
Assalamu'alaikum tuan Gio..
Emm.. panggil mas aja gak apa-apa kan ya.. hehehe
"Waalaikumsalam. Aku lebih senang kamu panggil mas Ara.." lirih Gio menanggapi surat Yasmin.
Hai mas, gimana kabar kamu? Aku harap kamu sehat dan sudah lebih baik. Maaf mas, aku belum ada jenguk kamu saat kamu sudah sadar kemaren.
"Aku nunggu kamu datang Ara.. Dan aku tidak baik tanpa kamu, kamu tega." monolog Gio.
Mas, melalui surat ini aku ingin menyampaikan rasa terima kasih aku sama kamu. Karena kamu sudah menyelamatkan aku. Mungkin kalau saja saat itu kamu tidak datang tepat waktu. Aku gak tahu gimana, kalau Rangga saat itu benaran akan menodai ku. Dan kalau sampai itu benaran terjadi, pastinya hati dan hidup ku benar-benar hancur sehancur-hancurnya.
__ADS_1
Gio mengepalkan tangannya mengingat kejadian itu lagi, apa yang dilakukan Rangga kepada Yasmin, Ara nya. Ia pastikan Rangga mendekam begitu lama di dalam penjara.
Mas aku juga minta maaf sama kamu, karena demi menolong aku kamu sampai terluka. Aku benar-benar sangat merasa bersalah mas, sama kamu dengan semua yang terjadi.
"Enggak Ara.. kenapa kamu minta maaf, aku melakukannya karena aku cinta sama kamu. Apa pun akan aku lakukan untuk kamu." lirihnya lagi.
Oh iya mas, kemaren aku Uda jujur sama mama tentang hubungan kita yang hanya pura-pura. Maaf ya mas, aku gak kasih tahu kamu dulu soal ini. Mas aku jujur sama mama, karena aku tidak mau kita berbohong semakin jauh lagi. Tapi.. mas tenang aja mama gak marah kok.
Mas aku juga berterimakasih sama kamu, karena kamu sudah memberikan aku kesempatan untuk menjadi sekretaris kamu. Ya walaupun, terkadang aku kesal sama sifat kamu yang suka marah-marah tidak jelas. Hahaha.. maaf ya mas. Tapi terlepas dari itu semua, jujur aku kagum dengan mas. Mas adalah lelaki yang pekerja keras, mas bertanggung jawab dan satu lagi yang paling aku suka dengan mas yaitu mas begitu sayang dengan ibu yang melahirkan mas dan begitu dekat dengan mama Mas sendiri. Jujur aku iri sama kamu, mas. Memiliki ibu yang sayang sama kamu dan begitu dekat. Ingin rasanya aku bisa merasakan seperti itu. Merasakan kasih sayangnya, belaian nya dan bisa berbagi cerita apapun. Hah.. Namun takdir berkata lain, saat aku sudah tahu siapa ibu kandung ku.. Ibu aku sudah meninggal. Ternyata Allah lebih sayang dengan Ibu. Itu makanya Allah cepat menjemput nya.
Salam dari Yasmin, mantan Sekretaris kamu.
__ADS_1
"Ya Allah Yasmin, kamu pergi kemana? kenapa kamu tidak mau bertemu aku dulu.." lirihnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Kalau ia tau dari awal Yasmin itu adalah Ara nya.. Ia pastinya akan mengungkapkan perasaan nya pada Yasmin, dan langsung mengajaknya menikah. Tapi sayang dia terlambat mengetahuinya. Dadanya semakin terasa sesak, karena menahan rindu pada Yasmin.
Sedangkan Leo yang sedari tadi masih di ruangan Gio, merasa bersalah karena tidak memberikan Surat itu pada bosnya.
"Le, tolong Lo perintahkan orang-orang kita untuk mencari Yasmin, suruh mereka juga untuk mengecek bandara, stasiun dan terminal bus, ada atau tidaknya seminggu yang lalu Yasmin pergi menaiki pesawat atau semacamnya. Oh iya satu lagi, coba cek juga di kota Surabaya, dan panti asuhan tempat dia tinggal dulu. Siapa tau aja dia kembali kesana." Perintah Gio pada Leo.
"Oke bos." Jawab Leo tegas. Kemudian Leo pun keluar dari ruangan Gio untuk menjalankan perintah bosnya itu.
"Yasmin, kemana pun kamu sekarang ini dan dimana pun kamu bersembunyi, aku akan menemukan kamu. Cukup bertahun-tahun kamu jauh dari aku, dan sekarang tidak akan aku biarkan itu terjadi lagi." monolog Gio sembari memandang foto Yasmin yang ada di ponselnya. Waktu itu Yasmin main kerumah mamanya dan tanpa sepengetahuan Yasmin Gio mengambilnya foto Yasmin melalui kamera ponsel nya.
__ADS_1
"Aku kangen banget Ara.. Lihat saja nanti, kalau aku sudah menemukan kamu, kamu akan aku kurung dan tidak aku biarkan kamu lepas dari pandanganku sedetikpun, supaya kamu gak akan pernah pergi lagi." lirihnya yang masih terus menatap foto Yasmin.