YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 122


__ADS_3

Sampainya di dalam kamar, Yasmin membantu Gio untuk berbaring di ranjang.


"Mas istirahat dulu ya? aku mau keluar sebentar." ucap Yasmin.


"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Gio sembari menahan tangan Yasmin saat istrinya akan berjalan meninggalkan nya.


"Aku mau buatkan teh hangat untuk kamu mas.." jawab Yasmin dengan tersenyum menatap Gio.


"Biar mbok aja yang buatkan tehnya, sayang. Soalnya mas mau peluk kamu."


"Bukannya di rumah sakit udah peluk terus ya?" sindir Yasmin.


"Iya, tapi mas masih kangen banget sama kamu dan calon baby kita." ucap Gio manja.


"Udah deh.. mulai datang manjanya.." ucap Yasmin geli.


"Biarin aja." balasnya cuek.


Yasmin pun duduk di ranjang dengan tubuhnya di sandarkan di sandaran ranjang. Kemudian Gio meletakkan kepalanya di kedua paha Yasmin. Lalu Yasmin dengan sayang mengusap-usap rambut suaminya. Sedangkan Gio mengelus dan menciumi perut istrinya.


"Sayang selama mas gak ada, apa kamu mengalami morning sickness?" tanya Gio penasaran.

__ADS_1


"Iya mas.. Setiap pagi selalu saja mual dan muntah. Apa yang aku makan pasti keluar lagi." Jawab Yasmin.


"Maaf sayang, mas tidak ada di samping kamu saat kamu mengalami morning sickness, apalagi saat kamu menginginkan sesuatu. Maaf." ucap Gio merasa bersalah.


Yasmin tersenyum sembari menundukkan kepalanya menatap sang suami. "Sempat sedikit kesal sih! saat mas ada di luar negri dan jarang menghubungi aku." Gio bangun dan ia duduk di samping Yasmin.


"Tapi sayang, kenapa kamu tidak langsung ngabari mas, kalau kamu hamil?" tanya Gio. "andai saja kamu memberitahukan, mas akan langsung pulang ke Jakarta, sayang." ucap Gio lagi.


"Tadinya aku mau buat kejutan untuk kamu, mas. Eh gak tahunya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." Balas Yasmin dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Kala mengingat kejadian dimana mama mertuanya terjatuh dari tangga karena menolongnya. Melihat mata istrinya yang mengembun, Gio langsung memeluk Yasmin sembari mengucapkan kata maaf pada Yasmin.


"Sayang, apa mas boleh bertanya sebelum mama terjatuh Salsa sempat berbicara apa pada kamu?!" tanya Gio.


"Dia tidak mengatakan hal buruk tentang kamu kan, sayang?" tanya Gio lagi yang tidak yakin hanya itu yang di ucapkan Salsa pada istrinya.


"Emm,_" Yasmin menghentikan ucapannya, karena ia merasa sesak mengingat apa yang di ucapkan Salsa tentang dirinya.


"Sayang.. apa dia ada mengatakan hal buruk tentang kamu? jujur sayang, mas gak mau kamu menutupinya." Yasmin menatap suaminya semabri tersenyum tipis.


"Mbak Salsa bilang, kalau aku wanita murahan dan wanita yang sudah menggoda mas. Apa menurut mas aku wanita seperti itu?" Gio menangkup pipi Yasmin, menatapnya dengan penuh cinta.


"Gak sayang, kamu bukan wanita seperti itu. Kamu wanita yang sangat-sanagt baik. Bahkan kamu bisa menjaga kehormatan kamu sampai menikah. Justru wanita itulah yang murahan." jelas Gio. "Lagian kamu tidak pernah menggoda mas, justru mas yang terus menggoda kamu." ucap Gio sembari menaikan turunkan satu alisnya menggoda istrinya. Yasmin yang tadinya sedih kini tersenyum. Gio langsung lega melihat istrinya kembali tersenyum.

__ADS_1


"Sini peluk lagi, mas masih kangen." Gio kembali memeluk istrinya. "Dengar sayang, kamu bukan wanita seperti itu. Mas sangat beruntung bisa bertemu dan menikah dengan kamu. Kamu tahu sayang, Salsa sudah di penjara." Yasmin langsung mengurai pelukannya karena terkejut setelah mendengar apa yang di ucapkan suaminya.


"Mbak Salsa di penjara, mas? tapi kenapa mas?" tanya Yasmin.


"Kok kenapa sih sayang?! gara-gara wanita itu mama sampai jatuh dari tangga. Dia juga yang mendorong kamu dari tangga sampai kamu nyaris terjatuh juga kalau tidak di tolong oleh mama." beber Gio.


"Ia aku tahu mas, tapi apa sampai mas masukan dia kedalam penjara?"


"Itu jelas. Dia harus mendapatkan hukumannya, sayang. Mas tidak akan pernah biarkan orang yang sudah menyelakai kedua wanita yang paling mas sayangi bebas gitu saja. Lagian kesalahan dia bukan itu saja, wanita itu juga sudah menyelakai kekasihnya." ucap Gio menjelaskan.


"Menyelakai kekasihnya?!"


"Iya sayang.. wanita itu sudah menyabotase mobil kekasihnya, Dio. Sampai mobil kekasihya kecelakaan dan Dio koma selama dua Minggu." ucapanya menjelaskan pada Yasmin.


"Astaghfirullah mas.. kok mbak Salsa bisa sampai melakukan hal itu ya?" Ucap Yasmin tak habis pikir.


"Udah biarkan saja. Itu urusan dia, lagian dia sudah di letakkan di tempat yang seharusnya." sela Gio.


Untuk sesaat tidak ada kata yang keluar dari mulut keduanya. Gio dan Yasmin hanya saling menatap satu sama lain. Perlahan Gio mendekat dan menangkup kedua sisi wajah Yasmin. Kemudian Gio mencium bibir istrinya lembut. Yasmin pun dengan senang hati membalasnya.


Beberapa menit Gio menghentikan ciumannya dengan nafas yang sudah tengah-tengah. Gio memejamkan matanya sejenak untuk mengendalikan dirinya yang sudah tidak tahan lagi. Gio sadar istrinya tengah mengandung saat ini. Ia tidak mau egois, ia tidak mau menyakiti calon anaknya.

__ADS_1


__ADS_2