YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 70


__ADS_3

"Sayang, ponsel kamu bunyi?" Saat ini mereka lagi nyantai di ruang tv, setelah selesai sarapan pagi.


Gio melihat sekilas ada chat masuk di ponsel Yasmin. Ada nama Psikiater Rina, membuat Gio bingung sekaligus bertanya-tanya.


"mas tadi ngomong apa?" tanya Yasmin yang baru datang dari dapur sembari membawa sepiring buah apel dan jus jeruk.


"Ponsel kamu bunyi, sepertinya ada chat yang masuk." jawab Gio.


Yasmin pun mengambil ponselnya, di lihat ada panggilan dari Dokter Rina dan chat dari Psikiater nya yaitu Dokter Rina. Memberitahukan siang ini jadwalnya untuk konsultasi lagi.


"Chat dari siapa?" tanya Gio penasaran.


"Itu, Dokter Rina." Jawab Yasmin singkat.


"Dokter Rina?!"


"Iya mas.. psikiater yang membantu aku menyembuhkan trauma yang aku alami." Balas Yasmin sembari tersenyum menatap Gio.


"Trauma? kamu mengalami trauma?" tanya Gio lagi.


"Iya mas, sejak kejadian itu aku sering mengalami mimpi buruk dan hampir setiap malam. Sampai membuat aku tinggal di apartemen ini sendiri merasa ketakutan dan parnoan. Pada akhirnya mama minta tolong sama kak Yuning untuk nemenin aku di Apartemen ini. Karena sering mengalami itu, mama nyaranin aku ke psikiater. Terus mama mencarikan Psikiater dan Dokter Rina itu yang mama minta untuk nangani aku, mas. Untungnya trauma aku belum terlalu yang parah banget. Makanya sekarang aku Uda lebih baik kok mas, karena uda empat bulan ini aku sering konsultasi ke Dokter Rina dan di bantu dengan obat juga." jelas Yasmin. Dan itu membuat Gio sakit dan sesak mendengar Yasmin sampai mengalami trauma.


Kemudian Gio menarik Yasmin kedalam pelukannya,dan mencium kening berkali-kali.

__ADS_1


"Maafin aku yang gak ada di samping kamu." ucap Gio yang merasa sangat bersalah.


"Kenapa kamu minta maaf mas? ini bukan salah kamu." balas Yasmin. "Apa mas mau temani aku ke psikiater hari ini?" tanyanya untuk mengalihkan rasa bersalahnya Gio, padanya.


"Tentu, mas gak akan biarkan kamu pergi sendiri. Mulai sekarang kemanapun kamu pergi harus ada mas yang menemani kamu." Gio semakin memeluk erat Yasmin.


*


Satu jam akhirnya Yasmin selesai konsultasi pada Dokter Rina. Dan selama konsultasi, Gio tak meninggalkan Yasmin detik pun. Gio ikut masuk kedalam ruangan Dokter Rina.


"Gimana Dokter, apa ada perkembangan?" tanya Gio yang masih kuatir dengan keadaan Yasmin.


"Bagus.. Yasmin sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya, lagian traumanya belum yang terlalu parah banget. Tuan bisa tanyakan pada pasien gimana perasaan nya sekarang." Jawab Dokter Rina.


"Sayang, mas ke toilet sebentar ya?" Bohong Gio, karena yang sebenarnya Gio kembali ke ruangan Dokter Rina. Soalnya ada yang harus ia tanyakan dan ini agak sedikit pribadi.


"Uda selesai mas?" Tanya Yasmin setelah lima belas menit Gio baru balik ke mobilnya.


"Uda sayang, maaf nunggu lama ya.."


"Gak kok mas."


Gio pun masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya keluar dari parkiran gedung Rumah Sakit besar di Singapore.

__ADS_1


"Sayang kita makan siang dulu ya? mas Uda lapar." ucap Gio yang langsung memberhentikan mobilnya di sebuah Restoran mewah.


"Iya mas." balasnya.


Mereka berdua pun keluar dari dalam mobil, kemudian Gio menggenggam tangan Yasmin lalu jalan masuk ke dalam Restauran tersebut.


"Kamu pesan apa sayang?" tanya Gio saat ini mereka sudah duduk.


"Sama kan dengan mas aja." jawab Yasmin.


Kemudian Gio pun memesan makanan pada pelayan. Beberapa menit pesanan mereka datang.


"Sini biar mas potong steak nya." Gio menarik piring Yasmin lalu memotong steak nya menjadi beberapa potongan.


"Sayang, buka mulutnya? Gio menyuapi sepotong Steak ke Yasmin. Yasmin pun menerimanya dengan malu-malu.


"Makasih mas.." melihat wajah Yasmin merona, Gio langsung menarik hidung Yasmin pelan.


"Iya, sayang.." balas Gio. Yasmin tidak menyangka, seorang Gio yang iya kenal menyebalkan ternyata bisa bersikap manis juga.


Selesai makan siang mereka berdua kembali ke apartemen milik Mama Mita. Setengah jam pun mereka sampai di Apartemen, kemudian mereka masuk ke gedung Apartemen tersebut. Gio tak sedikitpun melepaskan genggaman tangannya dari Yasmin.


"Sayang, mas mau ngomong sama kamu. Boleh?" Yasmin yang tadinya mau masuk kedalam kamar, menghentikan langkahnya. Kemudian ia duduk di sofa. Melihat Yasmin sudah duduk di sofa, Gio langsung mendekat ke Yasmin.

__ADS_1


"Mas mau ngomong apa?" tanya Yasmin. "Apa yang mas lakukan?" Yasmin bingung melihat Gio tiba-tiba saja berlutut di depannya sembari menarik tangganya.


__ADS_2