap Leni menyeringai licik. Mendengar ucapan dari Leni Gio langsung menatapnya tajam dan mengepalkan kedua tangannya. Terus selanjutnya Gio tertawa.


"Hahaha... Apa kamu bilang? Yasmin anak haram?!" Gio masih terus tertawa, membuat Yasmin dan juga Leni bingung.


"Buat ku tidak masalah! Mau Yasmin anak haram atau tidak.Tapi sayangnya apa yang kamu ucapkan tidaklah benar. Yasmin, istri ku bukanlah anak haram. Mungkin kamu akan terkejut jika tahu siapa orangtuanya."jawab Gio.


"Mas.."


"Biar sayang, biar wanita ini tahu kalau kamu bukanlah anak haram seperti yang di ucapkannya!" Gio kemudian mengelus kepala sang istri dengan sayang.


"Tapi kenapa kamu lebih memilih Yasmin Gio? dan kenapa waktu itu kamu mutusin aku gitu aja! Apa kesalahan ku waktu itu!" Gio menatap Leni tersenyum kecil.


"kamu mau tahu kenapa?!" Leni menganggukkan kepalanya. Membuat Gio menyeringai sembari menatap Leni. "Karena aku tidak suka dengan wanita yang menyerahkan tubuhnya dengan lelaki lain seperti pelacur!" Ucap Gio sarkas.


"Ma-maksud kamu apa, Gio?!" tanya Leni dengan menatap Gio tajam.


"Jangan sok kamu, Gio. Apa bedanya dengan kamu yang suka gonta-ganti pasangan..!" ucap Leni dengan nada tinggi.


"Ck! Jelas berbeda nona Leni, walupun aku banyak di kelilingi wanita tapi aku tidak pernah tidur dengan mereka! Berbeda dengan mu demi uang kamu rela tidur dengan banyak, lelaki!"


"Mas.."


"Kenapa sayang.. memang seperti itu lah dia! kamu tidak mengetahuinya, kan?!"


"Gio! jaga ucapan mu!"


"Kau yang jaga ucapanmu! hanya karena istriku diam saja. Kau terus menghinanya, gitu! Aku tidak akan pernah membiarkan orang yang sudah menghina istriku! Jadi lebih baik kau pergi dari sini, jangan sampai kau menyesal nantinya apa aku perbuat padamu, yang akan membuat karir mu hancur!" ancam Gio pada Leni.

__ADS_1


Mendengar ancaman Gio, Leni mengepalkan tangannya. Kemudian dengan perasaan kesal ia langsung meninggalkan mereka.


"Mas, kenapa kamu berbicara seperti itu padanya..?" tanyanya.


"Please sayang, jangan pernah mengasihani orang yang sudah menghina kamu. Mas tahu kamu sangat baik pada orang, tapi lihat orangnya juga sayang.. dan jangan diam saja sama orang yang sudah menghinamu!" jelas Gio. Yasmin memeluk Gio sangat erat, menenangkan suaminya yang emosinya redah. Mendapatkan pelukan dari Yasmin, Gio langsung menghela nafasnya. Perlahan emosinya mulai meredah.


"Maaf sayang, bukannya mas bermaksud_-"


"Gak apa-apa mas, tapi jangan jadi pendendam mas.. dan jangan bicara sembarangan, entar anak kita mendengarnya." ucap Yasmin sembari mengelus perutnya.


"Ya Allah, maaf nak. Maafkan papa kalian ya.." Gio mengelus perut istrinya dengan lembut dan calon anak mereka yang ada didalam perut Yasmin pun menendang.


"Sayang, apa kamu merasakannya?!" tanya Gio takjub.


"Iya mas.." sahut Yasmin sambil tersenyum senang.


"Apa kalian memaafkan papa, nak.." ucap Gio kembali berbicara di depan perut istrinya. Dan Gio merasakan lagi tendangan dari dalam perut istrinya dan ini lebih kuat. Sampai membuat Yasmin sedikit meringis.


"Sayang, anak kita mendengarnya..!" ucap Gio begitu bahagia bisa merasakan tendangan dari calon anaknya. "Apa kamu merasakan sakit kalau anak kita menendang, sayang?" tanya Gio.


"Sedikit mas.. tapi aku suka. Itu berarti anak kita begitu aktif di dalam perut mamanya." tutur Yasmin.


"Beneran sayang.."


"Iya mas.." jawab Yasmin. "Dan kamu perlu tahu mas, ini sudah entah yang keberapa kalinya aku merasakan tendangan nya." adu Yasmin dengan bahagia.


"Kok kamu tidak pernah cerita ke mas sayang.." protes Gio.


"Maaf mas kalau kemarin-kemarin tendangan nya belum terlalu sering, tapi sekarang mereka berdua begitu aktif."

__ADS_1


Gio terus saja mengelus perut istrinya ia masih ingin merasakan tendangan dari calon anaknya.


__ADS_2