
"Papa sangat hebat, sudah menyembunyikan istri Gio di Villa papa. Yang sama sekali tidak terlintas di benak Gio kalau istri Gio bakalan ada disana. Kalau saja Gio tidak melihat proyek di Bali, mungkin sampai saat ini Gio belum bisa menemukan Yasmin." ucap Gio kesal pada sang papa.
Malam ini mereka sedang makan malam di rumah papa Reza. Ayah Indra juga ada disana karena Indra di undang oleh Reza. Tapi Bima tidak bisa hadir di karenakan Bima berada di luar kota yang sedang mengikuti seminar.
"Tadinya Papa akan menyembunyikan Yasmin di rumah kita yang berada di Australia, tapi karena menantu papa lagi hamil dan tidak boleh melakukan perjalanan jauh. Jadi papa menyuruh menantu papa untuk ke Bali." Ucap Reza sembari tersenyum senang sudah mengerjai putranya yang bodoh itu.
"Papa tega sekali sama putranya sendiri. Menyebalkan!" keluh Gio
"Kamu sendiri bagaimana?! kamu juga tega pada Yasmin! dengan tega mengusirnya dan mengabaikannya." sindir Reza dengan telak, tepat mengena di jantung Gio. Ia langsung terdiam menunduk, menahan rasa sesak di dadanya. Meskipun istrinya sudah memaafkan nya, Gio masih terus mersa bersalah.
"Papa..." Yasmin memohon ke pada papa mertuanya untuk tidak membahasnya lagi.
"Pah mau makan malam, apa mengobrol?" sambung mama Mita.
"makan malam mah.." balas Reza. "Dokter Indra maaf, Ayo di makan Dok." ucap Reza jadi merasa tidak enak pada besannya.
"Iya pak Reza." Mereka semua pun makan malam dengan diam.
Di dalam kamar, Gio tengah bersimpuh di depan istrinya yang lagi duduk di pinggiran ranjang.
"Sayang, sekali lagi mas minta maaf." ucapnya sembari menciumi kedua tangan Yasmin.
Entahlah, rasa bersalah itu masih saja ada di benaknya. Dan ia tidak bosan-bosannya terus meminta maaf kepada sang istri.
__ADS_1
"Minta maaf untuk apa lagi mas.. kalau soal yang kemaren, aku sudah maafkan mas. Please jangan seperti ini dan jangan di pikirin lagi." terang Yasmin.
"Terimakasih sayang.. kamu memang wanita yang sangat baik. Sebaik mama Nilam. Mas sangat-sangat beruntung mendapatkan kamu, sayang.. Mas tahu, mas bukanlah lelaki yang sempurna. Tapi mas akan berusaha untuk tidak akan menyakiti kamu lagi dan buat kamu menangis lagi. Sayang, mas mohon ketika mas buat kesalahan kembali, tegur mas, marahin atau bila perlu suruh Bima untuk memukul mas. Tapi, jangan pernah sekalipun kamu tinggalkan mas, sayang. Mas benar-benar tidak akan sanggup."tutur Gio.
Yasmin kembali merasa bersalah mendengar ucapan dari suaminya itu. "iya mas.." ucap Yasmin. Kemudian ia menangkup pipi suaminya, lalu Yasmin mengecup kening Gio dengan sayang.
Pagi harinya, Yasmin seperti biasa membangunkan suaminya. Dan tak lupa ia menyiapkan pakaian sang suami untuk kekantor.
"Mas.."
Cup
Cup
Cup
"Emmm..! morning sayang.." ucap Gio yang langsung beranjak dari kasur.
"pagi, mas..." balas Yasmin yang sudah masuk kedalam walk in closed. Gio pun mengikuti Yasmin dari belakang.
Cup
Sebelum masuk kekamar mandi Gio mencium pipi Yasmin yang berdiri di depan lemari untuk mengambil dasi, saputangan, jam tangan dan kaus kaki suaminya.
__ADS_1
"Mas.."
"Hmmm."
"Mandi dulu gih!" Gio tidak mendengarkan ucapan istinya, ia malah memutar tubuh Yasmin pelan, agar berhadapan padannya. Kemudian Gio menarik ke atas daster Yasmin. Membuat Yasmin membelalakkan matanya terkejut apa yang dilakukan suaminya.
"Mas, mau ngapain?!" tanya Yasmin sembari menatap tajam suaminya.
"Aku mau kamu sayang," bisik Gio. Yasmin langsung merinding seketika.
"Mas.. kamu harus kekantor entar terlambat loh!" ucap Yasmin yang mulai bergairah, karena Gio terus mengecup cuping telinganya.
"Emm, sebentar ya sayang, kita main dulu ya.. mas sudah sangat menginginkan mu." Gio melepaskan pengait bra Yasmin dan melemparkannya asal.
"Ta-tapi ma.. hmmmppp." Gio membungkam bibir istrinya langsung dengan bibirnya.
"Tidak ada bantahan, sayang." bisik Gio sambil mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke sofa panjang yang ada di ruangan walk in closed. Setelah meletakkan istrinya di sofa, Gio langsung menciumi seluruh tubuh indah istrinya dengan sangat lembut.
"Mas.."
"Please sayang, ini gak bisa di hentikan lagi." Kalau suaminya sudah berbicara seperti itu, Yasmin hanya bisa pasrah.
Meraka berdua pun melakukan penyatuan dengan penuh cinta di pagi hari. Dan Gio tidak perduli sama sekali, kalau ia telat ke kantor.
__ADS_1