YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 137


__ADS_3

"Sayang sudah selesai belanja pakaian bayinya ?" tanya Mita pada putra dan menantunya yang baru saja pulang dari mall.


"Udah ma.." jawab mereka berdua.


"Oh iya ma, apa sudah ada yang mengatar ranjang bayi kesini?" tanya Gio pada mamanya.


"Oh, ada. Sudah di letakkan di kamar kamu." jawab Mita. " Ranjangnya bagus. Tapi mama menyuruh mereka untuk pasangkan sekalian.. gak apa-apa, kan?"ucap Mita lagi.


"Gak apa-apa mah. Tadi niatnya Gio mau sekalian minta pasangin, kalau mereka akan mengantar ranjangnya.. tapi ternyata sudah datang. Dan untungnya mama minta mereka langsung masangin." Mita tersenyum menatap putranya.


"Udah sana, bawa istri kamu ke kamar. Pasti menantu mama sangat kelelahan belanja." perintah Mita pada sang putra. "Oh iya, barang belanjaan pakaian bayinya juga sudah ada di kamar." tambah Mita lagi.


"Oke mah. Kalau gitu kami kekamar dulu." Mita pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Gio menuntun istrinya berjalan menuju kamar mereka.

__ADS_1


Sampainya di dalam kamar, Yasmin membelalakkan matanya terkejut. Kemudian tiba-tiba saja ia menangis. Gio yang baru saja meletakkan tas Yasmin, langsung menoleh ke Yasmin.


"Sayang, ada apa?!" tanya Gio bingung.


Yasmin bukannya menjawab dan berhenti menangis, ia malah terus menangis.


"Sayang kamu kenapa? apa perutnya sakit?" tanya Gio menjadi kuatir.


"Mas, itu belanjaan nya banyak kali.. Hua... aku gak nyangka akan belanja sebanyak itu.." ucapnya sambil masih terus menangis.


"iya mas.. ini banyak banget belanjanya. Pasti aku udah banyak habisin uang kamu.. hiks.. maaf mas.. hiks.." Gio langsung melongo mendengar ucapan istrinya. Hanya karena belanjaan yang begitu banyak membuatnya menangis. Bahkan istrinya itu minta maaf padanya karena ia sudah banyak mengeluarkan uang untuk belanja keperluan calon anaknya.


"Maaf mas.." Melihat ekspresi istrinya ingin rasanya ia tertawa, tapi berusaha ia tahan karena Gio gak mau istrinya malah marah padanya.


"Sayang, kenapa kamu menangis hanya karena belanjaan.. sayang uang mas tidak akan habis hanya membeli keperluan untuk bayi kita. Malahan menurut mas ini masih kurang. Kita masih bisa membelikan pakaian lebih banyak lagi.." ucap Gio

__ADS_1


"Iya mas, tapi menurut aku ini terlalu berlebihan.."


"Gak sayang.. udah dong nangisnya, kasian entar anak kita jadi ikutan sedih." Gio menarik Yasmin kedalam pelukannya. "Sayang, buat mas sebanyak apapun uang yang mas keluarkan untuk kamu dan anak kita, itu tidak masalah sayang.. karena uang masih bisa di cari. Tapi yang terpenting buat mas adalah kebahagiaan orang yang masa sayangi. Lagian uang mas gak akan habis.." Gio mengelus pundak Yasmin agar istrinya itu berhenti menangis.


"Udah ya sayang.." bujuk Gio.


Kemudian Gio mengangkat tubuh Yasmin, lalu meletakkan nya di atas ranjang. "Pasti kamu lelah kan? Biar mas yang beresin semua barangnya, kamu istirahat ya..?" Ucap Gio sembari mengambil kedua kaki Yasmin lalu Gio memijitnya pelan.


"Terimakasih, mas.." Gio menganggukan kepalanya sambil tersenyum menatap Yasmin.


Gak butuh waktu lama, Yasmin tertidur juga. Mungkin karena sudah kelelahan berbelnaja. Melihat istrinya sudah tertidur, Gio beranjak dari ranjang ia menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya. Kemudian ia mengecup kening istrinya lembut.


"Istirahat ya sayang.." ucapnya lirih.


Gio berjalan keluar kamar, ia mau memanggil mamanya untuk membantu dirinya merapikan pakaian bayi yang ia dan istrinya beli, tadi.

__ADS_1


__ADS_2