
Tanpa pikir panjang Gio Langsung pindah posisi, menjadi di atas tubuh istrinya. Kemudian Gio mencium keningnya, kedua matanya, pipinya lalu bibir manis, istrinya dengan lembut. Membuat Yasmin terbuai lalu membalas ciuman dari suaminya. Dengan perlahan tangan Gio membuka piyama Yasmin tanpa mau melepaskan ciumannya.
Kini pakaian Yasmin sudah terlepas. Sontak Yasmin langsung menutup dadanya karena malu. Sedangkan Gio pun menghentikan aksinya.
"Sayang, lepasin tangan kamu." Ia memandang tubuh putih milik Yasmin dengan tatapan memuja. Gio sangat menyukai seluruh yang ada pada diri Yasmin.
"Ma-malu mas.." ucap Yasmin dengan pipi Yasmin yang sudah merah merona.
"Jangan malu, sayang? mas suka dengan seluruh yang ada pada dirimu." ucap Gio dengan tatapan sayunya.
Kemudian Gio melepasakan pakaian sendiri. Setelah pakainnya terlepas, Gio kembali mencium bibir Yasmin.
Beberapa detik ciuman itu turun ke leher jenjang sang istri. Tak lupa Gio memberikan tanda kepemilikan nya disana. Yasmin sendiri hanya bisa pasrah di bawah kungkungan suaminya. Gio memperlakukan Yasmin dengan lembut. Karena ia ingat apa pesan dari psikiater Yamsin waktu itu. Kalau ingin berhubungan melakukannya dengan perlahan dan jangan kasar, agar traumanya tidak kembali.
Yasmin merasakan tubuhnya meremang dan dadanya bergemuruh.
"Bolehkan, sayang?" Bisik Gio. Yasmin hanya menganggukkan kepalanya saja. "Mas janji, melakukan dengan perlahan. Sayang, ini hanya sakit sebentar saja dan seterusnya kamu pasti akan suka." tambahnya lagi.
Percobaan pertama tidak masuk, kedua pun begitu dan yang ketiga.
__ADS_1
"Mas stop! sakit hiks.." sekujur tubuh Yasmin bergetar. Tanpa sadar ia sudah mencakar tubuh kekar suaminya karena menahan sakit dan perih. ia juga merasakan sesuatu cairan darah mengalir di selah pahanya. Gio pun berhenti, lalu ia mencium mata Yasmin yang menetes, mencium bibirnya dan tak lupa mengatakan kata-kata cinta. Setelah Yasmin tenang, Gio mulai menggerakkan tubuhnya dengan perlahan-lahan. Gio sangat-sangat bahagia, hari ini dan selamanya Yasmin sudah menjadi milik seorang Gio seutuhnya. Ia tidak akan sanggup kalau sampai dipisahkan lagi dari Ara nya, cinta pertama dan terakhirnya.
Gio terus menggerakkan pinggulnya sampai membuat Yamsin mencapai pelepasannya berkali-kali dan akhirnya mereka berdua melakukan malam pertama dengan penuh cinta.
*
*
Matahari sudah muncul dan sinarnya mulai masuk kedalam kamar hotel. Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan Gio sendiri sudah terbangun sejak tadi. Saat ini Gio tengah menikmati pemandangan yang begitu indah di dunia ini.
Ya, siapa lagi kalau bukan Yasmin, istrinya. Gio terus saja menatap wajah cantik alami istrinya tanpa mau berpaling sedikit pun.
Ketika kelopak mata istrinya bergerak-gerak, Gio tersenyum melihatnya. Karena tidak tahan, Gio pun mengecup bibir, istrinya lembut. Membuat mata Yasmin terbuka dengan perlahan.
"Mas.." panggil Yasmin dengan suara yang begitu lembut terdengar di telinga Gio.
"Iya, sayang.." balas Gio sembari tersenyum lembut Mandang istrinya.
Yasmin yang melihat tubuh Gio yang tidak memakai pakaian, perlahan mengingat memori tentang kejadian malam tadi. Seketika membuat wajahnya langsung merah merona karena malu.
__ADS_1
"Kenapa, hmm?" tanya Gio. Yasmin bukannya menjawab, ia malah memeluk Gio erat. Yasmin membenamkan wajahnya di dada bidang, Gio.
Gio langsung terkekeh geli seraya mengusap-usap punggung lembut istrinya. Ia tahu pasti istrinya tengah malu mengingat malam pertama mereka.
"Kamu menggemaskan banget sih, sayang? sampai yang di bawah sana kebangun loh?" Sontak mata Yasmin terbelalak. Di bingung dengan tenaga suaminya yang gak ada habisnya.
"Mas, nanti lagi ya? aku masih capek banget loh.." rengek Yasmin manja.
"Tapi mas mau lagi sayang.." Goda Gio.
"Mas.. please kasih aku istrahat ya.." Gio langsung menarik Yasmin kedalam pelukannya. Mencium keningnya berkali-kali.
"Iya, sayang.. mas akan kasih waktu kamu untuk istrahat dan makan agar tenaga kamu kembali dan kita bisa buat dedeknya lagi.." Wajah Yasmin langsung merona mendengar ucapan suaminya barusan. Gio kemudian beranjak lalu menggendong Yasmin untuk membawanya ke kamar mandi.
"Aw, mas!!" pekik Yasmin yang terkejut. "aku mau di bawa kemana, mas?" tanyanya.
"Ke kamar mandi, sayang.." Jawab Gio yang terus berjalan menuju kamar mandi.
"Tapi m_ ehmmmpp." Yasmin menghentikan ucapannya karena Gio sudah membungkamnya dengan bibirnya.
__ADS_1