
Setelah acara akad selesai. Kini mereka sudah berada di Hotel mewah milik Keluarga Adijaya. Karena malam nanti resepsi pernikahan Gio dan Yasmin gelar. Gio dan Yasmin saat ini berada di dalam kamar hotel, mereka tengah rehat sejenak sebelum malamnya mereka akan menyambut tamu undangan yang begitu banyak.
"Awas ya! jangan kamu sentuh menantu mama dulu. Yang ada acara belum di mulai, menantu mama udah kelelahan duluan. Lagian sebentar lagi MUA datang." ucap Mita memberikan peringatan ke putranya.
"Hahaha iya mam.. bawel banget sih! tapi kalau kecup-kecup dikit gak apa-apa kan?" gurau Gio sembari mengedipkan matanya sebelah.
"Dasar anak nakal!" Mita langsung menjewer telinga Gio.
"Aduh mam! anak Uda punya istri juga tapi masih di jewer telinganya kaya anak kecil." gerutu Gio sembari mengelus telinganya yang sakit.
"Makanya jangan nakal! sabar dulu. Entar kalau sudah selesai resepsi baru buat cucu untuk mama."
"Iya mama ku sayang.." balas Gio.
Sedangkan Yasmin sendiri lagi di kamar mandi lagi bersih-bersih.
"O iya ,suruh Yasmin siap-siap ini Uda sore. Dan kamu juga cepat siap-siap." kemudian Mita keluar dari kamar anaknya.
*
Malam pun tiba. Di sebuah Ballroom Hotel milik Adijaya, dimana letak acara resepsi pernikahan Gio dan Yasmin di gelar, sudah di ramaikan dengan para tamu undangan yang hadir. Mulai dari keluarga, teman dari Gio maupun teman dari para orang tua, dan rekan bisnis Gio sudah hadir di acara tersebut.
Yasmin begitu cantik memakai gaun pengantin sederhana berwarna putih, begitu pas banget dengan kulitnya yang putih
Sedangkan Gio sendiri memakai Tuxedo berwarna hitam. Dan ia semakin terlihat sangat gagah dan tampan.
Gio dan Yasmin memasuki Ballroom dengan Yasmin menggandeng lengan Gio berjalan menuju pelaminan. Semua tamu undangan menatap kedua pengantin yang terlihat sangat serasi.
"Bro selamat ya.. gue gak nyangka ternyata istri Lo sekretaris yang pernah Lo bawa ke WILLIAM GRUP." ucap Rio Prayoga memberi selamat pada sahabat sekaligus rekan bisnisnya.
"Terimakasih bro. Lo Uda mau hadir ke acara gue. Ternyata Lo masih ingat aja siapa sekretaris gue." balas Gio. "Oh iya gimana Bagas?" tanya Gio penasaran karena terakhir ia menjenguk nya, Bagas sadar dari koma karena kata-kata yang Gio ucapkan ke Bagas.
"Dia sehat, hanya saja Bagas masih belum mengingat, Zahra." jawab Rio.
__ADS_1
"Selamat kak Gio, mbak.." ucap Sheina istri dari Rio kepada kedua mempelai.
"Terimakasih.." balas mereka berdua.
"Kak Gio, mbak Zahra titip salam. Dia juga minta maaf gak bisa hadir ke pernikahan kalian." ucap Sheina lagi.
"Iya gak apa-apa Shein. Salam balik ya?"
"Oke."
Setelah sahabat dari Gio pergi, Gio dan Yasmin masih terus berdiri. Karena banyaknya tamu undangan yang hadir dan menyalami mereka, membuat Yasmi kelelahan.
"Sayang kalau kamu lelah duduk aja." Gio merangkul bahu Yasmin tak lupa ia mengecup kening nya.
"Iya mas, kaki aku Uda pegal banget."ucap Yasmin.
"Ehemm!" membuat Gio dan Yasmin langsung menoleh.
"Kak Bima.. ya ampun dari mana aja kok baru kelihatan?" tanya Yasmin.
"Iya maaf, kak tadi ada urusan sebentar." Jawab Bima. "Selamat ya adik ku yang cantik.. semoga kamu bisa menjadi istri yang baik, seperti mama Nilam." ucapnya tulus.
"Serem amat ancamannya kakak ipar." balas Gio. "Lo tenang aja, gue cinta banget dengan Yasmin. Insyaallah gue gak akan nyakitin bidadari gue." tambah Gio lagi.
"Ck! lebay loh."
"Makanya cepat cari pasangan sana!betah amat jomblo terus." cicit Gio yang membuat Bima langsung kesal.
"Bawel loh." Sebelum turun dari pelaminan Bima memeluk adiknya. Giliran Gio yang kesal kerena Bima memeluk istrinya.
"Uda sana turun! jangan lama-lama peluk istri gue." Bima langsung tertawa, Gio cemburu ia memeluk adiknya.
Tepat pukul 11 malam, acaranya pun selesai. Yasmin sendiri sudah masuk kedalam kamar Hotel, Yasmin sangat kelelahan. Sedangkan Gio masih berbincang-bincang dengan keluarganya.
Selesai berbincang, Gio masuk kedalam kamar. Dilihatnya Yasmin sudah terlelap dengan selimut yang menutupi tubuh nya. Gio pun membiarkan istrinya tidur, ia tahu istri sangat kelelahan. Ia juga tidak mau memaksa mengajak istrinya untuk melakukan malam pertama. Ia juga tidak setega itu membangunkan istrinya.
Gio nyamperin istrinya keranjang, kemudian Gio mengecup kening istrinya lembut. "Selamat tidur sayang, malam ini kamu lolos, tapi besok jangan harap kamu bisa jalan." lirih Gio.
__ADS_1
Gio pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
*
Gio sedari tadi tidak bisa memejamkan matanya. Ia terus menatap wajah cantik Yasmin. Berbeda dengan Yasmin yang begitu nyenyak di dalam pelukannya. Di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
Kemudian di kecup nya bibir pink Yasmin dengan lembut. Karena ia sudah tidak tahan untuk mencium bibir istrinya yang sudah sangat menggoda iman. Awalnya ia hanya mengecup tapi lama-lama ia memperdalam ciumanya. Membuat Yasmin terbangun.
"Mas.."
"Maaf sayang, mas Uda mengganggu tidur kamu." ucap Gio jadi merasa bersalah.
"Ini Uda jam berapa mas?"
"Ini jam tiga pagi, sayang.." jawab Gio sembari tersenyum menatap Yasmin.
"Apa? jam tiga mas?" tanyanya lagi.
"Iya sayang.." Gio mencium bibir istrinya singkat.
"Ya ampun, maaf ya mas aku ketiduran pas nunggu kamu tadi."
"Ia gak apa-apa, sayang." ucap Gio menarik ujung hidung istrinya.
"Mas sendiri kok belum tidur?" tanya Yasmin.
"Sayang, apa mas boleh melakukan nya?"
Deg
Jantung Yasmin langsung berdegup kencang, mendengar pertanyaan suaminya.
"Kalau kamu belum siap, ya uda gak apa-apa." ucap Gio. Ada nada kecewa dari ucapan suaminya, menurut Yasmin.
Sebenarnya Yasmin gugup dan agak sedikit takut, tapi jika menolak suaminya ia takut dosa.
"Mas boleh kok melakukannya, sekarang.." ucap Yasmin akhirnya.
__ADS_1
"Kamu serius, sayang?"
"Iya mas.."