
Yasmin tengah tersenyum senang melihat Gio menahan kesal, demi memenuhi ngidam dirinya. Suaminya itu sungguh sangat menggemaskan kalau sudah kesal.
Gimana tidak kesal, Yasmin mengingikan makan nasi goreng sosis buatan suaminya. Mungkin bagi orang paling gampang memasak nasi goreng, tapi sekarang bukan itu masalahnya. Yang membuat Gio sangat kesal adalah dirinya harus masak sampai berulang-ulang kali, karena rasa yang tidak sesuai dengan lidah sang istri. Dan yang lebih parahnya lagi, nasi goreng yang di tolak oleh Yasmin harus ia makan sampai habis. Kebayang gak, perut Gio rasanya ingin meledak, sangking kenyangnya makan nasi goreng sampai beberapa piring.
"Sayang, ini udah yang ke lima kali mas masak nasi gorengnya. Kalau yang ini rasanya tidak sesuai juga dengan lidah kamu, kita beli di luar aja ya? atau mama yang masakin dan bibi juga bisa. Mas gak sanggup lagi untuk ngabisin nasi goreng yang kelima ini, sayang.." bujuk Gio yang sudah menyerah.
Sementara Reza, Mita dan bibi hanya bisa tertawa melihat apa yang di alami Gio demi memenuhi ngidam Yasmin.
"Kok kamu gitu mas.. ini permintaan kedua calon anak kamu loh!" rengek Yasmin.
"Iya mas tahu, sayang. Tapi mas udah gak sanggup makan nasi gorengnya, kalau kamu menolak lagi buatan mas yang ke lima.. Perut mas rasanya mau meledak." ucap Gio sembari menunjuk perutnya kepada sang istri. Ingin rasanya Yasmin tertawa, tapi berusaha menahannya.
"Maafkan aku mas, enggak tahu kenapa tiba-tiba saja aku ingin mengerjai kamu. Mungkin ini permintaan calon anak kita yang ingin menjahili papanya." Gumam Yasmin dalam hati.
"Ya udah, ayo kita tidur. Aku Uda ngantuk mas." ucap Yasmin santai sembari beranjak dari kursi meja makan dan meninggalkan Gio gitu saja.
__ADS_1
Gio yang masih duduk di meja makan hanya bisa melongo melihat istrinya yang sudah keluar dari ruangan meja makan. "Sabar ya.. nikmati saja. Ingat gak boleh marah. Ini permintaan ibu hamil." Ucap Reza dan Reza langsung tertawa terbahak-bahak sambil keluar dari ruangan meja makan. Mendengar ketawa papanya sampai terbahak-bahak, membuat Gio semakin kesal.
"Sabar.. sabar Gio. Ini permintaan istri dan calon anak kamu.." Monolognya sembari mengelus dadanya. "Mama dan bibi kalau mau tertawa, tertawa aja jangan di tahan-tahan." ucap Gio kesal yang melihat mama dan pembantunya senyum-senyum.
"Sabar ya den. Sepertinya calon anak den Gio ingin mengerjai papanya." ujar bibi terkekeh geli.
"Udah jangan kesal gitu, nikmati saja. Itu mah masih belum seberapa, kamu akan tahu nanti gimana pengorbanan Yasmin melahirkan anak kamu. Apalagi dia melahirkan anak kembar." sambung Mita, lalu mendekat ke putranya. "Sana masuk kamar, pasti Yasmin udah nunggu kamu. Diakan tidak bisa tidur kalau perutnya gak di elus sama kamu." tambah Mita lagi sambil mengelus rambut, Gio dengan sayang.
"Iya, mama benar. Kalau gitu Gio masuk kamar dulu." Gio langsung berjalan menuju kamarnya.
"Mas, peluk.." pinta Yasmin sambil merentangkan kedua tangannya.
Gio tersenyum menatap istrinya itu. "Tadi udah seenaknya mengerjai dirinya.. dan sekarang minta di peluk, untung sayang." batinnya. Sampainya di atas ranjang, Gio langsung memeluk istrinya dengan sayang.
"Udah malam, kita tidur ya? sini biar mas elus pertnya." Yasmin pun menurut, ia merebahkan tubuhnya dengan membelakangi Gio. Sementara Gio tidur memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus perut istrinya.
__ADS_1
*
*
"Sayang kenapa ngelamun?! Apa perut kamu sakit lagi?" Tanya Gio pada sang istri. Gio baru saja pulang kerja. Saat ia masuk kedalam kamar, Gio tidak melihat istrinya berada di kamar dan ia mencari ternyata istrinya ada di taman belakang rumah tengah melamun dengan memandangi bunga.
"Tadi sempat sakit lagi, tapi sekarang udah enggak." jawab Yasmin dan Gio tampak kesal.
"Kenapa kamu tidak ngabari mas, sayang? Gimana kalau kamu mau lahiran dan mas tidak ada di samping kamu? Sayang, mas kan udah bilang kalau perut kamu sakit lagi.. kamu cepat hubungi mas dan mas akan langsung pulang." protes Gio dan Yasmin yang mendengar itu tersenyum manis. Suaminya ini memang sangat menantikan kelahiran anak mereka dan dia tidak mau melewatkan momen berharga di setiap proses nya.
"sakit hanya sebentar aja kok mas, dan sakitnya tidak terlalu sering. Lagian aku gak mau ganggu kamu kerja, apalagi dari kantor kerumah mama kan jauh?" ucap Yasmin dan Gio masih terlihat kesal dengan jawaban dari istrinya itu. Meskipun jauh, tidak masalah buatnya harus pulang ke rumah mamanya. Yang terpenting ia bisa memastikan istri dan calon anaknya baik-baik saja.
Ya, saat ini usia kandungan Yasmin sudah menginjak sembilan bulan. Dan kata Dokter sekitar dua minggu lagi dirinya akan lahiran.
"Sayang, pokoknya mas harus jadi orang yang pertama mengenai anak kita." Yasmin pun mengangguk, mengiyakan ucapan Gio sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1