
"Terimakasih.." ucap Gio tiba-tiba pada Yasmin.
Saat ini mereka berdua tengah duduk di Gazebo yang letaknya di taman belakang rumah Gio. Sedangkan orangtuanya sudah istrahat di kamarnya, karena kelelahan. Gio sengaja mengajak Yasmin untuk ngobrol di taman belakang rumahnya. Gak tahu kenapa ada rasa begitu nyaman dekat dengan Yasmin, saat berbagi cerita dengannya dan ingin sekali rasanya ia mengenal lebih dekat lagi sosok Yasmin. Kalau soal jantung jangan di tanya, saat ini jantung Gio berdegup kencang dua kali lipat dari biasanya.
"Terimakasih untuk?" tanya Yasmin yang tidak mengerti.
Gio menatap Yasmin sekilas, kemudian mengarahkan wajahnya lurus ke depan. "terimakasih, dengan adanya kamu mama sekarang lebih bahagia lagi." jawab Gio sembari tersenyum manis. Yasmin yang melihat senyum Gio dari samping, terpesona dengan ketampanan Gio Saat tersenyum.
"Tuan tidak perlu berterimakasih, karena saya tidak melakukan apa-apa. Tetapi jika memang kehadiran saya bisa membuat mama Mita bahagia, saya sangat senang bisa membuat orang lain bahagia karena saya." tutur Yasmin sembari tersenyum menatap Gio, Gio pun juga menatap Yasmin dari samping karena Yasmin memang duduk di sampingnya yang jaraknya tak terlalu jauh. Beberapa saat mata mereka berdua saling terkunci, dan sama-sama tidak mau melepas pandangannya sama sekali. Sampai mereka berdua di kejutkan dengan kedatangan bibi yang mengantarkan susu coklat dan cemilan.
"Maaf tuan, non ini minumannya." ucap Bibi yang langsung meletakkan dua gelas susu dan cemilannya. Karena sebelum mereka berdua duduk di gazebo, Gio minta di buatkan susu oleh bibi, Gio dan Yasmin jadi salah tingkah sendiri.
Yasmin benar-benar sangat malu pada Gio, kemudian Yasmin meletakkan telapak tangannya di dadanya, ia merasakan jantungnya berdegup kencang, tidak seperti biasanya. 'Ya ampun nih jantung gue kenapa sampe berdegup sekencang ini.. gak mungkinkan gue punya penyakit jantung.' gumam Yasmin yang menyentuh dadanya.
Begitu juga dengan Gio, rasanya ingin menghilang saja dari hadapan Yasmin. Karena ia malu yang terus menatap Yasmin. Ia bingung kok bisa ia seperti ini di depan Yasmin, ia belum pernah merasakan dengan cewek lain seperti yang ia rasakan kepada Yasmin. Apalagi dengan pacarnya, Salsa yang sudah beberapa tahun menjalin hubungan dengannya atau dengan pacar-pacar lainnya sama sekali belum ada yang membuat jantungnya berdebar dan berdegup kencang. Berdekatan dengan Yasmin juga membuat gairah nya muncul tanpa di sadari, biasanya kalau di pancing dengan ciuman baru muncul. Tetapi dengan Yasmin, hanya melihat senyum atau tawa wanita itu saja gairah nya langsung naik, apalagi dengan melihat bibir pinknya, ingin rasanya Gio langsung melahapnya. 'oh shitt apa yang ada dipikiran gue..!' gumam Gio dalam hati.
"Tu-tuan.." sapa Yasmin yang berusaha menghilangkan rasa canggung pada Gio.
__ADS_1
"Emm, iya!" jawab Gio tanpa menolah ke arah Yasmin.
"Gimana kalau orang tua tuan beneran menyuruh kita nikah.." Ucap Yasmin pada Gio dengan serius. "Ya jelaslah mereka akan menyuruh kita nikah, secara kamu kan emang calon istri saya." ucap Gio dengan nada menggoda.
"Calon bohongan ya tuan.." kesal Yasmin.
"Emangnya kenapa kalau mereka menyuruh kita nikah?" tanya Gio yang masih ingin menggoda Yasmin.
"Kok kenapa sih tuan.. yang jangan sampailah! kita ini gak ada hubungan apa-apa tuan.. lagian hubungan kita hanya kebohongan saja. Kalau bukan untuk menebus ponsel tuan yang hancur karena saya, saya tidak mau berbohong kepada mama Mita." jelasnya sembari kesal pada bosnya itu.
"Jadi kalau kita beneran ada hubungan, kamu mau nikah sama saya?" Gio terus menggoda Yasmin, karena melihat wajah kesalnya sekretaris nya itu sangat menggemaskan.
"Enggak, kenapa?"
"Karena saya tidak suka dan gak cinta sama tuan." balasnya yang semakin membuatnya kesal. "Jadi kalau kamu cinta sama saya berarti kamu mau dong nikah sama saya?!" tanya Gio lagi yang membuat Yasmin benar-benar kesal dengan bosnya itu.
"Tuan...!" teriak Yasmin, membuat Gio langsung tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah Yasmin yang sudah begitu kesal padanya. "Saya tidak akan pernah jatuh cinta pada tuan, ingat itu!" ucap Yasmin dengan tegas.
"Yakin kamu gak akan jatuh cinta sama saya..?" Goda Gio lagi
__ADS_1
"Yakinlah!" tegasnya.
"Oke kita lihat aja, saya yakin lama-kelamaan kamu bakalan jatuh cinta sama saya dan terpesona dengan ketampanan saya!"
"Ck, jangan sok kepedean tuan Gio yang tam_-" Yasmin pun menghentikan ucapannya, hampir saja ia mau bilang bosnya itu tampan.
"nah loh kok gak di lanjut ngomongnya.. lanjut dong, bilang tampannya.." ucap Gio, membuat Yasmin jadi malu karena ketahuan hampir keceplosan bilang bosnya itu tampan.
Gio yang melihat Wajah merah Yasmin karena malu, tersenyum senang. Sangat menggemaskan sekali melihat wajah merah merona Yasmin.
Akhirnya mereka berdua saling cerita, dan bercanda. Yasmin yang tadinya kesal dengan Gio, hilang gitu aja karena candaan yang Gio lontarkan padanya membuat Yasmin tertawa sampai terbahak-bahak.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka, Membuat seseorang itu tahu kalau hubungan mereka adalah kebohongan.
Melihat tawa renyah Yasmin, lagi-lagi membangkitkan salah bagian inti tubuh Gio tegang. Membuat Gio tidak bisa lagi menahan nya. "Yasmin, saya istrahat duluan ya.. hari ini saya lelah sekali. Lebih baik kamu juga istrahat." Ucap Gio berbohong, karena sebenarnya ia sudah tidak tahan, bisa-bisa ia langsung menyerang Yasmin di gazebo ini juga.
"Oke. Kalau gitu saya masuk duluan tuan, sekalian mau bawa gelas ini kedapur." pamit Yasmin yang langsung beranjak dari Gazebo sembari membawa dua gelas dan toples kaca tempat cemilan yang mereka makan tadi.
"Hmmm," balas Gio sembari menatap punggung Yasmin dari belakang karena Yasmin sudah jalan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Gio menghela nafasnya lega, Yasmin sudah masuk kedalam. Tak berapa lama Gio pun masuk kedalam rumah.