
"Iya Yasmin ada apa?"
Tanya Sarah dari seberang telepon.
"Mas Gio hari ini ada masuk ke kantor gak, Sar?"
"Pak Gio, hari ini tidak masuk Yas.."
"Tidak masuk?"
"Iya, pak bos malam tadi berangkat ke London bersama Leo, karena ada masalah di Perusahaan pak Bos di London. Apa pak Gio gak ada ngasih kabar ke kamu Yas?"
Yasmin menghela nafasnya, seharusnya suaminya itu menghubunginya dulu kalau ia akan pergi ke luar negeri. Ada rasa kecewa dan sesak yang Yasmin
rasakan.
"Halo Yas.."
panggil Sarah karena Yasmin tidak terdengar suaranya lagi.
"Eh iya Sar.. kira-kira kapan ya pulangnya?" tanya Yasmin.
"Kalau itu aku kurang tahu deh Yas, sepertinya masalahnya besat deh. Apa pak Gio belum ada ngabari Lo?" tanya Sarah tidak enak.
"Gak ada, sampai hari ini pun dia belum ada ngabari gue."
__ADS_1
"Mungkin pak bos lagi panik, makanya lupa kasih tahu Lo. Sabar aja, lagian mereka pasti masih berada di pesawat. Jarak Indonesia dan London kan jauh." ucap Sarah menenangkan Yasmin.
"Ya uda, aku matikan ya Sar. Soalnya aku mau ke butik."
Belum lagi Sarah menjawab Yasmin sudah mematikan ponselnya. Satu sisi ia lega suaminya baik-baik saja. Tapi di sisi lainnya ia marah, kesal, kecewa karena Gio tidak ada mengabarinya. Setidaknya sebelum berangkat kirim chat ke dirinya. Pastinya ia akan mengerti. Gak tahu kenapa, dadanya terasa sesak, dan air matanya mengalir gitu aja. Yasmin menangis terisak di dalam kamarnya.
Yasmin mengambil ponselnya di atas nakas,mencoba untuk menghubungi suaminya kembali. Namun sayang, ponsel milik suaminya tidak dapat di hubungi. Membuat Yasmin kembali menangis.
Flashback on
Sore itu Gio menghubungi Yasmin. kalau ia akan lembur dan pulang sekitar jam 8 malam.
"Bos.." sapa Leo yang baru saja masuk ke ruangan Gio.
"Leo, gue kira lo Uda pulang.. ada apa kenapa wajahmu pucat gitu?" tanya Gio.
"Masalah? masalah apa Le? coba kamu jelaskan pelan-pelan." ucap Gio.
"Bos, ini masalahnya sangat besar."
"Iya apa?!"
"Perusahaan anak cabang milik bos yang di London terbakar!" ucap Leo menyampaikan.
"Apa! terbakar..! kok bisa Le?!" ucap Gio.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang sengaja membakarnya bos." jawab Leo.
"Le kita terbang malam ini juga, ke London! kita naik jet pribadi gue aja biar cepat." perintah Gio.
"Baik bos." Mereka berdua pun langsung keluar ruangan. Sampainya di parkiran, Gio dan Leo masuk ke dalam mobil ,lalu Leo melajukan mobilnya menuju Bandara langsung.
Karena panik dan resah mendengar Perusahaan nya terbakar, Gio sampai lupa mengabari istrinya. Dan di dalam mobil pun Gio marah-marah kepada orang kepercayaan di London, kenapa sampai bisa kecolongan seperti ini.
Flashback off
Tibanya di London Gio bersama Leo langsung pergi ke Perusahaan miliknya yang terbakar. Sampainya disana Gio melihat gedung nya sudah hangus terbakar. Banyak karyawannya yang menyaksikan itu.
"Taun sudah datang?" ucap Jack. lelaki kepercayaan Gio mengurus Perusahaan nya.
"Apa Uda kau cari tahu kenapa sampai terjadi seperti ini?!" tanya Gio datar.
"Uda tuan."
"Terus?"
"Dua hari yang lalu, Perusahaan kita memenangkan tender besar, tuan. Dan salah satu Perusahaan kompetitor lain tidak terima kita yang memenangkannya. Dia juga sempat mengancam saya akan menghancurkan Perusahaan kita." ucap Jack menjelaskan pada Gio.
"Oke. Seperti nya dia belum tahu siapa itu Gio. Jack cepat kau cari tahu tentang Perusahaan itu, cari tahu juga siapa-siapa saja yang sudah berkerja sama dengan Perusahaan nya. Jangan sampai ada yang terlewatkan." perintah Gio.
"Baik tuan."
__ADS_1
"Kita lihat siapa yang akan hancur duluan. Mereka tidak tahu siapa yang mereka lawan!" monolog Gio sembari mengepalkan kedua tangannya.
Jam 12 malam Gio dan Leo baru tiba di hotel tempat mereka menginap. Sampai nya di kamar Gio langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang. Gio benar-benar sangat lelah, karena ia belum istirahat dari ia pergi dan sampai di London ia langsung menuju ke Perusahaan miliknya yang terbakar. Dan masih banyak lagi yang ia harus kerjakan bersama timnya yang lain karena masalah ini. Tanpa ia sadari kalau dirinya belum ada memberi kabar ke istrinya sama sekali.