
Tibanya mereka di kantor polisi. Gio bersama papa dan mertuanya menghampiri polisi karena ingin bertemu dengan Shila, ibu dari Rangga sekaligus Gio ingin bertemu dengan Rangga juga.
"jadi mama mau menyelakai Yasmin?!" tanya Rangga tak percaya apa yang baru ia dengar dari mulut Gio, lelakai yang sudah pernah ia celakain karena emosi kala itu.
"Bukan mau menyelakai, tapi sudah menyelakai Yasmin. Karena ulahnya itu, bayi kami yang belum sempat di lahirkan meninggal!" ucap Gio mengepalkan tangannya. Ia berusaha menahan emosinya, karena ia tidak mungkin mengajar wanita paruh baya yang ada di hadapannya ini. Kalau saja dia lelaki sudah pasti habis ia pukuli sampai babak belur.
"Kenapa mah! kenapa..! Apa salah Yasmin sama mama?" emosi Rangga pada mamanya. "Jawab ma! kenapa mama tega melakukan itu pada Yasmin. Aku tahu dari dulu mama tidak pernah menyukainya. Tapi kenapa mama harus menyelakainya!!" teriak Rangga.
"Iya! mama melakukan itu untuk balas dendam karena dia sudah buat kamu masuk penjarah!" ucap Shila dengan emosi, ia tidak merasa bersalah melakukan itu. Shila memang benar-benar sangat membenci Yasmin.
"Ma, Rangga masuk penjara bukan salah Yasmin, itu salah Rangga sendiri ma..! karena Yasmin menolak balikan dengan Rangga, membuat Rangga marah dan hampir memperkosa Yasmin. Apalagi Rangga sempat menusuk suamin Yasmin pakai pisau. Jadi.. ini salah Rangga bukan Yasmin ma..!" Rangga gak habis pikir dengan mamanya sampai melakukan itu pada Yasmin. Ya, saat ini Rangga sudah menyesali kesalahannya pada Yasmin. Ia benar-benar sangat menyesal sudah melakukan itu.
"Tapi karena kamu masuk penjara, masa depan kamu hancur Rangga..!" Rangga menggelengkan kepalanya.
"Mama, Rangga tahu. Tapi tetap saja ini bukan salah Yasmin. Ini lah ganjaran atas apa yang sudah Rangga lakukan pada mereka mah..! jadi jangan menyalah kan Yasmin." ucap Rangga berusaha menjelaskan ke mamanya agar tidak menyalahkan Yasmin. " lihatlah akibat ulah mama sendiri, mama masuk penjara, kan?" tambah Rangga lagi.
"Pak Gio, anda sudah benar memasukan mama saya kedalam penjara, dan saya tidak akan marah atau pun mencegahnya, karena itu memang kesalahannya. Dan saya juga minta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan kepada anda dan Yasmin. Saya benar-benar minta maaf dan sangat menyesal. Mohon maafkan juga mama saya, pak Gio." ucap Rangga sembari menangkupkan kedua tangannya meminta maaf.
Gio hanya menganggukkan kepalanya. "Anda juga harus meminta maaf kepada ayah dari Yasmin." ucap Gio.
"Ayah?!" tanya Shila dan Rangga bersamaan.
__ADS_1
"Iya, saya Ayah kandung Yasmin." sambung Indra langsung. "Apa anda masih ingat saya Bu Shila?" Shila melebarkan matanya, ia terkejut dan tak percaya Dokter Indra. Dokter ahli jantung yang pernah mengobati suaminya itu adalah Ayah dari Yasmin.
"Ja-jadi Dokter Indra Ayah, Yasmin?!" tanya lagi masih tak percaya.
"Ya, saya ayah nya bu Shila. Saya juga sudah mendengar, kalau anda sering menghina putri saya, Bu Shila. Anak yang tidak jelas asal usulnya, anak haram dan masih banyak lagi, iya kan?! itu yang sering ibu bilang pada Yasmin, putri saya kan?!" ucap Indra dengan menatap tak suka pada Shila.
Shila hanya diam tak percaya. Yasmin yang di kiranya anak yatim piatu, tidak jelas asal usulnya, anak haram atau masih banyak lagi hinaan yang ia sematkan kepada Yasmin, ternyata anak dari Dokter Indra. Dokter jantung yang terkenal sampai sekarang, karena banyak pasiennya yang sembuh kalau sudah Dokter Indra yang menanganinya.
"Kalau memang Yasmin itu putri anda, kenapa harus tinggal di panti asuhan? atau Jangan-jangan Yasmin itu anak haram anda dengan wanita lain?!"
"Mama!!" bentak Rangga. Rangga Uda benar-benar muak dengan Mamanya.
"Jaga lisan anda Bu Shila!" bentak Indra tak terima anaknya disebut anak haram. " Perlu anda tahu, kenapa Yasmin berada di panti Asuhan, itu demi keselamatannya. Dan satu lagi, Yasmin bukan anak haram, tapi anak saya bersama Dokter Nilam, istri saya." Jelas Indra.
"Ya ampun apa yang sudah aku lakukan? Yasmin ternyata anak dari Nilam dan Dokter Indra, Nilam adalah teman kampusnya dulu. Dan sekarang aku sudah menjadi seorang pembunuh, karena ulahnya anak Yasmin didalam kandungan meninggal. Ya tuhan, Nilam maaf kan aku." gumam Shila menyesali perbuatannya.
"Seharusnya anda jangan menilai orang dari status nya saja Bu Shila." ucap Indra lagi. Shila menunduk malu dan ia menyesali perbuatannya yang ingin berniat membunuh Yasmin. Sampai ia bingung mau bicara apa. Ingin meminta maaf pun malu. Karena perbuatannya pada Yasmin, sekarang ia hanya bisa menikmati nasibnya di jeruji besi. Mengikuti jejak putranya yang juga masih berada di penjara.
"Om jika memang Yasmin anak om Indra, saya benar-benar minta maaf atas apa yang pernah saya lakukan kepada Yasmin dan maafkan mama saya juga om. Mohon maafkan saya dan mama saya, om." ucap Rangga meminta maaf sembari berlutut di depan Indra.
"Maaf pak, jam besuknya sudah habis." ucap Polisi yang datang menghampiri mereka. Dengan sangat terpaksa Gio, papanya dan Indra pergi setelah polisi membawa Shila dan Rangga masuk kedalam sel lagi.
__ADS_1
*
"Assalamu'alaikum.. " ucap seseorang mengucapkan salam. dan masuk kedalam ruangan Yasmin.
"Waalaikumsalam.." Yasmin yang baru saja memejamkan matanya, membukanya kembali lalu melihat siapa yang baru saja datang ke ruangan nya. Dan dilihatnya seseorang sedang membawa buket bunga dan bunga tersebut menutupi wajah orang itu. Yasmin tersenyum senang, ia tahu orang itu adalah suaminya. "Mas.. jangan becanda. Tunjukin wajah mu!" ucap Yasmin.
"Ya.. kok kamu tahu sih sayang ,kalau ini aku." ucap Gio sembari cemberut dan pura-pura merajuk.
"Ya tau dong kalau itu kamu, mas. Dari pakaian, celana dan sepatu. itu milik mu mas?" Gio langsung menghampiri Yasmin lalu memeluknya erat.
"Oh sayang.. mas semakin sangat mencintai mu." Yasmin pun membalas pelukan dari suaminya.
"Terimakasih mas, aku juga sangat mencintai mu." balas Yasmin.
"Ini mas belikan bunga untuk kamu. Lihatlah bunganya sangat indah sama seperti istri mas yang cantik ini." ucap Gio dengan menyerahkan bunga pada Yasmin dan Yasmin menerima bunga itu dengan senyum manis di bibirnya.
"Kamu suka sayang?"
"Suka mas. Terimakasih.."
"Sama-sama, sayang.." Kemudian Gio mencium bibir manis istrinya dengan lembut. Dan di sambut dengan senang hati oleh Yasmin.
__ADS_1
Mereka berciuman lama dan saling menikmati ciuman itu, berusaha untuk melupakan rasa sakit mereka kerena kehilangan anak mereka. Dan saling menghibur satu sama lain.