
Satu jam akhirnya mereka selesai membahas proyek kerjasama antara Perusahaan milik Gio dan Perusahaan milik pak Pram. Dan sekarang mereka lagi mengobrol ringan sedangkan Yasmin hanya pendengar setia saja.
"pak Gio apa saya boleh bertanya?" ucap Pram sembari meneguk kopi nya.
"boleh. Emm tanya soal apa ni ya pak Pram?" tanya Gio balik.
"apa pak Gio sudah menikah?" tanya Pram lagi. Gio langsung tersenyum menanggapi pertanyaan dari kliennya itu.
"Emangnya kenapa ya Pak Pram?"
"Gak ada apa-apa sih pak Gio, hanya saja kalau emang pak Gio belum menikah saya mau jodohkan pak Gio dengan putri saya." jawab Pram dengan semangat dengan niatnya.
"Tapi maaf pak Pram, saya sudah memiliki calon istri." ucap Gio lembut agar tidak membuat kliennya sakit hati atas penolakannya.
"Wah sayang sekali, ternyata pak Gio sudah memiliki calon istri. Tapi wajar sih pak Gio tampan pastinya sudah memiliki kekasih." tutur Pram sedikit kecewa yang berniat ingin menjodohkan Gio dengan putrinya yang sangat cantik.
"Pak Pram bisa aja. Tapi terimakasih Loh Uda bilang saya tampan." balas Gio sembari tersenyum. "Oh iya pak Pram sekalian aja saya mau kenalkan calon istri saya ke pak Pram." ucap Gio. Kemudian menatap Yasmin, lalu Gio merangkul bahu Yasmin dari samping. "Kenalkan ini Yasmin sekretaris saya, sekaligus calon istri saya pak Pram.." ucap Gio memperkenalkan Yasmin sebagai calon istri nya ke Pram. Tubuh Yasmin langsung menegang mendengar ucapan Bosnya itu. Apalagi leleki itu merangkul bahu nya, jantung yang tadinya biasa saja sekarang berdegup sangat kencang. Yasmin gak nyangka bosnya itu memperkenalkan pada kliennya kalau dia calon istrinya.
"Iya kan sayang.." ucap Gio lagi yang langsung menyadarkan Yasmin. Kemudian Yasmin tersenyum sembari menatap klien bosnya itu.
"O ya.. maaf kalau gitu nona, saya tidak tahu." ucap Pram pada Yasmin.
__ADS_1
"Iya pak Pram tidak apa-apa." balas Yasmin. "tuan saya permisi dulu mau ke toilet." bisik Yasmin pada Gio. Yasmin langsung beranjak dari kursinya lalu berjalan menuju toilet.
Sepuluh menit akhirnya ia selesai dan Yasmin pun keluar dari toilet. Namun saat berjalan di lorong toilet, Yasmin di kejutkan dengan seorang lelaki yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.
"Ka-kamu!"
"Hai sayang, akhirnya mas bisa bertemu kamu lagi setelah berbulan-bulan mas mencari keberadaan kamu." ucap lelaki itu senang.
"ma-mas Rangga." Ya, lelaki yang memperhatikan Yasmin dari tadi adalah Rangga.
Rangga saat ini berada di Jakarta, karena ia telah mendapatkan undangan pernikahan dari teman lamanya saat kuliah dulu dan temannya tinggal di Jakarta. Rangga juga sekalian berlibur untuk menenangkan hati dan pikirannya yang belum bisa move on dari Yasmin. Padahal Rangga sendiri sudah bertunangan dengan Citra karena paksaan oleh Papanya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Citra. Saat Rangga akan beranjak dari kursi yang baru saja selesai makan bersama temannya di Cafe tersebut, matanya tak sengaja melihat Yasmin yang masuk kedalam Cafe bersama lelaki tampan dan mereka bertemu dengan seseorang yang mejanya tak jauh dengan meja dirinya. Dan dari yang Rangga lihat, Yasmin sepertinya sekretaris lelaki tampan tersebut.
"Iya ini aku Yas.. kamu tega pergi dari Surabaya ninggalin mas Yas?" Rangga ingin meraih tangan Yasmin, tetapi Yasmin langsung menghindar. "Kamu masih marah sama mas sayang?" ucap Rangga kecewa karena Yasmin menolak saat ia akan menggenggam tangannya.
"Sayang mas gak mau hubungan kita berakhir, mas tahu mas salah. Mas minta maaf sayang." Rangga berusaha meraih tangan Yasmin kembali.
"Lepasin mas!" ucap Yasmin berusaha melepas kan tangganya yang sudah di genggam oleh Rangga.
"Mas gak akan lepasin kamu. Mas gak akan biarkan kamu pergi lagi dari mas. Kamu harus ikut mas sayang.." Yasmin terus memberontak karena Rangga menariknya untuk ikut dengan mantan tunangannya itu.
"Mas jangan seperti ini, mengertilah mas kalau hubungan kita sudah berakhir saat aku melihat dengan kepala mataku sendiri kamu menghianati hubungan kita." tutur Yasmin yang masih berusaha melepaskan diri dari Rangga.
__ADS_1
"Tapi mas gak mau putus dari kamu. Mas janji akan memperbaiki semuanya sayang."Rangga terus menarik Yasmin tanpa memperdulikan Yasmin kesakitan akibat begitu kuat Rangga memegang pergelangan tangannya.
"Mas lepasin! aku mohon sama kamu, hubungan kita sudah berakhir dan kamu jangan egois!" Rangga seakan tuli apa yang di ucapkan Yasmin, Rangga terus saja menarik Yasmin. "Mas kamu jangan seperti ini! bersikaplah dewasa. Kamu sudah memiliki Citra, jangan sampai kamu menyesal nantinya." Rangga langsung menghentikan langkahnya mendengar Yasmin menyebut nama Citra. Kemudian Rangga menatap Yasmin tajam. Entah kenapa kalau melihat atau mendengar nama Citra, seakan emosinya memuncak.
"Sudah mas bilang sama kamu, kalau mas cuman mencintai kamu Yasmin. Dan jangan menyebut nama wanita itu di depanku!" ucap Rangga datar.
"Apa?! apa kamu bilang mas? mencintai aku! kalau kamu memang mencintaiku kamu gak akan mungkin menghianatiku! Dan kamu bilang apa tadi jangan sebut nama Citra didepanmu?! Kamu lupa saat kamu bercinta dengannya di apartemen kamu, kamu terus menyebut namanya sekeras-kerasnya, seakan kamu lupa kalau kamu sudah memiliki tunangan dan gak lama lagi akan menikah! kamu lupa mas?! bahkan aku masih ingat jelas apa yang kalian lakukan diatas ranjang mas, aku masih ingat semuanya!" ucap Yasmin yang mulai meneteskan air matanya. itu membuat nya kembali mengingat penghianatan yang di lakukan oleh Rangga dan Citra. Perlahan Yasmin bisa melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Rangga. Tapi saat akan pergi meninggalkan Rangga, tangannya kembali di tarik oleh Rangga.
"Uda ku bilang Yasmin jangan pernah coba pergi dari ku lagi!"
"Lepasin mas! sebenarnya apa sih mau kamu mas?!" Tanya Yasmin yang mulai emosi.
"Kamu mau tahu apa yang aku mau?!" Rangga menatap Yasmin sembari menyeringai licik. "aku mau kamu ikut dengan ku! bila perlu kita pergi jauh dari kota ini atau kita pergi keluar negri. Kita bisa hidup berdua saja disana dimana tidak ada orang yang mengenal kita dan tanpa ada yang menggangu hubungan kita." ucap Rangga lagi.
"A-apa?! kamu Uda gila mas."
"Yah. Memang aku sudah gila, aku tergila-gila sama kamu. Jadi sekarang kamu ikut aku!"
"Lepasin mas aku gak mau!" Yasmin berusaha menarik tangan dari genggaman Rangga. Tapi susah sekali karena cengkraman tangan Rangga kencang sekali. "Lepasin mas! Atau aku teriak supaya orang yang ada di Cafe ini memukuli kamu." Rangga sudah tidak perduli, karena yang ada di pikirannya saat ini membawa Yasmin pergi jauh dari orang-orang yang berusaha menggangu hubungan nya dan ia tidak akan melepaskan Yasmin lagi.
"Lepaskan dia!"
__ADS_1
Bugh