YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 126


__ADS_3

Sekitar jam 8 pagi Gio baru saja berangkat ke kantor. Hari ini senyum Gio tidak pudar sama sekali sejak ia berangkat dari rumah. Resepsionis yang melihat Gio terheran-heran, karena tidak bisanya CEO ADIJAYA GRUP tersenyum semanis dan sebahagia itu.


"Selamat pagi pak.." Sapa Resepsionis sembari menundukkan kepalanya.


"Pagi..." balasnya dengan tersenyum manis pada Resepsionis kantornya.


Kemudian Gio melanjutkan langkahnya menuju lift khusus. Sampainya di ruangan nya tak lupa Gio menyapa Sarah, sekretarisnya.


"Pagi Sarah.." sapanya yang masih menunjukkan senyum manisnya.


"Pagi pak.." balas Sarah. "Wah seperti nya pak bos bahagia hari ini.." ujar Sarah.


"Iya, Sar. Saya sangat-sangat bahagia hari ini. Kamu pasti sudah dengar dari Leo, kalau saya sudah menemukan Yasmin, istri saya." tutur Gio.


"Alhamdulillah sudah Pak, saya sudah dengar. Semoga pak Gio selalu bahagia selamanya seperti ini. Dan Saya selalu berdoa hubungan pak Gio dan Yasmin akan langgeng sampai maut memisahkan." Ucap Sarah mendoakan hubungan bos dan sahabatnya, Yasmin.


"Terimakasih Sarah, atas doanya. Kamu sahabat yang sangat baik." balas Gio. "Oh iya, saya minta maaf. Karena masalah saya, kalian harus membatalkan pernikahan kalian." ucap Gio merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, pak. Lagian Pernikahan saya dan Leo bukan batal, tapi hanya di tunda. Jika kemaren tetap di lanjut, pastinya saya juga tidak akan bahagia kalau di hari pernikahan saya, sahabat yang paling saya sayangi tidak ada di hari pernikahan saya dan Leo." beber Sarah pada Gio.


Gio tersenyum menatap Sarah. "Terimakasih, kalian sudah ngertiin masalah yang saya hadapi. Saya mohon tetaplah menjadi sahabat untuk Yasmin maupun saya." ucap Gio.


"Itu pasti, pak." balas Sarah.


"Sekarang Yasmin sudah bersama saya kembali, jadi kapan rencananya?" tanya Gio.


"Kemungkinan sebulan dari sekarang, kami akan menikah pak." Jawab Sarah dengan senang.


"Baiklah semoga kali ini lancar dan tidak ada hambatan lagi."


"Aamiin.."


"Oh iya, apa jadwal saya hari ini?" tanya Gio.

__ADS_1


"Pagi ini pak Gio ada meeting di luar bersama pak Dio, sekalian makan siang. Dan selanjutnya anda free." ucap Sarah membacakan jadwal Gio


"Ya sudah kalau begitu, saya masuk dulu. Dan ya, tolong kamu temui Leo suruh dia keruangan saya sekarang juga." Selesai berbincang dengan sekretarisnya, Gio langsung berjalan masuk kedalam ruangan nya.


"Pagi Bos, ada yang bisa saya bantu?" tanya Leo yang sudah berada di ruangan Gio.


"Hah, iya Le.. ini hasil rekapan dana pengeluaran pembangunan Resort yang ad di Bali. Tolong Lo cek dengan telitih dan jangan sampai ada yang tidak sesuai dengan laporan yang di buat oleh admin kita." perintah Gio yang langsung memberikan berkas tersebut kepada Leo.


"Oke, bos."


"Oh iya Le, gue minta maaf karena masalah gue kemaren pernikahan Lo harus di tunda. Dan atas permintaan maaf gue ke kalian berdua. Gue akan memberikan rumah yang gue tempati dengan Yasmin untuk kalian. Soalnya, kalau gue masih tetap tinggal disana.. takutnya Yasmin trauma kala mengingat kejadian kemaren. Dan gue gak mau itu sampai terjadi, Le. Masalahnya Yasmin pernah mengalami trauma, waktu dia hampir di perkosa mantannya saat itu. Jadi, rumah kami itu akan gue berikan untuk hadiah pernikahan kalian." tutur Gio


"Tapi bos, rumah itu terlalu mewah untuk kami dan pastinya sangat mahal." Ucap Leo yang merasa tidak enak pada bosnya yang akan menghadiahkan sebuah rumah mewahnya untuk pernikahannya.


"Itu tidak seberapa Le.. dengan pengorbanan Lo untuk Perusahaan ADIJAYA GRUP. Lagian Lo juga sudah gue anggap seperti adik gue sendiri. Jadi jangan pernah menolak pemberian dari kakak mu ini." jelas Gio


"Tap_-"


"Baiklah bos, terimakasih untuk hadiahnya." ucap Leo pada akhirnya. Sementara Gio langsung tersenyum senang.


"Oke. Sekarang Lo siapkan berkas yang akan kita bawa untuk meeting bersama Dio, nanti." perintah Gio lagi.


"Siap, Bos. Kalau gitu saya balik kerungan lagi untuk menyiapkan semuanya." balas Leo. Dan Leo langsung keluar dari ruangan Gio.


Drrt drrt drrt


Terdengar suara ponsel Gio bergetar, Gio pun mengambil ponselnya di atas meja. Gio langsung tersenyum setelah melihat siapa yang menghubunginya.


"Assalamu'alaikum sayang.."


"Waalaikumsalam mas.." jawab Yasmin dari seberang telepon.


"Ada apa sayang? apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Gio dengan lembut.

__ADS_1


"Mas, hari ini jadwal aku ke Dokter kandungan." jawab Yasmin. "Apa mas mau ikut ke rumah sakit? Aku pikir kalau mas ikut, mas akan senang melihat perkembangan calon anak kita.."


"Beneran sayang? oke mas akan jemput kamu. Jam berapa akan kerumah sakit?" tanya Gio antusias.


"Jam dua siang mas, apa mas sibuk jam dua siang?"


"Untuk kamu jam berapa pun akan mas usahakan, Sayang.."


"Tapi mas, jarak kantor ke rumah mama kan jauh? Gimana kalau aku di antar supir mama ke kantor kamu.?


"Iya juga, Kamu benar sayang. Jam 10 pagi, mas juga ada meeting di luar. Ya udah, entar mas usahakan selesai meeting cepat."


"Maaf kalau aku merepotkan, mas."


"Sayang, mas gak suka kamu berbicara seperti itu. Mas akan lakaukan apa pun untuk kamu, dan calon anak kita. Jadi jangan meminta maaf, kamu juga tidak pernah merepotkan mas. Mas malah senang kamu meminta apapun pada mas. Membuat mas merasa di butuhkan dengan kamu dan lagian itu juga sudah tanggung jawab mas, sayang."


"Ya udah mas, aku matikan ya telponnya."


"Iya, sayang.."


Sambungan telpon pun terputus. Gio melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 9.30. Waktunya ia akan pergi ke Cafe untuk meeting. Saat akan beranjak dari kursinya, Gio di kejutkan dengan pintu ruangannya yang di buka dari luar, lalu wanita cantik dengan memakai dress berwarna putih dengan perutnya yang nampak menonjol masuk kedalam ruangan Gio.


"Sayang, kamu sudah datang? tapi tadi?!" Gio menatap istrinya sembari menyipitkan matanya. Sementara Yasmin hanya terkekeh menatap suaminya. "Berarti kamu telpon mas tadi, sudah ada di sini?" tanya Gio sembari mendekat ke istrinya yang masih berdiri di depan pintu.


"Udah, sekitar 15 menit. Maaf.." Gio langsung memeluk istrinya.


"Dasar..!" Ucap Gio sembari menarik pelan ujung hidung Yasmin. "Kalau sudah 15 menit disini kenapa tidak langsung masuk?" tanya Gio.


"Maaf mas, tadi aku ngobrol dengan Sarah dulu. Soalnya aku sangat merindukan, sahabatku mas.." jawab Yasmin.


"Iya. Ya sudah kamu disini dulu ya, sayang? saatnya mas harus pergi meeting di luar. Entar mas suruh Sarah menemani kamu di ruangan, mas." ucap Gio yang menatap Yasmin penuh cinta.


Kemudian Gio mencium kening, lalu turun ke bibir istrinya dengan lembut. "Mas pergi meeting dulu? Dah sayang.. mas sangat mencintaimu." Gio pun langsung keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


__ADS_2