YASMIN! I LOVE YOU

YASMIN! I LOVE YOU
Bab 112


__ADS_3

Tin tin tin


Gio terus saja menekan klakson mobil nya. Karena saat ini jalanan sangat macet, membuat Gio sangat kesal. Padahal ia sudah tidak sabar ingin cepat sampai rumahnya.


"Sial!" umpat Gio sembari memukul setir mobilnya. "Bego Lo Gio.. mana mungkin wanita sebaik Yasmin sampai menyakiti orang yang dia sayangi. Apalagi mamanya, tidak akan mungkin Yasmin sampai menyelakai mamanya. Dan lebih begonya lagi gue percaya aja dengan ucapannya Salsa." monolog Gio. "Berengsek! lihat aja Salsa. Apa yang akan gue lakuin ke Lo!" geram Gio.


Setelah melewati kemacetan yang hampir 20 menit. Akhirnya Gio sampai di rumahnya yang ia tempati bersama Yasmin. Bergegas Gio masuk kedalam rumah. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu sang istri dan meminta maaf padanya.


"Sayang.." teriak Gio memanggil Yasmin. "Sayang.." panggilnya lagi sembari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Tibanya di dalam kamar, Gio tidak menemukan istrinya. Kamarnya tampak rapi, di toilet, di ruangan pakaian pun juga tidak ada.


"Apa Yasmin ke butik ya?" tanya Gio lirih.


Saat akan keluar kamar, Gio melihat ada sebuah kotak kecil berwarna biru dan kotak tersebut di beri pita. kotak itu ada dibatas meja rias istrinya. Karena penasaran Gio pun berjalan menuju meja rias istrinya, lalu mengambil kotak itu.


Kemudian Gio membuka kotaknya. Di lihatnya di dalam kotak itu ada sebuah testpack dan kertas. Gio mengambil testpack dari dalam kotak, ia bisa melihat testpack nya dua garis. Membuat Gio merasa sangat bahagia.


"A-apa ini. Apakah ini benar, Yasmin hamil? Ya Allah terimakasih.." ucapnya Lirih sembari menitihkan air matanya karena bahagia. Ia tak menyangka istrinya bisa kembali hamil. Kemudian Gio mengambil kertas yang ada di kotak, lalu membacanya.


"Selamat mas... kamu akan menjadi seorang Ayah.. I Love You.."


itulah tulisan yang ada di kertas tersebut. Air matanya tak mau berhenti, sepertinya istrinya ingin memberikan suprais kepadanya. Gio semakin merasa sangat bersalah, karena apa yang sudah ia lakukan pada istrinya. Apalagi istrinya tengah hamil, ia malah memarahi istrinya, dan mengusirnya. Bahkan ia tidak memperbolehkan sang istri melihat mamanya. Gio menyentuh dadanya yang terasa sesak. Dirinya saja merasakan sesak dan sakit, apalagi istrinya. Pasti lebih sakit apa yang dia rasakan.


Gio menghapus air matanya, lalu keluar dari kamarnya dengan membawa kotak tersebut. Sampainya di lantai bawah, Gio melihat bibi sedang mengepel lantai.


"Bi..!" panggil Gio. Membuat pembantunya terkejut.


"Eh, tuan. Lo Tuan sudah pulang? gimana kabarnya nyonya?" tanya Art.

__ADS_1


"Alhamdulillah, mama sudah membaik bi." jawab Gio.


"Alhamdulillah.."


"Oh iya bi. Istri saya kemana ya? kok gak ada di rumah. Apa istri saya pergi kebutik, bi?" tanya Gio pada Art nya.


"Loh tuan gimana sih. Sejak kejadian nyonya masuk rumah sakit, non Yasmin gak pernah tinggal dirumah tuan."jawab Bibi. "Apa non Yasmin gak ada ke ruamah sakit?" tanya bibi.


"Apa! Istri saya tidak pernah tinggal disini, bi?!" tanyanya lagi karena terkejut.


"Iya tuan. Uda sebulan non Yasmin tidak tinggal disini. Dan bibi dengar non Yasmin tinggal di rumah Ayahnya." jawab sang bibi. "bibi kira tuan memang sudah tahu, makanya bibi tidak ada menghubungi tuan...!" tambah bibi lagi.


"Baiklah bi, kalau gitu saya pergi dulu." pamitnya yang langsung meninggalkan rumah dan melajukan mobilnya menuju rumah mertuanya.


Dalam hati Gio berdoa semoga saja istrinya mau memafkan nya. "Maafin Papa ya nak, yang sudah menyakiti mama dan kamu.."ucap Gio lirih.


"Tuan, Gio.." sapa Security yang menjaga rumah milik Indra.


"Ya pak.." balas Gio sembari tersenyum tipis.


"Tuan cari siapa?" tanya Security yang bernama Tian. "kalau Tuan Indra tidak dirumah tuan, beliau lagi keluar kota." ucapnya lagi.


"Gak pak, saya mau cari Yasmin. Istri saya ada di dalam kan pak?" tanpa menunggu jawaban dari Security, Gio sudah berjalan masuk kedalam rumah.


Sedangkan Tian menghela nafasnya, kemudian ia kembali masuk kedalam pos.


"Assalamu'alaikum.. Sayang.."


"Waalaikumsalam.." balas pembantu dari Ayah Indra. "Eh tuan Gio. Uda lama tuan gak main kesini?" tanyanya.

__ADS_1


"Iya bi, lagi sibuk." jawabnya asal. "oh iya bi, Yasmin ada di kamar kan? saya keatas dulu ya.."


"Non Yasmin tidak ada di rumah, tuan." ucap Bibi. Membuat langkah Gio yang akan menaiki tangga terhenti. Kemudian ia menolak ke arah pembantu papa Indra.


"Yasmin gak ada di rumah?"


"iya, tuan."


"Apa istri saya pergi ke butik, bi?" tanyanya lagi.


"Tidak tuan."


"terus pergi kemana bi?"


"Emm, anu.. itu tuan. Bibi bingung mau ngomongnya." ucap Bibi.


"Kok bingung, emangnya Yasmin pergi kemana bi?"


"itu tuan, tiga hari yang lalu non Yasmin pergi dengan membawa kopernya. Katanya non Yasmin, mau pergi ke suatu tempat untuk menenangkan hati dan pikirannya." jawab Bibi sedikit tidak enak.


"Apa?! terus Ayah ? Apa Yasmin ikut Ayah?!" tanya Gio dengan perasaan yang mulai tidak tenang.


"Kalau Tuan Indra pergi keluar kota sudah hampir seminggu, tuan." jawab Bibi.


"Apa Ayah tahu kalau Yasmin pergi, Bi?"


"Kalau itu, bibi tidak tahu tuan. Mungkin saja nona udah memberitahu tuan Indra." balasnya.


"Makasih bi. Saya pergi dulu." Gio langsung saja pergi dari rumah Indra. Perasaan nya mulai tidak tenang. "Apakah Yasmin akan pergi meninggalkan nya? tidak, jangan sampai. Please sayang jangan pergi tinggalin, mas. Mas tahu mas salah, tapi jangan tinggalin mas." gumam Gio dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2