
"Sebenarnya rahasia apa yang Nilam miliki yang tidak saya ketahui ?" tanya Indra yang tidak sabar menunggu Mita berbicara.
"Mungkin anda akan terkejut, tapi kami tidak mau menutupinya lagi. Karena memang seharusnya Dokter tahu. Dan ini pesan terakhir Nilam juga kepada saya untuk memberitahukan pada Dokter Indra." ucap Mita yang membuat Indra semakin penasaran. "sebenarnya.. Nilam memiliki anak dari dokter Indra." akhirnya keluar juga apa yang mau di ucapkan Mita.
"Apa? bisa Ibu ulangi sekali lagi? kalau Nilam memiliki apa?" tanya Indra memastikan nya lagi.
"Dokter Indra, anda memiliki putri cantik yang selama ini sudah di tutupi oleh Nilam, keberadaan nya." jawab Mita.
Deg
"Apa? anak ?" Ia gak salah dengarkan kalau dia memiliki anak dari Nilam? Kalau memang benar kenapa Nilam tidak pernah berbicara padanya.
"Ibu jangan bercanda? kenapa Nilam tidak pernah kasih tahu ke saya kalau memiliki anak dan itu anak saya?" tanya Indra masih bingung mau percaya atau tidak.
Kemudian Mita pun menceritakan awal mula dirinya bertemu dengan Nilam, Nilam yang hamil sampai Nilam melahirkan. Mita menceritakan semuanya, dimana mantan istri dari Dokter Indra yang masih terus mengusik Nilam sampai Nilam sulit untuk bertemu Indra yang ingin memberitahukan soal putri mereka berdua. Mita juga menceritakan, kalau Rina berniat ingin menyingkirkan Nilam dan putrinya karena takut warisan atau harta Indra di bagi oleh anak yang baru di lahirkan oleh Nilam. Karena Rina tidak mau hak putranya, yaitu Bima harus di bagi. Sehingga membuat Nilam takut dan terpaksa menitipkan putrinya kepada sepupunya yang di Surabaya.
__ADS_1
"Pasti Dokter sudah tahu kan siapa dalang dari kecelakaan yang menimpah Nilam? Sebelum Nilam kecelakaan. Ia berpesan pada saya, jika suatu saat terjadi sesuatu padanya. Nilam meminta ke pada saya, agar mencari anaknya yang ia titipkan kepada sepupunya itu. Lalu menyerahkan nya pada anda.." Mendengar cerita dari Mita, membuat Indra sedih, senang dan juga marah. Sedih karena, kurang gigih untuk mencari keberadaan istrinya selama Istrinya pergi darinya. Senang, karena tidak menyangkah ia memiliki putri dari Nilam. Marah, karena lagi dan lagi selalu mantan istrinya, Rina yang mengganggu rumah tangga nya bersama Nilam dan mengusik Nilam sampai putrinya juga ingin di habisi oleh Rina. Indra merasa sebagai laki-laki, suami sekaligus ayah yang tidak berguna. Tidak bisa menjaga dan melindungi istri dan anaknya, bahkan rumah tangga nya tidak bisa ia lindungi saat itu.
"Tapi kenapa kalian baru memberitahukan tentang anak saya sekarang? kenapa bukan saat ia masih bayi..!"kesal Indra yang baru mengetahui sekarang dia memiliki putri dari Nilam.
"Maaf Dok, saya bukan bermaksud untuk menyembunyikan masalah ini. Tapi saya baru bertemu dengan putri anda beberapa bulan ini, selama bertahun-tahun saya mencarinya tapi tidak bertemu. Dan ternyata selama 23 tahun putri anda tinggal disalah satu panti asuhan di Surabaya. Mungkin saja sepupu dari Nilam meninggalkannya disana. Yasmin Kiara Prasetyo, itulah nama yang di berikan kepada Nilam untuk putri cantik anda." tutur Mita menjelaskannya.
"Bi-bisakah saya bertemu dengannya?" tanya Indra dengan mata yang berkaca-kaca. Indra sudah tidak sabar ingin bertemu anaknya.
Kemudian Reza menelpon Gio untuk menyuruhnya masuk kedalam. Tak berapa lama pintu ruangan Indra pun terbuka. Masuklah Gio bersama Yasmin dengan Gio menggenggam tangan Yasmin.
Sedangkan Indra langsung beranjak dari kursinya dan tubuhnya hampir oleng. "Nilam" lirih Indra yang langsung jatuh air matanya. Ia tidak menyangka ternyata ia memiliki putri cantik, secantik almarhum istrinya. Wajahnya sangat mirip dengan Nilam. Melihat Yasmin, jantung Indra berdebar kencang sama seperti saat ia jatuh cinta pada Nilam.
"Ya Allah dia benar anak ku?" batin Indra.
Dengan jalan perlahan Indra mendekat ke Yasmin. Gio pun bergeser ke samping Papanya untuk memberikan kesempatan Untuk Indra mendekat ke Yasmin.
__ADS_1
"Yasmin, putri ku.." Indra menatap wajah Cantik Yasmin yang sangat mirip dengan Nilam. Diraih wajah anaknya, yang begitu cantik.
"A-ayah.. apa benar kamu ayah ku?" Tanya Yasmin dengan air mata yang sudah jatuh ke pipinya.
"Kalau Dokter kurang yakin, Dokter bisa tes DNA." ucap Mama Mita lagi.
"Tidak perlu. Saya yakin dia putri saya."
Indra langsung memeluk Yasmin, putrinya. Sembari menangis terisak. "saya bisa merasakan nya kalau dia putri, saya. Nilam, aku sudah bertemu anak kita, terimakasih kamu sudah memberikan putri cantik untuk ku." ucap Indra yang masih menangis.
"A-ayah.." Yasmin pun membalas pelukan ayahnya setelah merasakan nyaman di peluk ayahnya. "Ayah.. hisk.."
"Iya nak ini ayah. Maafin ayah yang tidak pernah tahu kehadiran kamu selam ini. Maafin ayah yang bisa jaga ibu kamu, maafin ayah Yasmin maafin ayah." Yasmin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya yang masih terus menangis.
Sedangkan Reza, Mita dan juga Gio yang melihat itu, terharu dan ikut meteskan airmatanya.
__ADS_1