
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah satu bulan mama Mita masih dalam keadaan koma. Dan sudah satu bulan juga Gio masih bertahan dengan egonya yang belum juga menemui istrinya. Membuat Reza sangat jengkel dan marah pada putranya.
Sedangkan Yasmin sudah sangat merindukan Gio, suaminya. Setiap malam ia hanya bisa menangis dengan diam di kamarnya. Yasmin sendiri ingin sekali menemui Gio, suaminya. Sekaligus ia ingin menjenguk mama Mita. Tapi papa Reza melarangnya, papa Reza bilang biar Gio sendiri yang menjemput dirinya ke rumah Ayahnya dan meminta maaf padanya karena sudah mengabaikan dirinya. Kalau soal mama Mita, Reza selalu mengatakan kalau mama Mita kondisinya semakin membaik. Tapi untuk sementara waktu, Mita harus banyak istirahat dan belum boleh di jenguk dulu.
Sebenarnya Yasmin merasa aneh dengan jawaban papa mertuanya tentang mama Mita, tapi ia berusaha untuk mengerti.
Rasanya Ingin sekali Yasmin menghubungi suaminya, tapi ponsel miliknya di sita oleh kakaknya, Bima. Kakaknya pun mengatakan biar Gio yang menghubunginya duluan, dan kalau ia tidak menurut Bima akan datang ke kantor suaminya untuk memberinya pelajaran, memukulnya sampai babak-belur. Mau tidak mau Yasmin pun menurut dengan kemauan kakaknya.
Drrt Drrt
Saat sedang meeting, ponsel milik Gio berbunyi hingga beberapa kali. Membuat Gio dengan sangat terpaksa menghentikan sejenak meetingnya.
"Iya ada apa pah? Gio lagi meeting nih?" ucap Gio. Ternyata sang papa yang menghubunginya.
"Gio, mama sudah sadar.. " ucap Reza.
"A-apa mama sudah sadar?" tanyanya tak percaya. Tubuhnya sempat tertegun mendengarnya.
"iya, cepatlah kamu kesini.."
"Oke pah, Gio segera kesana."
Gio langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Le. Tolong Lo lanjutkan meeting nya, soalnya mama sudah sadar Le dari koma. Dan gue harus segera ke rumah sakit." ucap Gio. Sebelum pergi, Gio meminta maaf kepada staf nya karena tidak bisa ikut meeting dan meeting akan di lanjutkan oleh Leo, karena banyak yang mau di sampaikan olehnya tentang apa-apa saja proyek yang akan di kerjakan mereka bukan depan.
*
Tiba di rumah sakit. Gio bergegas menuju ke ruangan mamanya. Ia sudah tidak sabar ingin melihat mamanya dan memeluknya. Sampai di ruangan Mita Gio langsung masuk kedalam. Dilihatnya, Dokter tengah memeriksa mamanya. Selang yang terpasang di tubuh sang mama sudah terlepas semua. Membuat Gio tersenyum lega.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Reza yang juga berada di dalam.
__ADS_1
"kondisi pasien Alhamdulillah sangat baik dan tidak ada yang perlu di kuatir kan lagi. Tinggal masa pemulihan nya saja. Tetapi jangan terlalu diajak banyak bicara dulu. Tapi pak Reza tenang saja, kami akan terus pantau pasien sampai beliau benar-benar sehat dan tubuhnya bisa bergerak seperti bisa." jawab Dokter menjelaskan. "Terimakasih Dok." Reza mengulurkan tangannya.
"Sama-sama Pak." balas Dokter tersebut sembari menyambut tangan dari Reza.
Setelah Dokter keluar dari ruangan Mita, Gio berjalan mendekat ke ranjang mamanya.
"Mama.." panggil Gio. Air matanya terjatuh gitu saja. Ia kira mamanya akan sadar dengan waktu yang lama. Tetapi ternyata tidak. Gio sangat bersyukur dengan hal itu.
Mita langsung membuka matanya dan menolah ke arah sumber suara yang memanggil nya. "Gi-Gio.." ucap Mita dengan suara lirih.
"Alhamdulillah mama sudah sadar. Mama tahu, mama koma selama sebulan dan Gio sangat takut." Gio pun memeluk mamanya dengan begitu senang.
"mama-koma-selama-sebulan?"
"Iya mah."
"Yasmin kemana nak? kok gak ada, apa dia tidak ikut kamu kesini?" tanya Mita sembari matanya mencari keberadaan Yasmin di ruangnnya.
"iya.."
"emm, Yasmin ada di rumah mah. Lebih baik mama tidur lagi. Mama harus banyak istirahat, jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu." ucap Gio untuk mengalihkan mamanya bertanya tentang Yasmin.
"Tapi-Yasmin-tidak.. apa-apa..kan? soalnya-dia-hampir saja-jatuh-dari-tangga-kalau- tidak-mama-yang-menolongnya." tanya Mita dengan nada yang masih begitu lemah.
"A-apa! Yasmin mau jatuh dari tangga?!" tanya Gio tercengang yang memang tidak mengetahui kejadian sebenarnya.
"Iya-Gio.. Oh-iya, kandungannya-tidak-ada-masalahkan? mama-takut-terjadi-sesuatu-dengan-kandungannya." ucap Mita lagi. Yang lagi-lagi membuat Gio terkejut, Yasmin hamil dan ia tidak tahu.
"Maksud mama apa? kalau Yasmin hamil, gitu?!" tanya Gio tak percaya.
"Jadi-kamu-belum-tahu-kalau-Yasmin-hamil?! Apa-Yasmin-belum-ada-memberitahukan-kekamu?" tanya Mita.
__ADS_1
"Belum mah." jawab Gio lirih.
"Sekarang-Yasmin-dimana? mama-mau-berbicara-padanya." Gio bingung mau jawab apa pada mamanya. Kalau saat ini ia lagi marah pada istrinya.
"Kenapa-kamu-diam-Gio-mana-menantu-mama?" Gio menatap sedih sang mama.
"Ma, sebenar_-"
"Sebenarnya putra mu yang paling mama sayangi, tidak menijinkan Yasmin untuk datang kerumah sakit." potong Reza yang sudah masuk keruangan rawat istrinya.
"A-apa-maksud-papa?" tanya Mita yang tidak mengerti.
"Gio marah dengan Yasmin, karena mengira kalau mama jatuh karena ulah Yasmin. Dan anak mama yang bodoh ini, sudah sebulan tidak pernah menemui istrinya karena marah." tutur Reza. Mita langsung menatap tajam putranya.
"Sebulan? Ya ampun Gio... Yasmin tidak salah nak... Mama jatuh karena menolong Yasmin yang didorong oleh wanita yang mama tidak kenal dan wanita itu ingin menyelakai Yasmin. Karena tubuh mama yang tidak seimbang, membuat mama terjatuh. Tetapi mama tidak tahu Yasmin ikut terjatuh saat itu atau tidak." ucap Mita menjelaskan kejadiannya.
"Yasmin tidak apa-apa mah, menantu mama selamat dan Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dengannya. Tapi.. putramu yang bodoh ini sudah menyalahkannya. Bahkan dia mengusir istrinya sendiri, saat ingin menemani nya di rumah sakit dan tidak boleh bertemu dengan kamu." Ucap Reza yang menceritakan kelakuan putranya pada sang istri.
"Ya Allah Gio.. kamu memang bodoh! Yasmin tidak bersalah Gio..kalau saat itu mama terlambat menolong, mungkin Yasmin yang berada di rumah sakit dan kandungannya pasti tidak bisa diselamatkan, seperti dia mengalami kecelakaan waktu itu." Ucap Mita yang tidak habis pikir dengan putranya.
"Mah, Pah aku harus pulang sekarang menemui Yasmin! maafkan Gio mah, Gio saat itu frustasi melihat mama jatuh dari tangga dan_-" Gio menghentikan ucapannya saat mengingat, Salsa mengatakan kalau mamanya dan Yasmin bertengkar dan mamanya jatuh dari tangga.
"Shitte! Salsa..!!" gumam Gio dalam hati.
"Dan apa Gio?" tanya Mita dan Reza bersamaan.
"Tidak ada, Gio harus segera pulang mah." Gio langsung keluar dari ruangan mamanya. Ia harus segera pulang menemui istrinya dan meminta maaf padanya. Ia Papa dan Mamanya benar, kalau dia sangat bodoh. Dan lebih bodohnya lagi, ia percaya saja dengan omongan Salsa.
"Sayang maafin mas.." gumamnya dalam hati.
Gio berlari menuju parkiran rumah sakit. Ia harus cepat sampai ke rumahnya dan meminta maaf pada istrinya. Apalagi istrinya tengah hamil dan ia tidak mengetahui hal itu sama sekali. "ya Allah Gio, apa yang sudah kamu lakukan pada istrimu..!" batinnya.
__ADS_1