YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 53


__ADS_3

Saat keluar dari kantor jam 11.30 malam, Gio melajukan mobilnya kerumah Dina untuk memastikan Yasmin benaran sudah pulang atau belum. Sampainya disana Leo sudah ada di rumah Dina. Dan disana ada Dina, dan juga Sarah. Mereka kelihatan sangat panik.


"Apa Yasmin belum juga pulang?" tanya Gio.


"Belum bos." jawab Leo sembari menenangkan Sarah yang menangis karena Yasmin belum juga pulang kerumah.


"Saya mohon Pak Gio, tolong temukan Yasmin. Disini dia tidak memiliki siapapun. Saya takut terjadi sesuatu pada Yasmin." Seketika Sarah ingat, kemaren Yasmin cerita padanya kalau Yasmin bertemu Rangga di Cafe. "Pak Gio saya tau!"


"Kamu tahu apa?!" tanya Gio langsung.


"Kemaren Yasmin cerita sama saya, kalau dia bertemu Rangga di Cafe."


"Rangga siapa?" tanya Leo penasaran


"Rangga itu mantan tunangannya." jawab Sarah lagi. "Atau jangan-jangan Rangga menculik Yasmin pak?!" Gio sudah tau itu, karena seminggu ini selalu ada yang mengikuti Yasmin. Tapi malam ini ia sangat menyesal karena rasa cemburunya ia melupakan hal itu. Dan sekarang Yasmin Uda di culik oleh Rangga.


"Pak saya mohon, temukan Yasmin." pinta Sarah pada Gio.


"Iya, kamu tenang saja." jawabnya datar.


Gio sendiri sebenarnya sudah frustasi, ponsel milik Yasmin gak aktif. Punya anak buah gak ada yang becus mengawasi satu orang saja tidak bisa. Dan sekarang anak buahnya belum juga ada yang kasih kabar padanya.


"Leo, Lo temani mereka dulu. Gue mau cari Yasmin. Gue gak bisa diam disini aja." ucap Gio


"Tapi pak bos mau cari kemana?"Tanya Leo yang ngikuti Gio ke mobil.


"Kemana aja yang penting bisa menemukan Yasmin."Jawabnya.


"Pak bos tenang dulu, jangan emosi gini. Kita cari Yasmin sama-sama." ujar Leo.


"Sial! Kemana si brengsek itu membawa Yasmin!" teriak Gio sembari kakinya menendang ban mobil.


"Uda ayo bos kita cari sama-sama." Ajak Leo. Lalu Leo menyuruh Sarah dan Dina masuk kedalam rumah. Setelah keduanya masuk mobil Gio melajukan mobilnya untuk mencari Yasmin.


*


"Leo kita harus mencari Yasmin kemana lagi? gak ada petunjuk si brengsek itu membawa Yasmin kemana." Ucap Gio yang benar-benar frustasi belum menemukan Yasmin. Padahal ini sudah pukul enam pagi. Dan berarti mereka sudah berjam-jam mencarinya.

__ADS_1


"Lebih baik kita pulang ke apartemen dulu untuk istrahat. Kita juga butuh makan pak Bos untuk mencari seseorang."ucapnya.


"Gue gak bisa Le.. hati gue benar-benar gak tenang. Kalau sampai gue gak bertemu Yasmin, gue akan menyesal selamanya." ucap Gio yang tak mau berhenti mencari Yasmin.


"nih ya bos, makanya kalau pak bos beneran cinta sama Yasmin.. kenapa gak langsung di ungkapin, ke dia. Dan sekarang dia Uda di ambil orang baru pak bos menyesal."


"Lo kok bisa tau kalau gue mencitai Yasmin..!" Leo tersenyum menatap Gio.


"Ya tahu lah, kelihatan banget dari wajah bos. Apalagi kalau Yasmin sering saya godain, pasti bos langsung cemburu dan kesal." jawab Leo sembari tertawa.


"Sialan Lo!" ucap Gio malu yang ketahuan kalau dirinya cemburu pada asistennya sendiri. "Le, Lo kemaren pulang kerja jam berapa?" tanya Gio.


"Saya pulang jam enam sore bos." Jawabnya.


"apa saat Lo pulang, Yasmin sudah pulang atau belum?" tanya Gio lagi.


"Belum bos. Kemaren saya sempat ngajak dia pulang bareng, tapi dia nolak. Dia bilang satu jam lagi baru pulang, masih mau menyelesaikan pekerjaannya dikit lagi. Emangnya kenapa bos?"


"Itu berarti dia pulang sekitar jam tujuh malam. Bego.. kenapa kita gak lihat Cctv di dekat pos Security? kemungkinan dia nunggu taksi di depan Gedung ADIJAYA GRUP.." Gio langsung memutar arah mobilnya, lalu menuju ke kantornya.


"Iya halo. Apa ada kabar bagus?!"


"tuan kami sudah menemukan lelaki itu. Dia ada di sebuah kontrakan dan dia juga membawa wanita yang tuan sebutkan. Apa kami perlu langsung menangkapnya tuan?"


"Jangan kalian sentuh dulu lelaki brengsek itu. Tunggu saya disana!"


Sambungan telpon pun terputus.


"Ada apa bos?" tanya Gio penasaran.


"mereka sudah menemukan tempat persembunyian lelaki brengsek itu! Leo Lo hubungi polisi dan suruh mereka langsung ke sana. Ini alamatnya." Gio menyerahkan ponselnya pada Leo untuk melihat alamat yang baru saja di kirim oleh anak buahnya.


"Satu lagi Le, kalau mau rekrut anak buah itu cari yang berkompeten. Jangan seperti mereka yang kerjanya lambat." ujar Gio yang kesal pada anak buahnya dan Leo


"Oke bos." Ia gak mau berdebat dengan bosnya itu, karena keadaannya lagi kacau.


Mobil Gio pun langsung melesat ke alamat kontrakan yang sudah di kirimkan oleh anaknya buahnya. Dua puluh menit akhirnya mobil Gio sampai di sebuah kontrakan yang terlihat sangat sepi. Di sana anak buah Gio sudah menunggunya.

__ADS_1


"Gimana?" tanya Gio pada mereka.


"Lelaki itu masih di dalam tuan. Dan kami mendengar seperti ada keributan tuan, didalam." jawab ketiga anak buahnya.


Tanpa buang waktu lagi Gio langsung berjalan menuju rumah kontrakan tersebut. Sampai di depan kontrakan Gio membuka pintu depannya, namun terkunci.


"Cepat dobrak pintunya!" Anak buah Gio pun langsung mendobrak pintunya dan sekali tendangan saja pintu itu terbuka.


"Kalian berdua capat ke pintu belakang. Takutnya dia keluar dari pintu belakang. Dan Lo Le tunggu disini sampai polisi datang, biar gue yang masuk." Gio pun masuk kedalam. Rumahnya cukup luas dan dua lantai. Dilantai satu sepi. Kemudian Gio naik kelantai dua, mencari dimana Rangga menyembunyikan Yasmin. Terdengar suara seperti orang menangis. Gio mengepalkan kedua tangannya. Gio mendekati ke sumber suara, setelah menemukannya Gila langsung membuka pintu kamar yang untung nya tidak dikunci.


Setelah pintu terbuka, alangkah terkejutnya Gio melihat apa yang di lakukan Rangga pada Yasmin. Membuat darah Gio mendidih, Gio langsung menarik Rangga, lalu memukulnya membabi-buta.


"Tu-tuan Gio." lirih Yasmin sembari menangis sampai terisak-isak.


Setelah melihat Rangga tersungkur tak berdaya, Gio langsung menolong Yasmin. Sakit, sesak dan hancur itulah yang Gio rasakan. Melihat orang yang ia cintai di perlakukan seperti itu. Gio membuka jasnya, kemudian menutupi tubuh Yasmin. Lalu membawa Yasmin kedalam pelukannya begitu erat.


"Kamu tenang saja, Uda ada saya disini." Yasmin terus menangis di pelukan Gio.


Tanpa mereka sadari Rangga berusaha bangkit, lalu ia mengambil pisau di piring yang untuk mengupas buah yang ia letakkan di meja tadi. Tanpa pikir panjang Rangga menusukkan pisau tersebut ke tubuh Gio dari belakang.


Jleb


Jleb


Dua kali Rangga menusukkan pisau ke Gio. Membuat Gio langsung tersungkur ke lantai dan Yasmin terkejut. Lalu Yasmin berteriak meminta tolong.


"Astaghfirullah.. apa yang kamu lakukan mas..!!" Teriak Yasmin. "Kamu Uda keterlaluan mas! kamu tega!" Ucap Yasmin marah dan emosi pada Rangga.


Kemudian Rangga tersadar, ia pun langsung menjatuhkan pisau tersebut.


"Tuan, bangun.. aku mohon bangunlah!" Yasmin terus menyadarkan lelaki itu sambil meminta tolong. Tak berapa lama Leo datang bersama beberapa polisi.


"Pak Leo tolong tuan Gio.." ucap Yasmin yang melihat Leo sudah masuk kedalam kamar.


Sedangkan Rangga yang masih diam dan terbengong sambil melihat tangannya yang sudah banyak darah. Kemudian polisi membawa Rangga keluar kamar dan membawa pisau yang ia gunakan untuk menusuk Gio.


Leo dan beberapa anaknya buah Gio membawa bos mereka langsung kerumah sakit dan di ikuti Yasmin dari belakang berjalan dengan lemah.

__ADS_1


__ADS_2