YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 25


__ADS_3

"iya ada apa bos?" tanya Leo yang sudah berada di ruangan Gio.


"Ini Le.. tolong Lo selesaikan semua, gue hari ini lagi tidak mood dan pikiran gue lagi kacau." Gio menyerahkan beberapa berkas ke Leo. "Gue mau pergi dulu, kemungkinan gak balik lagi kekantor. Lo urus semuanya selagi gue gak ada di kantor." Tambah Gio lagi dan Gio pun beranjak dari kursinya.


"Gue tinggal ya.." ucap Gio sembari menepuk pundak Leo. "O iya gue lupa, tolong Lo bantu Yasmin juga, kasih tahu dia jika ada yang tidak dia mengerti dan kamu serahkan semua jadwal-jadwal gue dan ajari dia juga cara mengaturnya." ucap Gio lagi.


"Oke bos, gue akan lakukan semua yang bos perintahkan." balas Leo. Gio pun membuka pintu ruangan untuk keluar menenangkan pikirannya. Tapi langkahnya terhenti karena Leo kembali bicara padanya.


"Besok jangan sampai lupa bos,"


"Lupa?" tanya Gio yang tak mengingat apa pun.


"Iya.. besok bos ada perjalan bisnis ke luar negeri dan mereka ingin bos langsung yang datang menemui mereka." ucap Leo menjelaskan jadwal bosnya ke luar negeri.


"Oh ya ampun.. gue kok bisa lupa ya.." Gio menepuk keningnya sendiri karena lupa jadwal nya yang akan keluar negeri besok. "Oke Lo atur semua berkas yang harus di bawa ke sana dan jangan pesan tiket karena gue mau pakai jet pribadi gue Le.. gue mau besok harus sudah siap semua." tambah Gio lagi.


"siap bos laksanakan."


Gio pun langsung keluar dari ruangannya, tanpa melihat Yasmin dan melewati nya gitu aja. Yasmin yang melihat Gio melewatinya gitu aja tanpa ada berucap satu kata pun hanya bisa menghela nafasnya.


"Sabar... sabar Yasmin.. jangan perduli kan dengan sikap bos yang datar dan ngeselin itu." ucap Yasmin sendiri sembari mengelus dadanya, kemudian Yasmin melanjutkan pekerjaannya kembali.

__ADS_1


*


"Hai..." sapa Leo pada Yasmin yang baru saja keluar dari ruangan Gio. "gue Leo.. asisten pak Gio, salam kenal.." ucap Leo memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya di depan Yasmin.


"oh hai pak Leo... Saya Yasmin.." balas Yasmin sembari tersenyum serta menyambut tangan Leo.


"Maaf ya seharusnya berkas yang kamu kerjakan itu, saya yang menyelesaikan, soalnya kemaren saya lagi di luar kota jadi belum sempat menyelesaikannya." ucap Leo menyesal, yang itu bagiannya tapi harus di kerjakan oleh sekretaris baru.


"gak apa-apa kok pak Leo.. sekalian saya belajar." balas Yasmin yang tersenyum manis.


Leo terus saja menatap wajah cantik Yasmin, apa lagi saat Yasmin tersenyum membuat Leo langsung terpesona.


"pak.." Yasmin kembali memanggil nya sembari melambaikan tangannya di depan wajah Leo.


"Eh iya.." balas Leo tersadar, Leo pun menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena malu. Ia harus balik ke ruangan nya. "Yasmin, Kalau ada yang kamu tidak mengerti, kamu tanyakan saja ke saya. Ruangan saya ada di sana." ucap Leo sembari tangannya menunjuk kearah ruangannya. "Sekalian juga saya mau serahin jadwal-jadwal pak Gio sama kamu. Kamu kan sekarang Sekretaris pak Gio, jadi.. kamu harus tahu setiap harinya jadwal pak Gio dari pagi hingga pulang kerja tiba." ucap Leo lagi menjelaskan.


"Baik Pak Leo." balas Yasmin


"Kalau gitu saya balik kerungan saya dulu, soalnya banyak kali kerjaan yang harus di selesaikan. Dah Yasmin.." ucap Leo berjalan menuju ruangan nya sembari tersenyum.


"Iya pak leo.." balasnya yang juga tersenyum menatap Leo. "untung saja asisten taun Gio orang nya ramah dan gak sombong kaya tuan Gio, kalau sama.. kepala gue bisa pusing makan hati." monolog Yasmin kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


*


Di tempat yang berbeda di sebuah danau, seorang lelaki tampan sedang termenung sedang memikirkan sesuatu.


"Ara kamu dimana.. kenapa sulit sekali menemukan kamu. Apa kamu sudah tiada, hingga aku sulit sekali menemukan keberadaan mu? tapi hatiku yakin kalau kamu masih hidup. Seperti apa sekarang wajah kamu.. pastinya kamu sangat cantik." ucap Gio pada dirinya sendiri sembari matanya terus menatap ke arah danau. "Uda banyak wanita yang aku jadikan kekasih, dan berharap salah satunya itu adalah kamu, tapi ternyata hati ini tak meyakini. Kamu dimana Ara?" Gio menutup matanya sejenak lalu berdoa dalam hati agar Allah bersedia mempertemukan dirinya dengan Ara nya.


Drrt drrt


Saat asik memandang danau, Gio merasakan ponselnya bergetar. Gio pun mengambil ponsel dari saku jasnya, ia melihat panggilan dari mama tercinta.


'Assalamualaikum sayang..'


terdengar suara dari seberang telepon


'iya waalaikumsalam mam..'


'Gio mama dan Papa ingin makan malam bersama kamu, mama mohon hari ini kamu pulang ya sayang..'


'oke mam Gio akan pulang'


Setelah berbicara dengan mamanya di ponsel, Gio langsung beranjak dari duduknya, kemudian masuk dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju rumah orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2