
Setelah seminggu di Santorini, Yunani. Kita mereka sudah tiba di Maladewa. Kali ini mereka honeymoon di Soneva Jani Villas. Villanya tepat di atas air yang terletak di pulau Medhufaru, Maladewa.
Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan. Bukan?
"Sayang hei, bangun. Ayo kita berenang." ajak Gio pada Yasmin.
Ia sebenarnya sudah membuka matanya, tapi malas untuk beranjak dari kasur. Yasmin sangat lelah, karena perjalanan dari Yunani ke Maladewa yang sangat jauh. Ditambah lagi suaminya tak pernah berhenti untuk menggaulinya.
"Sayang, ayo kita berenang.." Gio mencium wajah istri nya yang tak mau bangun dari ranjang.
__ADS_1
"Mas, geli Uda dong. Ya uda, ayo kita berenang." ucap Yasmin akhirnya.
"Sayang, jangan pakai bikini ya?"
"Iya mas.." jawab Sarah. Yasmin pun berenang dengan menggunakan kaos polos berwarna putih dan hotpants berwarna hitam. Lagian Yasmin juga tidak suka memakai bikini ataupun memamerkan bentuk tubuhnya di depan umum.
Kini mereka berdua berenang di kolam renang yang ada di Villa mereka tempati. Sesekali Gio turun kebawah dan berenang di pantai itu.
Setelah makan malam, kini Gio dan Yasmin berdiri dekat kolam renang sembari matanya menatap sekeliling pulau Medhufaru dimalam hari.
"Suka mas, suka banget. Aku gak nyangka bisa berada di pulau yang indah ini. Ini sama sekali tidak ada di benakku mas. Aku bisa honeymoon di Maldives, dengan orang yang aku cintai. Dan aku lebih gak nyangka lagi, kalau aku nikah nya sama kamu. Aku kira karena saat itu aku tunangan dengan Rangga, aku bakalan sampai menikah dengannya, bahkan waktu itu dua bulan lagi kami akan menikah. Tapi gak nyangka berakhir dengan sebuah penghianatan yang di lakukan olehnya dan tepat dimata aku sendiri mereka memadu kasih. Karena kejadian itu aku sempat trauma untuk menjalin hubungan lagi dengan seseorang. Kamu tahu mas, awalnya aku gak suka dengan kamu. Tapi sering berjalannya waktu, dan karena seringnya kita bersama rasa itu datang dengan sendirinya tanpa bisa aku cegah. Kamu mampu membuat aku melupakan lelaki yang kamu bilang brengsek itu sampai tak tersisa. Maaf aku pernah pergi darimu, karena pada saat itu aku merasa tidak pantas untukmu." Ucap Yasmin mencurahkan isi hatinya.
Cup
__ADS_1
Kecupan hangat mendarat di pipi Yasmin dan Gio memeluknya dengan erat. Yasmin pun memejamkan matanya sambil mengulum senyum manisnya.
"Itu tandanya, kamu tidak jodoh dengannya. Karena Tuhan memang sudah mentakdirkan kamu untuk bersama mas. Karena yang sebenarnya adalah mas duluan lah yang mengenalmu dan jatuh cinta padamu, walaupun saat itu kamu masih bayi. Tuhan tahu siapa yang benar-benar mencintaimu dengan sepenuh hati dan tidak pernah memandang kamu siapa." Ucap Gio yang mengecup pipi Yasmin lagi dengan mesra. "Dan kamu harus ingat, jangan pernah coba membicarakan lelaki brengsek itu lagi. Karena mas gak suka. Ngerti sayang?" Kemudian Gio kembali memberikan kecupan di pundak sang istri. Lalu Gio mulai memainkan bibirnya ke cuping Yasmin, sembari memberi gigitan-gigitan kecil. Dan itu membuat Yasmin mengeluh manja karena tidak sanggup apa yang di lakukan oleh Gio.
Yasmin pun memutar tubuhnya dan menjadi
berhadapan dengan suaminya. Dengan cepat Gio menyambar bibir Yasmin dengan lembut dan Yasmin menerimanya dengan senang hati.
"Eeemh..!" suara ******* keluar dari keduanya.
"Ara.." Gio mulai gelisah. Sulit baginya menahan dirinya untuk tidak menyentuh wanitanya ini. Ia seakan benar-benar kecanduan dengan tubuh polos istrinya.
Gio memeluk pinggang istrinya agar semakin dekat kepadanya.
__ADS_1
Kemudian Gio mengangkat Yasmin ala bridalstyle, lalu membawanya masuk kedalam tanpa melepaskan ciuman mereka. Dan kini mereka kembali memadu kasih tanpa kenal lelah di pulau yang begitu indah.