YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 23


__ADS_3

"Ya ampun Sarah cepetan.. kita Uda telat nih..! habislah gue bakalan di marah habis-habisan sama pak Gio, mana berkas yang gue kerjakan kemaren belum selesai lagi!"


"Iya ni gue ambil tas dulu." teriak Sarah dari kamar.


"Lo lama banget sih Sar.. kita telat Lo.." ucap Yasmin kesal, saat ini mereka sudah di dalam taksi.


"Maaf.." balas Sarah sembari tersenyum manis.


Lima belas menit taksi yang mereka naiki sampai di gedung Perusahaan ADIJAYA GRUP.


"Sarah gue duluan ya.." ucap Yasmin yang sudah keluar dari dalam taksi duluan.


"eh tunggu gue dong.."


"Gak bisa.. ini Uda jam delapan lewat 5 menit, dan gue bisa diamuk oleh Pak Gio." Yasmin langsung meninggalkan Sarah yang masih memberikan ongkos taksi.


Ting


Pintu lift pun terbuka, Yasmin keluar dari lift dan langsung berlari menuju mejanya. "Ya Allah mudah-mudahan aja pak Gio belum datang. Jadi gue bisa aman." monolog Yasmin.


Gio menghela nafasnya melihat meja sekretaris masih kosong, kemudian ia melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 8.10 menit tapi sekretaris nya itu belum ada di mejanya.


"Uda di bilang jangan telat.." monolognya sedikit kesal.

__ADS_1


Gio yang tadinya mau masuk keruangannya pun di urungkan, karena ia ada perlu dengan Leo ia pun berbalik arah dan berjalan menuju ruangan asisten nya itu, yang letaknya tak jauh dari ruangannya. Kemudian Gio menghentikan langkahnya karena pesan masuk di ponselnya, lalu Gio melihat yang ternyata pesan tersebut dari mamanya.


Yasmin terus berlari kecil menuju mejanya, seperti biasa ia tidak begitu memperhatikan arah kedepan sembari berlari ia sibuk mencari sesuatu di tasnya. Sampai-sampai..


Brukk Tar


Bunyi benda terjatuh dan hancur berserakan di lantai.


"Ya tuhan ponsel gu_-" Gio menghentikan ucapannya setelah melihat Yasmin yang ada di depannya dan yang menabrak dirinya. " oh ya ampun.. apa kamu selalu seperti ini hah! sebenarnya kamu itu jalan sambil tiduran atau bagaimana?! selalu aja menaberak."


"ma-maaf tu-tuan saya tidak sengaja, beneran." ucap Yasmin Sembari menunjukkan senyum manis nya di depan Gio.


'oh ya tuhan gue paling gak tahan lihat senyumnya yang manis itu..' gumam Gio dalam hati.


"Apa?! 30 juta?!" Yasmin melebarkan matanya terkejut dengan nominal harga ponsel milik CEO nya itu. Melihat ekspresi wajah Yasmin yang terkejut setelah mendengar harga ponselnya miliknya, membuat Gio ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Yasmin yang terkejut. Sungguh sangat lucu dan menggemaskan menurut nya.


"Kamu ikut keruangan saya." Gio kembali berbicara datar pada Yasmin untuk menormalkan jantung nya yang berdegup kencang.


"Sekarang tuan..!"


"Besok! ya sekarang dong Yasmin.."


"ta-tapi ponsel tuan gimana?" tanya Yasmin polos.

__ADS_1


Tapi Gio tidak memedulikan nya, Gio tetap jalan menuju ruangannya. Sedangkan Yasmin memunguti ponsel milik Gio yang berserakan di lantai, setelah itu Yasmin masuk keruangan Gio.


"Kamu tahu, apa kesalahan kamu?!"


"Ta-tau tuan." jawab Yasmin sembari menundukkan kepalanya. "Sa-saya terlambat, tuan." ucapnya lagi.


"kesalahan kamu bukan hanya terlambat! kamu sudah membuat ponsel saya hancur seperti itu." ucap Gio sembari menunjuk ponselnya dibatas meja yang di letakkan Yasmin tadi.


"Maaf kan saya tuan, saya tidak sengaja." melihat wajah sendu Yasmin membuat Gio tidak tega. Gio terus menatap wajah Yasmin yang putih bersih tanpa ada jerawat di pipinya, apa lagi bibir pinknya yang Gio yakin Yasmin tidak memakai lipstik melainkan pelembab bibir aja, ingin rasanya Gio menyentuh pipi dan bibir milik Yasmin. Kemudian Gio tersadar dari lamunan nya dan pikiran mesumnya. 'Ya tuhan.. apa yang gue pikirkan.. hanya melihat dirinya saja, otak gue Uda berpikiran mesum.' Gimana kalau sampai menyentuhnya..' gumamnya dalam hati.


Tiba- tiba saja Gio teringat akan sesuatu dan Gio langsung memiliki rencana.


"Saya akan maafkan kamu kalau kamu ganti ponsel saya." ucap Gio


"apa?! ganti ponsel tuan?!"


"Kamu ganti rugi apa yang sudah kamu lakukan."


"Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu tuan.." ucapnya sedih dan takut harus mengganti ponsel bosnya seharga 30 juta itu.


"Saya tidak tahu, itu urusan kamu." Gio terus saja menatap wajah cantik Yasmin. Sebenarnya jantung Gio masih saja berdegup kencang, kalau sudah dekat maupun menatap wajah cantik nya. Gio sampai bingung sendiri kenapa dirinya seperti ini, padahal dengan Salsa kekasihnya, walaupun ia sayang tapi ia tidak pernah merasakan jantungnya berdebar kencang.


"Emm, begini saja saya ada tawaran untuk kamu. Dan jika kamu setuju.. saya akan membebaskan kamu dari ganti rugi ponsel saya." ucap Gio memberi tawaran yang belum tahu apa itu.

__ADS_1


"Tawaran?!"


__ADS_2