YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 76


__ADS_3

Waktu terus berjalan. Tak terasa dua hari lagi Gio dan Yasmin akan melangsungkan pernikahan. Gio sendiri sudah uring-uringan karena sudah hampir satu minggu tidak bertemu dengan Yasmin, karena mereka di pingit. Gio juga tidak bisa menghubungi Yasmin, karena ponsel milik Yasmin di sita oleh Bima. Kakak ipar yang menurut nya sangat menyebalkan.


"Bos ini berkasnya yang harus bos tanda tangani." ucap Leo sembari memberikan berkas kepada Gio.


Saat ini Gio ada di rumah mamanya tepat di ruangan kerjanya. Selama masa pingitan Gio bekerja dari rumah dan yang mengurus kantor adalah Leo. Dan Leo akan datang ke rumah Adijaya kalau perlu tanda tangan dari Gio.


"Kenapa muka nya di tekuk gitu bos? bukannya kalau orang mau nikah itu bahagia ya? tapi bos seperti nya gak tuh!" Gio langsung menatap tajam Leo.


"Gue bahagia! tapi gue lagi kesal karena gak tahu kabar Yasmin gimana!" jawab Gio datar.


"Ya telpon dong bos? percuma dong ada ponsel."


"Masalahnya ponsel Yasmin di sita sama kakaknya yang menyebalkan itu!" kesal Gio .


"Hahaha.. Dokter Bima emang paling Best kalau buat pak Bos kesal." ucap Leo yang terus tertawa meledek bosnya. Ya, Leo sudah mengetahui kalau ternyata Yasmin anak dari Indra Prasetyo dan adik dari Bima. Setelah Gio menceritakan semua padanya.


"Apa Lo bilang!"


"Eh gak ada bos. Uda selesai di tandatangani kan bos, kalau gitu saya balik ke kantor lagi." ucap Leo cepat-cepat mengambil berkasnya sebelum ia kena amukan Gio. Karena kesal yang lagi rindu pada


Yasmin.


"Tunggu Le." Leo menghentikan langkahnya saat mau keluar dari ruang kerja Gio.


"Iya bos."


"Apa Lo Uda kasih undangan ke semua karyawan?" tanya Gio.


"Sudah bos, semua uda beres. Undangan untuk Rekan bisnis Bos juga sudah saya kirim ke Perusahaan mereka masing-masing, Bos." jawab Leo


"Bagus. Terimakasih Le.."


"Sama-sama Bos."


*


Di tempat berbeda. Di sebuah rumah mewah milik Indra Prasetyo, Yasmin tengah asik bercerita kepada Sarah, sahabatnya. Sarah sempat terkejut kalau ternyata Yasmin adalah anak dari seorang Dokter jantung dan ayahnya pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta. Apalagi Yasmin memiliki seorang kakak yang sangat tampan. Dan yang membuatnya lebih terkejut adalah Yasmin akan menikah dengan Gio. Lelaki tampan yang banyak di gilai oleh para karyawan di ADIJAYA GRUP, pastinya kalau diluar jangan ditanya.


"Yas, gue titip salam deh sama kakak Lo. Kak Bima ganteng banget sih Yas.. kaya artis-artis Korea gitu?" ucap Sarah sembari senyum-senyum sendiri. Mereka saat ini berada di dalam kamar Yasmin. Karena merasa bosan dalam masa pingitan, Yasmin meminta sahabatnya untuk datang kerumah Ayahnya.


"Ck! Lo kebiasaan kalau Uda lihat lelaki tampan. Lebay." cicit Yasmin.


"Bukan lebay Yas, gue senang aja kalau lihat atau ada cowok-cowok ganteng gitu." tutur Sarah.

__ADS_1


"Yas, apa Lo gak kangen sama pak Gio?" tanya Sarah sembari merebahkan tubuhnya di ranjang empuk milik Yasmin. "secara Lo Uda seminggu tidak bertemu dengan pak bos." tambah Sarah lagi.


"Kangen, pastinya kangenlah." Jawab Yasmin jujur. "Tapi mau gimana lagi itu Uda peraturan adat kan? kalau seminggu mau nikah itu harus di pingit."Ucapnya lagi. Ya, Yasmin juga merasakan rindu pada Gio, rindu dengan perlakuan manisnya, dan rindu tatapan cinta Gio padanya. Terakhir mereka bertemu saat fitting baju pernikahan mereka. Setelah itu tidak bertemu lagi.


"Kalau kangen, kan ada ponsel Yasmin?"


"Kalau ada, mungkin mas Gio Uda nelpon gue setiap saat kali, Sar." ucapnya.


"Loh emang ponsel Lo kemana?" tanya Sarah.


"Ponsel gue di sita sama kak Bima." jawab Yasmin kesal.


"Hahaha.. ternyata kak Bima posesif juga ya dengan adiknya, yang cantik ini." Sarah mengambil ponselnya dari dalam tasnya, lalu memberikan nya ke Yasmin.


"Buat apa?!" tanya Yasmin bingung.


"Ya elah, buat nelpon pak bos lah! Katanya kangen." jawab Sarah. "Gue gak akan kasih tahu kak Bima, Lo tenang aja. Nih, sebentar aja telpon pak bos. Gue yakin, pasti pak Gio juga sangat merindukan Lo." Ragu-ragu Yasmin mengambil ponsel dari tangan Sarah.


"Uda telpon sekarang. Mumpung gue lagi baik hati nih, mau memberikan pulsa gratis untuk loh dan pak Gio." Yasmin pun memberanikan diri untuk menghubungi Gio. Padahal ia sama sekali belum pernah menelpon Gio duluan. Selalu Gio lah yang menelponnya atau pun chat duluan.


Panggilan pertama tidak di angkat, kedua, dan ke tiga juga tidak di angkat. Membuat Yasmin menghela nafasnya.


"Kenapa?" tanya Sarah yang melihat wajah Yasmin bete.


"Gak di angkat, mungkin dia sibuk kali ya?"


"Entar aja. Gue mau ambil cemilan dulu di dapur." Yasmin pun langsung beranjak dari kursinya.



"Eh no.. Lo disini aja, biar gue yang ambil. Di luar lagi banyak orang yang sibuk dekor rumah Lo, untuk acara akad Lo besok. Entar lo kenapa-napa, jadi biar gue aja." Sarah langsung keluar dari Kamar Yasmin.


Setelah Sarah keluar dari kamarnya, terdengar ponsel milik Sarah berbunyi. Yasmin melihat ada nama Pak Gio tampan di ponsel Sarah. Yasmin bingung sendiri mau di angkat atau tidak. Sampai deringan yang ke tiga baru Yasmin mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum.. Halo mas.."


"waalaikumsalam, sayang ini beneran kamu? Ya ampun sayang mas kangen banget sama kamu."


"Iya mas.. mas gimana kabarnya?"


"Mas buruk sayang, mas kangen sama kamu pake banget." rengaknya dari seberang telepon.


Membuat Yasmin tersenyum geli mendengarnya.

__ADS_1


"Sabar mas, tinggal besok. Setelah itu kita bisa bersama selamanya, insyaallah."


"Iya.. tapi rasanya lama banget, sayang."


"Hahaha kamu kok jadi gak sabaran gitu sih mas.."


"Jangan tertawa, sayang.. apa kamu gak kangen sama mas?"


"ka-kangen mas.." pipi Yasmin Uda merah merona karena mengatakan kangen pada Gio.


"Mas tahu pasti wajah kamu udah merona, sayang. kalau kamu ada di depan mas, sudah mas cium. Gemas lihat pipi merah kamu."


"Mas.. mesum ih."


"Hahaha.. tapi kamu suka mas ciumkan?" goda Gio yang masih tertawa disana.


"Mas.."


"Hahaha.. iya sayang. Lihat aja sayang, kalau kita sudah nikah nanti. Mas akan kurung kamu selama satu Minggu."


"Kurung satu Minggu?! ngapain mas?"


"Kamu nanti juga akan tahu, sayang. Kamu cukup persiapkan tenaga ekstra biar gak lemas."


"Mas kamu ngomong apa sih! Kok jadi aneh deh."


"Hahaha.. aneh gimana sih. Ini benaran Lo yang mas bilang, sayang."


"Tau ah, mas nyebelin! Mas Uda dulu yah. Kayanya di luar ada suara Sarah dan kak Bima deh, mau ke kamar aku."


"yah sayang mas masih kangen banget sama kamu. Tapi ya Uda, nanti mas telpon kamu lagi ke ponsel Sarah kan?"


"Ya mas."


"l Love you, sayang."


"Lo you to, mas."


Yasmin langsung mematikan ponselnya. Lalu meletakkan nya di atas ranjang.


"Dek, kamu ngapain?" tanya Bima yang sudah masuk kekamar adiknya bersama Sarah. Membuat Yasmin terkejut, untung dia sudah matikan ponselnya. Kalau tidak, sudah pasti kakaknya akan mengomel pada mas Gio.


"Nih lagi tiduran aja kak." jawabnya.

__ADS_1


"Ya uda, kak mau berangkat kerja dulu yah?" Bima kemudian mencium kening adiknya dengan sayang.


"Iya kak hati-hati."


__ADS_2