
Selesai Gio dan Yasmin makan siang, Gio melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat.
"Mas, kita mau kemana? ini kan bukan ke arah jalan kantor kamu?!" Yasmin bertanya pada Gio.
"Ke suatu tempat, sayang.." Jawab Gio kemudian mengambil tangan Yasmin, lalu mengecupnya dengan lembut sambil Gio terus menyetir mobilnya.
"Ke suatu tempat? tempat apa mas? dan dimana?" tanya Yasmin penasaran.
Gio menatap Yasmin sekilas dengan senyuman, "ada deh, ini kejutan.." ucap Gio kemudian ia mengelus perut buncit istrinya.
"Kejutan? kejutan apa mas? jangan buat aku tambah penasaran deh!"
"entar kamu juga akan tahu sayang, kalau kita sudah sampai. Sabar ya.. soalnya ini kejutan buat kamu!" sambung Gio yang tersenyum menatap wajah bingung istrinya.
Dua puluh menit akhirnya mobil Gio sampai di komplek perumahan mewah. Kemudian Gio menghentikan mobilnya di salah satu rumah yang lumayan besar. Dan ia pun mengajak istrinya untuk turun dari mobil.
Sedangkan Yasmin terus memperhatikan rumah tersebut. Yasmin mengerutkan keningnya, kenapa suaminya berhenti di sebuah rumah mewah. Katanya suaminya akan memberikan kejutan untuknya, tapi kenapa mereka sekarang berada dirumah mewah ini? yang membuatnya tambah bingung lagi, beberapa mobil milik suaminya sudah terparkir disana.
"Mas, ini kita ada di rumah siapa?" tanya Yasmin penasaran.
"taraaaa... ini adalah rumah baru kita sayang.." ucap Gio sembari merangkul bahu Yasmin.
"Ru-rumah kita mas?" tanyanya.
"Iya sayang.." saut Gio. "Apa kamu suka dengan rumahnya, sayang?" Yasmin menatap rumah mewah itu, ia suka rumahnya. Apalagi halamannya sangat luas, bisa untuk tempat bermain anak kembarnya, nanti. "Sayang gimana? apa kamu suka?" Gio kembali bertanya pada Yasmin.
__ADS_1
"Bagus, dan aku suka mas.." jawab Yasmin. "Tapi mas, kenapa harus membeli rumah lagi? bukannya kita sudah memiliki rumah? dan rumah kita juga bagus, kan sayang kalau harus membuang uang mas?" Gio menatap lembut istrinya.
"Sayang, mas sengaja beli rumah baru lagi untuk kita. Kamu tahu kenapa?"
"Kenapa?" tanya Yasmin langsung.
"Karena mas gak mau kalau kita tetap tinggal di rumah kita yang lama, membuat kamu trauma dengan kejadian kemarin, sayang. Apalagi kamu lagi mengandung, jadi mas gak mau itu sampai terjadi. Dan mas tahu, dalam diri kamu masih ada rasa takut kalau mengingat ke jadian itu." jelas Gio yang membuat Yasmin langsung berkaca-kaca. Ternyata suaminya mengerti tentang kecemasan dirinya. Sebenarnya Yasmin ingin berbicara masalah ini dengan suaminya, untuk meminta pindah dari rumah mereka dan akan meminta tetap tinggal di rumah mama Mita atau pindah ke apartemen suaminya yang lama. Tapi Yasmin belum berani mengatakan itu pada sang suami. Tapi sekarang, tanpa ia memberitahukan suaminya sudah mengerti kecemasannya.
Melihat mata istrinya berkaca-kaca dan mungkin sekali kedipan saja air matanya akan terjatuh, Gio langsung memeluk istrinya. "Hei, kenapa wajah sedih gitu? apa kamu tidak ingin pindah rumah sayang?" tanya Gio sembari mengelus kepala istrinya.
"Mas.." Yasmin mengurai pelukannya dari Gio, kemudian menatapnya.
"Kenapa sayang, hmm?" tanya Gio karena istrinya menatapnya.
"Mas kok tau kalau aku takut untuk balik kerumah kita lagi?" tanya Yasmin.
"Mas, terimakasih sudah mengerti akan kecemasan ku dan perasaan takut yang aku rasakan." ucap Yasmin sembari memeluk suaminya walaupun tidak bisa merapatkan tubuhnya karena terhalang perut buncitnya.
"Sama-sama sayang, mas lakukan agar istrinya mas tetap bahagia." ucap Gio. Ia pun membalas pelukan dari istrinya.
"Mas, kenapa kamu bisa begitu sangat mencintai ku?"tanya Yasmin pada sang suami.
"Sayang, benar mas sangat mencintaimu. Tapi sebenarnya mas bingung harus jawab apa kalau di tanya kenapa bisa sangat mencintaimu? Yang mas tahu, cinta tidak butuh alasan. Tetapi.. cinta juga sudah menjadi alasan mengapa seseorang mampu melakukan hal-hal yang bodoh dalam hidupnya. Termasuk mas yang menunggu dirimu sampai bertahun-tahun. Cinta juga tidak perlu alasan tapi pembuktian. Bisa di bilang cinta itu perasaan dalam hati, yang tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata yang di ciptakan oleh manusia." jelas Gio. "Dan satu lagi yang perlu kamu tahu, mas sangat bahagia dan nyaman saat bersamamu. Jadi kalau ditanya seperti itu, mas bingung jawab apa. Karena sulit bagi mas mengutarakan cinta itu. Tapi yang jelas, mas sangat mencintaimu melebihi nyawa mas sendiri. Kamu pasti udah tahu sayang, butuh bertahun-tahun lamanya mas bisa menemukan kamu, cinta sejati mas." tambah Gio lagi.
"Mas.." Yasmin langsung memeluk Gio.
"Hmm," saut Gio.
__ADS_1
"I Love You.."
"I love you to, Yasmin.." balas Gio sembari mencium bibir istrinya singkat.
"Oh iya mas, terus rumah kita yang lama gimana? kan sayang kalau tidak di tempati." tanya Yasmin.
"Kamu tenang aja, rumah itu tidak akan pernah kosong." jawab Gio.
"Rumah itu mas jual atau di sewakan?"
"Enggak, sayang.. rumah kita yang lama aku berikan ke Leo, sebagai hadiah pernikahan mereka. Lagian Leo pantas mendapatkan itu, karena dia sudah bekerja keras membantu Perusahaan ADIJAYA GRUP." ucap Gio menjawab pertanyaan istrinya. "Kamu gak masalahkan kalau rumah itu mas berikan ke Leo dan juga Sarah?" Yasmin menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Oh sayang, mas sangat mencintaimu.." ucap Gio sembari memeluk istrinya. Kemudian Gio mengelus perut istrinya. "Kamu tahu sayang, mas sengaja membeli rumah yang halamannya luas. Mas ingin membangun taman bermain di halaman ini untuk anak kita nanti, agar anak-anak kita tidak bosan dirumah." ucap Gio memberitahu rencananya pada sang istri.
"Beneran mas? pasti mereka akan suka." balas Yasmin.
"Ya udah kita masuk yuk?" ajak Gio.
"Aaah!" pekik Yasmin terkejut karena Gio sudah menggendongnya ala bridalstyle dan langsung membawanya masuk kedalam rumah.
"Mas, aku berat loh." ucap Yasmin.
"Dikit.." gurau Gio.
"Tuh kan.. makanya turunin."
"Hahaha.. Gak sayang, mas gak masalah kok gendong ibu dari anak-anakku seberat apa pun itu." tolak Gio lembut.
Dan Gio kemudian membawa istrinya masuk kedalam kamar. Dan selanjutnya.. 🤭
__ADS_1